• Aku dan Kembang Api

12.7K 1.6K 81
                                        

"K-kau--Nara, kau--" Sunji terlihat terbata-bata. Matanya membulat dengan tangan yang menunjuk-nunjuk Nara dan Jungkook.

Jungkook berdehem sebentar. Ia makin menenggelamkan wajah sang istri ke dadanya. Nara sendiri sepertinya tidak ingin peduli tentang apa yang terjadi sekarang. Ia justru memeluk Jungkook lebih erat dan terus menangis.

"Nara sedang tidak dalam keadaan yang memungkinkannya untuk menjelaskan padamu. Jadi tolong, simpan pertanyaanmu untuk nanti," kata Jungkook. Tangannya masih mengusap punggung dan rambut Nara.

"A-ah, y-ya. Oke. Maksudku, ya. Baiklah." Sunji masih menatap pasangan itu dengan pandangan kaget.

Jungkook sendiri memilih untuk mengangkat Nara, menggendong gadis itu dengan cara bridal dan membawanya keluar dari klub. Si gadis pun memilih untuk menyembunyikan wajahnya di leher Jungkook.

Jungkook menurunkan sang istri saat mereka sudah sampai di parkiran sepeda motor. Jungkook mendudukkan istrinya di atas motor, sedang dirinya memilih menaruh kedua tangan pada jok motor di sisi tubuh Nara.

Jungkook menaikkan alisnya saat melihat Nara menundukkan wajahnya. Jungkook pun menurunkan wajahnya supaya ia bisa melihat wajah sang istri.

"Kau kenapa?" tanyanya.

Nara menggeleng kecil. Ia menggigit bibir menahan tangisan.

Jungkook pun menangkup kedua sisi wajah istrinya, membuat Nara mau tidak mau menaikkan wajahnya.

Jungkook mengusap lembut air mata di pipi Nara. Jika dipikir-pikir, hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya, ya, kan?

"Kenapa?" Jungkook melembutkan nada bicaranya yang sudah lembut.

"Menyebalkan." Nara merengut.

"Siapa? Siapa yang menyebalkan? Oppa?"

"Bukaaan~~" Gadis itu mulai merengek, dan Jungkook menemukan jika hal itu terlihat sangat manis. "Orang-orang di klub itu menyebalkan."

"Memangnya apa yang mereka lakukan?"

"Hal yang menyebalkan. Mereka berani sekali menyentuhku, sudah begitu berbicara kotor pula. Menyebalkan. Jadi kutendang saja selangkangannya!"

Jungkook tertawa mendengar perkataan Nara. Jelas di juga kesal pada orang sialan yang berani menyentuh istrinya, namun cara Nara menceritakan kejadian itu sungguh menggemaskan. Persis seperti anak kecil yang mengadu pada ayahnya.

"Kenapa tertawa?!" Nara memukul dada Jungkook cukup keras. Namun, terlihat sama sekali tidak membuat pria itu merasa kesakitan. Nara jadi berpikir, apakah Jungkook terbuat dari besi? Kenapa pria itu tidak merasa sakit saat ia pukul? Justru tangannya yang selalu sakit setelah memukul Jungkook.

"Karena kau sangat lucu," ujar Jungkook. "Sudah Oppa katakan jika kau tidak perlu pergi ke sini, kan? Tapi kau keras kepala. Jadi, beginilah."

"Kan aku tidak pernah ke klub! Aku tidak tahu kalau orang-orangnya akan sangat menyebalkan. Bau alkohol pula. Benar-benar membuatku pusing dan mual." Nara mengerucutkan bibirnya.

"Baiklah, sudah. Sekarang kau sudah bersama Oppa, kan? Mau pulang?" ajak Jungkook. "Tadi Sunji terlihat sangat kaget saat melihat kita, loh."

"Aku tidak peduli!"

Jungkook terkekeh. "Oke, oke. Sekarang pakai helm-nya dan kita pulang."

Nara mengangguk.

Jungkook pun segera menjalankan motornya menjauhi tempat itu.

Awalnya, niat mereka memang langsung pulang ke rumah. Tetapi, di tengah jalan Nara melihat beberapa orang berkumpul di jembatan sungai Han. Jadi, ia menyuruh Jungkook untuk berhenti sebentar supaya dia bisa melihat apa yang terjadi.

Dear, Mr. JeonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang