part 11

5.8K 270 1
                                        

Dua hari setelah adegan manis itu Elin dan adrian tidak merasa malu melakukan adegan romantis lagi. Seperti saat ini,di ruangan kerja adrian mereka menikmati makanan berdua dengan saling suap-suap an. Bahkan mereka tidak sungkan ketika terciduk siska dalam keadaan mesra. Ya ,berita tentang mereka telah menjadi resmi sepasang kekasih memang telah terdengar di kalangan karyawan. Tak hanya pujian manis bahkan nyinyiran un-faedah pun menjadi makanan telinga Elin di kantor adrian. Tetapi bukan Elin kalau mendengar kan semua ocehan itu dalam kepalanya.

"Aku udah selesai dengan kerjaan di sini. Kalau kita pulang lebih awal dari jadwal mu gimana?"tanya adrian sedang meminum kopi buatan Elin yang pas di lidahnya. Elin memang selalu hapal kesukaan seseorang.

"Boleh aja. Nanti malam aku mau hubungin daddy untuk kasi tau kalau aku pulang cepat. Soalnya dia tau dari prili kalau jadwal aku pulang dua minggu lagi."jawab Elin membereskan bekal makanan.

"Iya. Habis ini mau langsung pulang?"
"Iya. Baju di rumah belum di cuci tadi. Soalnya kan jadwal ke pasar tadi"jelas Elin.
"Mau aku antar? Aku juga tidak sibuk?"

Tok.Tok.Tok.

"Hai?Maaf bos? -siska mempersembahkan gigi putihnya- pak eko yang kemarin datang mau lihat barang yang di pesannya untuk hotelnya. Dia mau langsung di layan sama bos?"jelas siska.

"Oke,layan dia sebentar"
"Baiklah"siska keluar ruangan.

"Maaf ya?"adrian merasa tidak enak.
"Gak apa. Aku pulang dulu ya?"Elin pamit berdiri.

Adrian langsung berjalan memeluk Elin.

"Love you"
"Iya"

---

Elin memperhatikan sekitarnya di depan rumah. Dari keluar toko adrian dia merasa sedikit aneh. Perasaannya menjadi kurang tenang.

"Ada apa ya?kok rasanya kurang enak?"

Humph!

Elin merasa sesak di dadanya. Meronta-ronta dengan tubuh nya yang di regang kuat dan mulut yang di tutupi kain. Bau menyengat di hidungnya membuatnya pusing. Gerakan tubuhnya mulai melemah secara perlahan dan kegelapan melandanya.

"Beres!"

---

Adrian pulang dengan jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 19.20. Mobil mendarat mulus di halaman rumahnya. Alis nya mengerut. Melihat keadaan rumahnya gelap gulita.

"Apa Elin ketiduran? Tidak biasanya lampu gelap sampai jam segini?"

Adrian masuk kerumah. Memutar knop pintu.

Clek!

dikunci

"Elin kemana?"adrian mengambil kunci dari saku celananya.

Sesaat dia bergeser ke kanan untuk membuka kunci. Kakinya menyentuh tempat bekalan yang Elin bawa. Ia menunduk mengambilnya. Wajahnya langsung pucat. Ketakutan dan kegelisahannya yang dari tadi semakin menjadi. Dia langsung membuka pintu. Menghidupkan lampu,berlari menyusuri setiap rumah. NIHIL.

"Sialan!" Adrian geram. Dia telah memperkirakan belina adalah tersangka utamanya.

Adrian mengambil hp nya dan mencoba menghubungi no hp Elin. Hanya suara wanita operator yang menjawabnya. Tak habis akal dia menghubungi no jam hp Elin yang di berikannya dulu untuk persiapan.

Tut.tut.

"Adrian?Aku di culik belina?"suara berbisik di seberang yang terdengar gelisah ketakutan. Elin.
"Aku akan melacak jam kamu. Kamu tenang aja"adrian menenangkan Elin dengan tersenyum getir.
"Cepat!mereka ingin membawa ku untuk di jual?"bisik Elin lagi. Suaranya semakin terisak.

Adrian yang mengendarai mobil cukup laju tidak peduli lampu merah lalu lintas menyala di depannya.

"Aku ke sana secepatnya. Kamu jangan khawatir. Aku udah di kantor polisi sekarang"

Adrian berlari menuju tempat pelaporan.

"Pak!istri saya di culik dan mau di jual!"teriak adrian setiba di meja pelaporan.
"Oh! Tenang dulu pak! Bisa jelaskan secara rinci!"pinta polisi yang tidak terlalu memperhatikan keadaan adrian.
"Saya tidak punya waktu pak! Sekarang siapkan saja anggota anda! Ikut saya! Saya udah melacak keberadaan istri saya!"bentak adrian
"Oke!baik lah! Apa penculiknya menelepon anda?"polisi mulai gelisah
"SEKARANG !!"teriak adrian.

Polisi yang terlalu kaget,bukan membuat tenang semakin membuat keadaan runyam.

"Tolong sopan pak! Di sini kantor!"bentak polisi
"Saya tidak peduli! Kalau anda terlalu mengulur waktu saya bisa membuat anda di pecat!karena kepala polisi di sini_"

"Yo!ada apa bro! Gue liat lo bingung gitu?"kepala polisi_arga wijaya.
"Selamat malam pak!"polisi bagian pelaporan memberi hormat.

"Ga!bantu gue! Bini gue di culik!dan dia mau di jual! Gue minta bantuan anggota lo buat nyergap!"suara adrian tegas tapi masih terdengar bergetar.

arga yang melihat itu. Masih terlihat tenang.

"Ricky! Panggil empat anggota lapangan. Siapkan satu mobil untuk mereka. Ikuti kami di depan nanti!"perintah tegas arga.

Ricky_polisi bagian pelaporan itu sedikit bingung tetapi bergegas melaksanakan tugasnya.

"Ayo!"

Arga dan adrian langsung berlari masuk ke mobil adrian. Di belakangnya ada mobil polisi yang mengikuti.

"Lo udah lacak jam hp nya?"tanya arga menyetir mobil adrian dengan kecepatan penuh.
"Udah! Sekarang dia ada di pelabuhan soekarno hatta. Dia mau di jual katanya? Penjualan manusia"jelas adrian
"Wow! Sekali nyelam minum air. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui"arga tersenyum penuh arti.
"Maksud lo?"adrian bingung dengan perkataan ambigu arga.
"Kasus penjualan manusia udah cukup meresahkan kami di sini. Jadi kami di kantor juga lagi mengusut kasus ini"jelas arga.
"Gue gak peduli!"Adrian masih terlalu gelisah. Telepon nya dengan Elin masih terhubung.

"Sabar sayang? Aku udah mau nyampai?"ucap adrian di hp sesekali melihat jalan yang mulai masuk ke area pelabuhan.
"Iya"bisik Elin.

My Lovely Maid (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang