🌙 - day.1

338 55 16
                                        


day 1
Thursday
11 june .

hari kutukan itu datang, Nayoung bangun di hari ini, hari 'kutukan' pertamanya.

ia mengerjap di kasurnya, mengumpulkan nyawanya sampai penuh, lalu berjalan gontai menuju kamar mandi.

hari kutukan pertama, ia harus akrab dengan Renjun.

sekalinya Renjun, tetap harus Renjun, ia tidak boleh mengganti target.

memang kesal, tapi hanya ini yang bisa ia lakukan supaya hari nya kedepan tidak menjadi kutukan kembali.

🌙

sekarang ini istirahat, Nayoung masih terduduk kaku di mejanya, ia menyesal karena memilih Renjun, pada dasarnya ia sama sekali tidak akrab dengan Renjun, sangat jarang berbincang, mungkin berbincang kalau ada tugas kelompok saja.

Nayoung kehabisan ide, apa yang harus ia lakukan?

Riyeon tidak masuk, kepada siapa ia harus meminta saran?

Nayoung berantakan sekarang, ia hanya bersender di pohon taman sekolah sambil menatap langit.

"Hei,"

tayo:(.g.

Satu panggilan, berhasil membuat Nayoung mengerjap.

Ia terkejut, berusaha membenarkan pandangannya apakah itu benar benar orang yang sedang ia cari.

Huang Renjun.

🌙

"Hahaha, lu laper ya?" Canda Renjun, membuat seulas senyum di wajah Nayoung.

Nayoung masih sibuk dengan roti pemberian Renjun barusan. Ia yang melewatkan sarapan tentu saja lapar.

"Daritadi ngapain disini? Sendirian, terus kayak lagi mikirin sesuatu"

Ya itu gara gara kamu.

Nayoung berusaha sekeras mungkin untuk tidak mengeluarkan kata kata tersebut.

"mau jalan jalan? lumayan kan buat nenangin suasana hati" tawar Renjun, menjadi sesuatu yang berharga bagi Nayoung. ini kesempatan.

"y- ya! ayo!" Nayoung mengeluarkan kata itu tanpa ia pikir, entah apa yang terjadi dengannya.

"wow"
"langsung dijawab" tawa Renjun singkat.

"kalo gitu, ayo ikut"

entah kenapa, ini pertama kali Nayoung merasa gugup tangannya ditarik oleh seorang laki laki.

🌙

Nayoung menatap Renjun kosong, laki laki bergingsul itu tampak damai memberi makan ikan di taman sekolah.

"Lu.. kenapa?" Tanya Renjun, ragu ragu.

Nayoung mengerjap, kemudian menatap mata Renjun lamat lamat.

"ngga apa apa, emang kenapa?"

"Kayak ngga punya semangat hidup" kata Renjun, kemudian tertawa renyah.

ya, apa gunanya aku hidup memangnya?

"Biasa aja sih"
"keliatan banget ya? emang gua kenapa?" Tanya Nayoung.

"Dari kemaren diem terus, padahal biasanya jadi toa sama Riyeon. Habis itu kemaren lu ngeliatin Jaemin terus, ada hubungannya sama Jaemin kah?" Tanya Renjun lagi.

[✅] 15 days, renjun Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang