day 5
Monday
15 june
“Nayoung, makan” panggil bunda Yoona dari bawah.
Nayoung yang baru saja selesai memakai seragam sekolah mengernyit heran, tumben sekali?
Mengecek keanehan tersebut, Nayoung turun kebawah, ke ruang makan. Disana ada bundanya sedang tersenyum, sembari memegang makanan kesukaan Nayoung, spaghetti.
“kenapa?” tanya Nayoung.
“ayo makan, kamu mau sekolah kan” ujar Bunda Yoona sambil tersenyum, yang terlihat menyeramkan dimata Nayoung.
“bunda kok? Tumben sekali?” Nayoung tidak yakin yang dihadapannya ini adalah bundanya.
Karena pada biasanya, Yuta yang akan memasak sarapan. Atau, Nayoung sendiri yang memasak sarapan.
Jika bunda yang memasak, rasanya... sangat ganjil.
Tetapi aroma spaghetti adalah kelemahan Nayoung, ia seakan tersihir untuk memakan makanan kesukaannya itu.
Ia segera mengambil garpu, lalu menyerbu spaghetti buatan bundanya.
“enak? makan yang banyak ya, habiskan” ujar Bunda Yoona.
Nayoung hanya mengangguk, bingung sebenarnya, namun ia tetap menikmati makanannya.
Setelah menghabiskan makanannya, Nayoung refleks berdiri, setelah itu berlari ke kamarnya, mengambil pisau pemberian bunda Yoona kemarin.
Setelah itu, ia langsung keluar rumah.
“mau kemana?” tanya bunda Yoona, sedikit berteriak.
“sekolah” jawab Nayoung yang masih ada di depan pintu, sedang memakai sepatu.
“itu pisaunya untuk apa?” bunda Yoona mengetes.
“Renjun!” seru Nayoung, setelah itu ia menghilang dari balik gerbang.
“bagus” gumam Bunda Yoona kecil.
Nayoung bodoh, tentu saja makanan itu telah dicampur sesuatu oleh Bunda Yoona.
🌙
06.50, sekolah
Pusing.
Satu kata yang bisa mendeskripsikan yang sedang dirasakan Nayoung sekarang. Padahal 10 menit lagi bel masuk
yah, mungkin itu pengaruh obat bundanya tadi pagi.
“aneh, tadi aku ngga ngapa ngapain kok” gumam Nayoung pelan pada dirinya sendiri.
Nayoung membuka tas nya, berharap membawa obat obatan kecil.
zonk, tidak ada. Nayoung pun menutup kembali tasnya.
hei, tunggu.
Dahi Nayoung berkerut,
Apa yang ia lihat di tasnya tadi?
Ia membuka kembali tasnya. Melihat barang yang ia lihat tadi.
Pisau..?
“tunggu, buat apa gua bawa pisau kesekolah?” Nayoung berkata kepada dirinya sendiri.
“Pagi, Nayoung”
Satu suara itu membuat Nayoung menutup tasnya, lalu mendongak mencari sang pemilik suara.
Renjun.
Seolah tersihir, Nayoung langsung membuka mulutnya, matanya seakan berubah menjadi ungu.
“Istirahat nanti, temuin gua di gerbang selatan sekolah” ujar Nayoung pelan.
“buat apa?” tanya Renjun, bingung.
“liat aja nanti” Nayoung dengan senyumannya.
Oh, obat bunda Yoona sangat ampuh. Nayoung benar benar tidak sadar sekarang.
Sementara Renjun, hanya mengangguk, tanpa ada kecurigaan sedikitpun.
🌙
![[✅] 15 days, renjun](https://img.wattpad.com/cover/174513025-64-k287889.jpg)