11

2.1K 236 12
                                        

-Silakan diputar agar lebih berasa-

Taeyong pov.

Seperti kilatan listrik yang menjalar keseluruh tubuhku.
Kilatan yang membuat saraf-saraf, pembuluh darah, jantung dan organ-organ lainnya berjalan normal dengan layaknya sebelum tragedi 8 bulan yang lalu.

Kilatan yang membuat jantung kembali berdegup meminta kehidupan.

Efek kilatan yang membuat tubuhku mulai bergerak alami seperti sedia kala hingga kedua kelopak mataku mulai terbuka kembali setelah 8 bulan lamanya tertutup.

Aku kerjapkan beberapa kali kedua mataku untuk menyesuaikan cahaya terang yang menusuk langsung kedua netraku.

Sakit, itulah rasanya.

Beginikah rasanya terlalu lama terjebak didalam kegelapan?

Aku mulai dengan perlahan membuka kedua mataku untuk menyesuaikan apa yang aku lihat.

Putih.

Ia, putih.

Yang aku lihat putih. Semuanya putih.

Didalam benakku---aku kebingungan.

Sebenarnya...

Dimanakah aku?

Aku melihat disekelilingku dengan wajah berkerut kebingungan.

Dimana aku?

Tempat apa ini?

Apa ini sebuah ruang putih tanpa ujung?

Saat aku tengah sibuk menggerakkan kepalaku kesegala arah untuk mencari jalan keluar.

Tiba-tiba..

Aku melihat-- dua buah objek yang berjalan tak jauh dariku.

Ralat. Mereka mendekatiku.

Aku mengerenyit bingung. Siapa mereka?

Kedua objek yang ternyata adalah sesosok laki-laki dan perempuan yang tidak begitu tua sudah berdiri tak jauh dariku dengan senyuman tulus yang terpampang nyata diwajah mereka.

Tunggu! Sepertinya aku mengenal mereka berdua?

Namun dimana?

"K-kalian siapa?" Tanyaku ragu-ragu.

Sosok laki-laki dan perempuan tersebut saling melempar pandang lalu menatap kembali kearahku.
"Kau lupa ya?" Tanya sosok perempuan lembut.

Aku mengernyit bingung.

"Tentu saja ia lupa sayang. Dia sudah tertidur selama 8 bulan lamanya" ucap sang laki-laki.

Aku menaikkan satu alisku, Apa maksudnya?

"Bisakah kalian menjawab pertanyaanku?" Tanyaku tak mengerti dengan kebelitan yang mereka buat.

Sosok perempuan itu tertawa pelan, lalu mendekat kearahku.
"Berikan tanganmu"

"Hm?" Tatapku bingung.

Perempuan tersebut meraih tangan kananku dan tersenyum tulus. "Akan aku buat kau mengingatnya kembali"

Seketika itu aku mulai mendengar suara jeritan seorang perempuan minta tolong didalam pikiranku.

Ah-- apa ini?

Kemudian, aku menutup kedua mataku. Seperkian detik aku samar-sama mendengar suara air yang deras dan juga-- suara kemercik api tapi jangan lupakan suara jeritan itu-- semakin jelas aku dapat mendengarnya.

HANTU TAMPAN ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang