🌙 - day.4

192 54 10
                                        

day 4
Sunday.
14 june

“Bunda? Ngapain?”

“bawa ini”

“nggak!”

“bawa atau keluar dari rumah ini?”

Nayoung menyerah.

Bayangkan saja, jam 4 pagi ini, bunda Yoona dengan seenaknya menerobos pintu kamarnya lalu membawa pisau. Mengagetkan Nayoung yang sedang bermain hp di bawah selimut sejak jam setengah 4.

“buat apa sih, bunda?” tanya Nayoung, sembari mengambil pisau itu dari tangan bundanya dengan hati-hati.

“Renjun”

“h-hah?!”

Bunda Yoona menatap Nayoung tajam. “memang kamu mau bunuh Renjun pakai apa?”.

ya ampun, bunda..

bawa saja pisau ini, kalau lusa kamu belum dapetin Renjun, bunda ganti pakai pistol” ujar Bunda Yoona.

“Bunda!”

“Masih mau bilang ‘nanti aja?’ ” perkataan bunda Yoona membuat Nayoung terdiam, ia tidak bisa menangkis perkataan bundanya itu.

“Y-yasudah..” Nayoung lebih memilih mengalah.

“Kapan ketemu Renjun lagi?” tanya bundanya.

“senin” jawab Nayoung seadanya.

Bunda Yoona menatap Nayoung intens, lalu menuju pintu kamar Nayoung.

“waktumu tersisa 11 hari, ingat itu” ujar bunda Yoona, setelah itu menutup pintu kamar Nayoung.

🌙

“haah.. haah”

Nafas Nayoung tersengal sengal, ia terduduk di pinggir trotoar dengan tangannya yang memeluk lutut. Setelah itu meneguk botol air putih yang tadi ia beli.

Minggu pagi adalah saat yang cocok untuk jogging dan hanya sekedar jalan. Sebenarnya Nayoung malas melakukannya, tapi entah kenapa Bunda Yoona terus menerus membujuknya untuk melakukan jogging pagi ini. Daripada keberisikan dengan omelan bunda Yoona yang menyuruhnya jogging, ia lebih baik angkat kaki dari rumah, mengikuti saranㅡtidak, itu suruhan. Suruhan Bunda Yoona.

Nayoung memijat mijat kakinya yang terasa pegal. Ia hanya duduk di kursi sembari melihat orang orang berlalu lalang.

Jam 7 masih pagi bagi Nayoung, jadi ia mengurungkan niatnya saat mau pulang.

“Nayoung?”

Nayoung mengangkat kepalanya, tersadar saat ada seseorang memanggil namanya.

ya ampun, dia lagi?

🌙

Kutuk Nayoung sekarang, ia benar benar tahu penyebab Bunda Yoona menyuruhnya kesini.

Lagi lagi, ia bertemu Renjun.

“Ngapain?” tanya Renjun, disertai senyuman andalannya.

“jalan aja” jawab Nayoung pendek.

Renjun yang memakai training hitam disertai handsfree yang menempel di telinganya, membuat Nayoung tak perlu bertanya apa yang habis dilakukan Renjun, pasti Renjun juga habis jogging.

Hahaha, ketemu mulu ya kita” Ujar Renjun disertai tawa renyahnya.

gara gara bunda, ugh.

Harusnya Nayoung curiga kenapa bunda Yoona tiba tiba menyuruhnya kesini. Nayoung tengah merutuki dirinya sendiri saat ini.

bodoh!

🌙

Akhirnya Nayoung lolos dari Renjun, dia merasa canggung bila berada di samping Renjun.

Tidak ada perasaan ingin membunuh, tidak.

Nayoung tidak seperti bundanya.

Bunda itu psikopat.

🌙

“Kenapa kamu malah kabur?”

Nayoung hanya melewati bundanya begitu saja. Ia sudah tahu akan disemprot seperti ini.

“Bunda sudah baik, bunda ngasih kamu kesempatan buat ketemu Renjun, pas ketemu kamu malah kabur gitu aja?”

“aku capek bunda”

“apa?”

Capek, bunda maksa terus.

“capek, habis jogging” jawab Nayoung, ia tak yakin untuk mengeluarkan isi hatinya.

“kalau begitu kamu bunda kasih waktu 10 hari saja” bunda Yoona mengomel, sementara Nayoung sendiri pergi ke kamar merapihkan penampilannya.

🌙

[✅] 15 days, renjun Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang