Tsundere

970 112 4
                                        

" M - minho sunbaenim, aku menyukaimu "

Jisung menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan yang ia tumpu kan di atas meja. Merutuki kebodohan yang baru saja ia lakukan.

Bagaimana bisa ia menyatakan cinta pada senior nya yang terkenal se antero sekolah.

Ia malu jika mengingat bagaimana minho yang mengabaikan cokelat dan ungkapan perasaanya di kantin, lalu meninggalkan nya begitu saja.

Membuat dirinya jadi bahan tertawaan seisi kantin dan bahan ejekan para kaum hawa yang juga mengagumi seniornya itu.

Lee Minho. Tampan, pandai, dan famous di kalangan para siswa atau bahkan mahasiswa.

Apa salah jisung menyukainya?

Tentu saja tidak, hanya saja popularitas yang membuat nya jauh dari kriteria.

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, ia segera berkemas dan berjalan pulang.

Ia terus berjalan sambil menundukan kepalanya, berusaha mengabaikan tatapan meremehkan para siswa lain di sepanjang koridor. 

Begitu kakinya menapak lapangan basket, seseorang menarik tas nya kuat hingga terjatuh.

"Ups nggak sengaja " ucap nancy sambil tertawa meremehkan.

Ucapan gadis itu kencang, hingga menarik atensi para siswa untuk berkumpul dan menyaksikan nya.

Gadis itu menarik paksa tas Jisung dan menginjak injak nya di tanah. Sembari mulutnya tak berhenti mengeluarkan makian,

"Lo sadar diri dong, mana mungkin Minho mau sama lo. Perlu kaca nggak lo?" kembali gadis itu berucap lantang, sebelum seseorang menepis tangannya dan menuntun Jisung untuk berdiri.

"Bisa, tolong jangan sentuh hak kepemilikan saya?" 

Semua yang ada di lapangan terkejut mendengar ucapan Minho yang sekarang menggenggam tangan Jisung.

Jisung mendongak menatap Minho tak kalah terkejut, sekilas ia melihat senyum tipis di bibir senior tampannya itu.

" Hari ini, saya Lee Minho mengklaim Han Jisung sebagai pacar saya. Barang siapapun yang berani mengusiknya, saya anggap kalian sedang mengibarkan bendera perang."

Nancy berdecak kesal karna nya ,

"Oh ya, nona Nancy. Apa anda butuh cermin? Sadar kan, anda sama sekali tidak cocok dengan kriteria saya"

Tutup Minho sebelum melenggang pergi bersama tangan Jisung yang masih di genggamnya.

"Kamu baik - baik aja?"

Jisung mengerjap bingung, ia menatap lamat wajah tampan itu.

" A - aku, baik - baik saja" jawabnya lirih sambil menunduk.

"Syukurlah, aku takut pacarku kenapa - napa."

Ucapan enteng Minho sanggup membuat jantung Jisung berpacu 2x lebih cepat, dan jangan lupakan wajahnya yang memerah hingga ke telinga.

Minho terkekeh dan mengusap surai lembut adik kelas, sekaligus kekasihnya itu.

"Kamu manis sung, serius."









Fin.

sweet things [straykids]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang