• Aku dan Pengakuan

13.1K 1.5K 40
                                        

Sekarang, kami sudah sampai di tempat perkemahan. Tempat ini ada di pinggir laut, benar-benar indah dan menyenangkan.

Kampus kami sudah menyewa beberapa kamar hotel yang diperuntukan kepada para anggota perkemahan.

Aku dan Sunji mendapat jatah di satu kamar yang sama. Kami sekarang tengah menata barang yang ada di koper.

"Itu pakaian Dosen Jeon, kan?" ujar Sunji. Ia melirik ke dalam koperku.

Aku mengangguk. "Aku lupa jika kami tidak akan bisa satu kamar."

Sunji menghela napasnya. "Sumpah, aku masih tidak percaya jika kau adalah istri dari Dosen Jeon. Benar-benar di luar perkiraan. Lalu tadi, aku juga baru tahu jika kau adalah adik dari Namjoon sunbaenim." Sunji mendekatkan wajahnya ke arahku. "Sebenarnya berapa banyak yang kau rahasiakan, hah?"

Aku mendengus dan memilih untuk kembali merapikan pakaianku. "Tidak ada yang kusembunyikan, hanya saja kau yang tidak pernah bertanya apapun padaku."

"Ya, itu karena kupikir kau adalah gadis biasa-biasa saja. Tapi ternyata … wow!"

"Apa, sih? Aku memang biasa-biasa saja, kok."

"Kau bodoh? Kau adalah adik dari salah satu pengusaha muda tersukses di Korea, Kim Nara!"

Aku memutar bola mata. "Lalu kenapa? Yang sukses adalah kakakku, bukan aku. Aku ini hanya menjadi istri seseorang sekarang."

"Ya. Dan kau adalah istri dari Jeon Jungkook! Pria paling keren yang pernah ada!" seru Sunji.

"Sunji, stop. Oke? Lebih baik sekarang kita turun untuk api unggun," ujarku.

"Oke."

Sunji bangkit dari ranjang untuk mengambil jaketnya di kursi balkon. Kami pun segera keluar dari kamar untuk melaksanakan agenda perkemahan yang pertama.

Di tengah perjalanan, aku mendapatkan pesan dari Jungkook.

Kookie Oppa ♡

Bisa kau datang ke kamarku saat acara api unggun selesai? Aku membutuhkan pakaianku.

Oke. Tapi … apakah boleh?

Kau tahu cara menyelinap, kan?


Oppa, apa kau bercanda? Kenapa tidak kau saja yang datang ke kamarku?

Memangnya apa alasanku nanti jika ditanya mengapa aku ke kamarmu?

Memangnya alasanku juga apa?

Menemui suami.

Oppa! 😤

Oke, oke, hanya bergurau, sayangku. Bilang saja kau mau menemui kakakmu.

Apakah tidak apa-apa? 😶

Hm. Tidak apa-apa.

Memangnya kau sekamar dengan kakakku?

Tidak, sih. Tapi kamar kami bersebelahan.
Sudah dulu, oke? Oppa masih harus menyelesaikan beberapa hal. Sampai bertemu nanti malam :*

Dear, Mr. JeonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang