A secret

2.4K 183 14
                                        

Seperti biasa, seungmin terbangun tengah malam. Ia menoleh ke samping, felix tertidur pulas sambil memeluk bonekanya.

Seungmin memutuskan untuk keluar menuju dapur, tiba - tiba tenggorokan nya terasa kering.

begitu melewati ruang musik, ia mendengar seperti sesuatu di ketuk - ketuk kan pada lantai.

karena penasaran, seungmin mengintip dari celah pintu. Disana ia bisa melihat adik kecil nya yang sedang berbaring di sofa dengan sepasang headshet yang menyumpal telinga.

Tangan jeongin yang menggantung di lantai mengetuk kan bolpin yang ia pegang ada lantai mengikuti beat musik yang ia dengarkan.

seungmin berjalan mendekat dan duduk di pinggiran sofa.

merasa ada pergerakan, jeongin membuka matanya dan melepas headshet nya. ia terduduk, di ikuti seungmin di sampingnya.

"Jeongin kenapa belum tidur?"

"Tadi udah." jawab jeongin singkat.

"Besok sekolah? " tanya seungmin lagi,

"Iya."

Lagi - lagi jeongin hanya menjawab singkat pertanyaan nya. Seungmin tau, ia tak sebodoh itu untuk menyadari letak kesalahan nya. Kesalahan yang membuat jeongin menjadi sosok yang dingin seperti ini.

"Maaf." cicit seungmin sambil menunduk.

"Buat?"

"M - maaf, aku deket sama hyunjin. Aku tau kok, kamu berubah sejak aku sering deket sama hyunjin. Kamu tenang aja, aku nggak ada niat buat ngerebut hyunjin dari kamu."

Jeongin masih terdiam, membuat seungmin semakin merasa bersalah.

seungmin di abaikan memilih beranjak sebelum jeongin menarik pergelangan tangan nya dan jatuh terduduk di samping jeongin.

"A - aw,! s - sakit jeong."

jeongin beringsut mendekat dan memegang kedua bahu seungmin.

"Lo tau gue berubah sejak liat lo sama hyunjin deketkan." tanya jeongin yang di angguki seungmin.

"Gue nggak suka lo deket - deket hyunjin."

"Gue, gue cemburu min." gumam jeongin.

seungmin tersenyum hambar, "Aku nggak akan deketin hyunjin lagi kok, hyunjin cuma punya jeongin."

Jeongin menatap seungmin dalam, lalu menarik yang lebih tua mendekat. Dan memeluknya.

"Lo nggak paham min." bisik jeongin sambil menghela nafas.

"nggak paham apa?"

" Mau tau rahasia?" tanya jeongin.

seungmin mendongak dan berkedip polos, "Rahasia apa."

"Gue seme. Dan gue cemburu lo deket sama hyunjin karena gue suka sama lo min."

mendengar hal itu, seungmin berusaha melepas pelukan nya. Tapi jeongin malah menariknya lebih kuat, hingga akhirnya seungmin berada diatas tubuh jeongin yang kembali berbaring di sofa.

"J - jeong, lepasin." wajah seungmin memerah menyadari posisi mereka yang terlalu dekat.

"Kenapa, bukan nya kemaren - kemaren lo suka gue peluk. Gue ndusel juga lo biasa aja. "

wajah seungmin semakin memerah saat tangan nakal jeongin mulai mengusap punggungnya.

Tidak. Ini bukan jeongin. Jeongin itu manis, penurut, dan menggemaskan.

jeongin terkekeh dalam, sungguh jeongin saat ini berbeda dengan jeongin saat di depan kamera.

seungmin masih terpaku pada seringaian kecil jeongin,

"Min, jadi pacar gue ya." ucap jeongin yang lebih tepatnya pernyataan.

seungmin menenggelamkan wajahnya yang memerah padam hingga telinga pada dada jeongin, dan mengangguk samar.

Jeongin tak bisa menahan gemas saat melihat seungmin yang malu - malu.

Ia memeluk tubuh seungmin lebih erat dan mengusap rambut yang lebih tua.

"Ayo tidur, selamat malam." bisiknya.

"selamat malam "

"Min"

Seungmin mendongak,

"Nggak mau ngasih ciuman selamat malam?"

Ya ampun, jeongin benar - benar sudah terkontaminasi ke mesuman hyunjin.

tapi seungmin menurutinya ia mengecu ujung bibir jeongin dan langsung kembali menunduk, membuat jeongin tertawa lepas.

Menggemaskan.






Fin.
Req by anaknyabbangkyu

sweet things [straykids]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang