" Iya bentar lagi yang" dihitung, sudah 4 kali Minho mengatakan kalimat itu ketika sang istri berusaha membangunkannya.
Jisung menghela nafas singkat, netra monoloid nya menilik jam digital diatas nakas.
06 : 45
Oh, ayolah. Ini sudah waktunya sarapan.
"Minho bangun, katanya kamu mau buangin sampah dulu." seru sang istri kembali.
Kali ini Minho terduduk,
" Oh iya" ujarnya sambil beranjak,
"Habis itu langsung mandi ya!" teriak Jisung yang langsung di setujui oleh suaminya.
Dengan telaten Jisung merapikan kembali tempat tidur nya dan beranjak ke dapur.
"Kok nggak ada apa - apa? " gumam nya ketika membuka kulkas nya.
"Kenapa?" tanya Minho melihat istrinya bergeming di depan pintu kulkas.
"Kamu cuti kan hari ini? " tanya Jisung memastikan,
"Iya sayang, kenapa?" jawab Minho sembari mengusak surai nya yang basah setelah mandi.
"Temenin aku belanja ya? "
"Ya udah kamu bangunin anak - anak, aku mau panasin mobil dulu"
Jisung tersenyum senang, ia sedikit berjinjit dan mengecup pipi suaminya.
"Siap bos " dengan gestur hormat, Jisung menampilkan cengiran khas nya yang selalu berhasil membuat Minho gemas.
Minho beserta keluarga kecil nya sudah siap di mobil menuju supermarket untuk belanja stok bulanan.
Minho menggendong putri nya dan Jiho, putra sulung mereka dengan sigap mengikuti Jisung sembari mendorong troli belanjaan.
" Telur, roti, keju, daging, brokoli, bawang , susu . Oke, udah semuanya." ucap Jisung sambil menge cek ulang daftar belanjanya.
"Kamu nggak beliin makan, kucing - kucing aku yang? "
Jisung menggeleng, "Enggak, ya udah kamu ambil aja. Aku mau nemenin anak - anak ambil snack"
Setelah nya Jisung mengambil alih putrinya, dan membawanya ke rak yang penuh snack diikuti oleh Jiho di belakang nya.
Jiho menggigit bibir bawahnya cemas. Bagaimana tidak, Minho membawa banyak sekali whiskas, soft drink, mainan kucing, hot pot, steamboat dan beberapa ramyeon. Ia berharap sang ibu tidak akan mengamuk setelahnya, tapi kali ini tuhan tidak mengabulkannya.
Sejak keluar dari supermarket hingga sampai di rumah, Jisung tidak berhenti mengomel karena tindakan Minho yang boros. Bukan apa - apa, pasalnya Minho membeli mainan kucing yang sama dengan yang dia beli tempo hari.
Kata nya, kan kucingku tiga yang, masa mainannya cuma satu .
Dan lagi soal soft drink dan makanan instant lainnya. Jisung tidak habis fikir, Minho berprofesi sebagai dokter syaraf. Tapi mengapa suami nya itu malah mengidap gangguan syaraf? Bukan kah ia tahu bahwa makanan sejenis itu sangat tidak sehat jika konsumsi?
Karena sebal, Jisung membiarkan Minho di kandang kucing. Bahkan ia juga menyuruhnya makan mainan kucing saja,
Tapi tentu Jisung tidak sejahat itu pada suaminya. Setelah makan siang siap, ia menghampiri suaminya
"Ayo makan siang, "
Minho bergeming sembari menatap istrinya, membuat Jisung menghela nafasnya dan berjongkok di depannya.
"Jangan bikin aku beneran marah, ayo makan. Kesalahan kamu emang perlu di koreksi. Jangan di ulangi lagi.
Minho tersenyum, iya memang begitu karakter Jisung. Biar pun dia marah, tapi tak pernah benar - benar mengabaikannya.
Fin.
KAMU SEDANG MEMBACA
sweet things [straykids]
Cerita Pendek[ slow update ] Short story of straykids couple !!Warn : Boys love
![sweet things [straykids]](https://img.wattpad.com/cover/157390146-64-k236791.jpg)