Hari ini Neisya memutuskan untuk sekolah, meskipun ia sudah malas rasanya untuk bersekolah. Ia lelah terus-terussan mendengar makian dari orang-orang sekitarnya.
Neisya masuk kelas yang sudah hampir dipenuhi semua teman kelasnya.
"Eh, ada anak koruptor dateng. " Clara datang menghampiri Neisya yang baru meletakkan tasnya di meja.
Disertai Vina yang berada di sebelah Clara dengan kedua tangan yang terlipat.
"Udah selesai sakitnya? " Tanya Clara dengan senyuman sadis nya.
Neisya memilih untuk duduk dan membaca novel daripada meladeni orang yang tidak penting bagi nya.
"Ahh shit!! " Teriak Neisya.
Sehelai rambut Neisya dijambak oleh Clara dengan kasar, membuatnya terkejut hingga berteriak.
"Kalo orang nanya itu dijawab, bukan malah diem! " Ketus Clara mendekatkan wajahnya.
"Tau' nih, gak ada telinga kali'. " Seru Vina.
Clara meraih telinga Neisya, tak tanggung-tanggung, ia menariknya hingga membuat Neisya meraung kesakitan.
"Sakit!! " Ringis Neisya menahan perih di telinganya.
"Jawab pertanyaan gue atau telinga lo lepas di tangan gue. " Ancam Clara.
"Iya, gue udah selesai sakit. Sekarang lepasin tangan lo. " Pinta Neisya dengan suara yang lirih.
Clara melepaskannya, "Gitu dong. Kalo dari tadi kan gak perlu main kasar. "
"Btw, lo ngapain pake acara sakit segala? Dasar lebay, baru aja digituin semalem. " Ucap Vina.
"Lo gak lagi akting kan di depan pahlawan lo yang sok jago itu? " Tambah Clara.
"Pahlawan? " Ulang Neisya.
"Iya, Ghana. Pahlawan kemaleman lo itu. "
"Ada apa dengan gue? " Sahut Ghana datang secara tiba-tiba.
Membuat Clara tak berkutik dan cemas akan perkataannya tadi.
"Ehmm, itu... Anuu.. Gue itu... Emmm.. Itu.. " Clara gugup untuk menjawab. Sedangkan Vina tidak tau harus membantu apa.
"Sana. " Ghana mengusir mereka berdua dengan dagu yang ia arahkan untuk pergi.
Keduanya takut dan segera mengangguk dan pergi.
Neisya terpaku diam saat Ghana lagi lagi menolongnya. Bukan menolong, tapi setidaknya peduli.
"Lo gak pa pa? " Ucap Ghana dengan wajah datar.
Demi apapun, pertanyaan Ghana ini membuat Neisya ingin pingsan seketika. Sejak kapan si batu bisa selembut ini. Ingin rasanya Neisya berteriak kegirangan.
"Lo denger gak? " Ghana menyadarkan Neisya dari lamunan nya.
Neisya tersadar dengan cepat dan juga wajah yang merah merona, "Ii.. Iya, gue gak pa pa. Makasih. "
"Atas? "
"Lo selalu nolongin gue. " Jawab Neisya cepat.
Namun Ghana tersenyum miring, "Gue nolongin bukan dari hati, tapi karena mama. Dia nyuruh gue jagain lo, bukan semata mata gue baik sama lo. "
No!!! Pernyataan itu menyakitkannya lagi, baru saja ia senang, tapi dipatahkan lagi karena alasan yang sama sekali tidak terpikir olehnya.
Sehabis membuat Neisya terdiam, Ghana pergi meninggalkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GASYA
Sonstiges"Selama ini gue udah punya pacar. " Ucapnya tidak melihat wanita yang ada dihadapannya. "Si.. Siapa? " Alghana Mahendra Edward mendekati seorang wanita bernama Neisya Clessy Amora dengan niat hanya untuk menjadikannya korban. Neisya Clessy Amora...
