🌙 - day.6

178 47 13
                                        


day 6
Tuesday
16 june

“Ini gimana?”

Renjun tidak henti-hentinya tersenyum saat Nayoung kesusahan memotong wortel.

Memasak adalah siksaan hidup bagi Nayoung.

Tetapi hari libur begini, daripada diceramahi oleh bundanya, lebih baik pergi ke rumah Renjun, belajar memasak. Setidaknya itu bermanfaat.

Walaupun hanya sebagai pencitraan dari alasannya kemarin.

🌙

“lu tuh.. ampun deh ya” seru Renjun sambil tertawa meledek melihat masakan Nayoung yang lagi-lagi gagal.

“terserah, gua capek!” Nayoung angkat tangan, ia menyerah.

Renjun membuang napas, kemudian melihat Nayoung yang kesal karena masakannya sendiri.

“cobain gih, siapa tau enak” Renjun mencoba membuka pembicaraan.

“Nggak! Udah gosong begini dimana enaknya?”

Kesal, Renjun memotek salah satu bagian makanannya, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri.

“renjun!” seru Nayoung, ia takut masakannya mengancam keselamatan perut Renjun.

Renjun malah menelan makanan itu sampai habis tanpa perubahan muka.

“enak?” tanya Nayoung, meskipun ia sudah tau jawabannya.

“nggak” jawab Renjun sambil tersenyum, memamerkan gingsulnya.

“udah dibilangin, kalo perutlu sakit gua gamau tanggung jawab” seru Nayoung.

“eh, ortu-lu dimana btw?” tanya Nayoung yang menyadari sedari tadi orang tua Renjun tidak muncul.

“e-em.. di- di Cina” jawab Renjun, yang dibalas anggukan oleh Nayoung.

🌙

“gimana?”

“aku nggak mungkin bunuh dia di rumah dia sendiri, bunda” Nayoung sangat gemas, baru juga pulang , bundanya sudah menyambut dengan kata ‘gimana’.

“halah, paling tadi kamu malah modus kan sama dia berdua dirumah?”

“bunda!” Nayoung kesal, saat ingin memelototi bundanya, ia malah ditatap dengan tatapan mencekam, membuatnya takut.

“kamu itu nggak bisa dijadiin pembunuh” ujar bunda Yoona.

“aku bukan psikopat” jawab Nayoung datar, kemudian memasuki kamarnya yang berada di lantai dua.

🌙

“jadi tadi kamu nggak ngapa-ngapain?”

“ma-maaf ma..”

“udah mama kasih ruang biar kamu gampang nyelesainnya, kamu malah ngulur waktu?”

“udahlah Renjun, mending kamu korbanin diri kamu sendiri” seru wanita itu, kemudian memasuki kamarnya.

Sementara anak lelaki yang sedari tadi menunduk, hanya menghela nafas  berat.

🌙

hayoo🌚

meori apeudAa:')

[✅] 15 days, renjun Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang