• Aku dan Malam Penuh Kehangatan

16.1K 1.5K 98
                                        

Gila, gila, gila.

Nara merasa gila.

Bagaimana Jungkook bisa mengaku jika dia sudah mempunyai istri?!

Sumpah, Nara ingin menjeburkan dirinya ke laut dan hilang dimakan cumi-cumi.

Dia malu, takut, khawatir, semua menjadi satu.

"Jangan lupa pakaianku." Jungkook berbisik saat mereka akan memasuki lift.

"Iya, aku tahu."

Mereka memasuki lift dan mengambil tempat di paling belakang. Di depan keduanya, Namjoon, Seokjin, dan Taehyung terlihat berbaris rapi.

Perlahan, Jungkook menjalankan tangannya menuju pinggang Nara, menarik gadis itu untuk lebih dekat kepadanya. Mata Nara membulat. Ini di dalam lift dan banyak mahasiswa yang bersama mereka sekarang.

Tempat mereka memang cukup strategis sebenarnya. Di pojok, paling belakang, tertutupi tiga lelaki bertubuh tinggi pula. Sempurna. Yah, setidaknya bagi Jungkook.

Pria itu mendekatkan wajahnya ke arah leher Nara. Hidungnya mengendusi belakang telinga gadis itu, membuat Nara menggeliat risih. Namun, pelukan Jungkook di panggangnya justru semakin mengerat, seolah tidak membiarkan Nara untuk menjauh barang satu senti.

"Oppa," Nara mendesis.

Jungkook tidak berhenti sama sekali. Kelakuan pria itu justru semakin menjadi. Tangannya mengelus pinggang sang istri dan memberi kecupan-kecupan memabukkan di leher Nara.

Tubuhnya berpindah ke belakang sang istri, memeluk Nara dari belakang. Hidungnya mengendus tengkuk sang gadis.

"EKHEM!"

Terdengar Taehyung yang tiba-tiba berdehem. Jungkook pun segera melepaskan pelukannya.

"Hyung, kau tahu tidak tentang ungkapan mengambil kesempatan dalam kesempitan?" kata Taehyung pada Namjoon.

"Ah, ya. Kenapa memangnya?" jawab Namjoon.

"Tidak. Hanya saja, aku kenal seseorang yang sering sekali melakukan hal itu. Bahkan di tempat paling sempit sekalipun." Mata Taehyung melirik tajam ke arah Jungkook yang sekarang sudah berdiri tegak di samping Nara.

"Jeon Jungkook," panggil Taehyung.

"Hm?"

"Jangan diulangi, ya?" Taehyung menyunggingkan senyuman penuh arti.

Jungkook berdehem sekilas. "Ya."

Beberapa mahasiswa yang berada dalam satu lift dengan mereka terlihat tidak mengerti arah pembicaraan Taehyung.

Nara sendiri terkekeh karena sindiran Taehyung pada Jungkook yang terlalu ketara.

"Sudah kuperingatkan, loh," bisik Nara pada Jungkook.

"Maaf. Kelepasan."

***

Sekarang Nara tengah dalam posisi hidup dan mati. Ia benar-benar merasa tidak waras karena menuruti Jungkook untuk membawakan pakaian pria itu.

"Aish! Menyebalkan! Bagaimana jika ada yang curiga?! Gadis baik sepertiku mana boleh berkeliaran di tempat para pria!" gerutuan itu terus saja keluar dari bibir Nara sepanjang penjalanannya.

Jungkook terlihat sudah membuka pintu kamarnya. Pria itu menyembulkan kepalanya di pintu. "Ayolah, percepat langkahmu!"

Nara mendengus. "Sabar sedikit! Ini berat!"

Dear, Mr. JeonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang