04 : Incomprehension

8.2K 938 78
                                        

"Jadi, nama pria yang selalu memberimu bingkisan misterius itu Jeon Jung Kook?!" pekik Eunha.

Setelah mendengar penuturan Jiyeon beberapa waktu yang lalu mengenai siapa gerangan orang yang selalu memberinya bingkisan dengan isi didalamnya bukan main-main, Eunha tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya lagi. Biasanya, Eunha selalu bisa mengontrol ekspresi jeleknya ketika terkejut untuk menjaga image. Tapi, perlakuan Jiyeon kali ini sukses membuat seluruh pasang mata dikelas menatapnya dengan heran dan bingung. Seolah-olah berkata 'tidak biasanya Eunha berteriak'.

Mungkin maksudnya, tidak biasanya Eunha berteriak didepan umum. Jika sudah bersama Jiyeon, ia seperti orang kerasukan setan.

"Bisakah kau bersikap biasa saja, huh? Kenapa harus berteriak," bisik Jiyeon dengan kesal.

Beberapa hari ini, Jiyeon dibuat kesal oleh Eunha. Sahabatnya itu benar-benar ingin membuatnya terkena gangguan THT. Jiyeon memang harus memeriksakan dirinya kedokter nanti.

"Bagaimana mungkin aku bersikap biasa saja, sedangkan orang yang kau bicarakan termasuk salah satu orang yang berpengaruh di Korea." Eunha mengatur pernapasannya sebentar, "Kau tahu? Jeon Jung Kook adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan terkenal di Seoul dengan kemampuannya yang sangat luar biasa." Oke. Kali ini Jiyeon mengerutkan dahinya yang kebingungan setelah mendengar omelan Eunha.

Apa yang dia bicarakan, sih?

Sejujurnya, Jiyeon tidak terlalu mengikuti perkembangan zaman seperti kebanyakan anak muda jaman sekarang. Misalnya mencari berita terbaru dan terhangat, atau sesuatu yang spektakuler dikalangan anak muda. Jiyeon tidak menyukainya. Kenapa juga harus mencari tahu? Tidak berguna. Lagipula, Jiyeon belum bisa mengurusi dirinya sendiri, untuk apa juga ia memikirkan orang lain yang tidak memikirkannya. Jiyeon adalah gadis yang tenang, walaupun ia dijadikan pusat perhatian sekalipun, Jiyeon tidak peduli.

Jiyeon menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, Eunha-ya. Tapi, ketahuilah, bahwa aku—"

"Ya ya ya! Aku tahu. Tidak usah dilanjutkan, biar aku jelaskan saja." Dengan cepat Eunha menyela ucapan Jiyeon sebelum gadis itu nanti membuat Eunha naik darah. Itu jelas ide buruk.

Jiyeon bersiap menjadi pendengar yang baik atas informasi yang Eunha dapatkan. Lihat saja, gadis itu maha tahu segala-galanya—khusunya pembaruan terhangat di media sosial. Eunha jelas ahli di bidang tersebut.

"Jeon Jung Kook adalah seorang CEO yang berhasil diusia mudanya, dan sangat terkenal di Korea. Karena dari artikel yang kubaca, ia memulai usahanya dari nol, tanpa bantuan siapapun. Kariernya luar biasa. Sungguh keren, bukan? Dan bagian terpentingnya adalah, dia orang yang tampan, selain itu masih muda, dan perfect. Benar-benar mempesona. Aku tidak percaya jika dia merupakan orang yang selalu memberimu bingkisan itu, Ji." Eunha menggoncangkan tubuh Jiyeon dengan antusias.

Sedangkan Jiyeon menampilkan raut terkejut diwajahnya, sulit dipercaya. Dan lagi, Jiyeon tidak mengenal pria itu lebih dekat. Pertemuan mereka sewaktu peristiwa itu saja, lalu di pet shop. Tapi, kenapa ia begitu baik kepada Jiyeon? Apa motif dibalik tindakannya tersebut? Kalau diperhatikan, menurut Jiyeon pria itu sangat baik. Terlalu baik malahan. Bahkan kemarin, lelaki itu benar-benar membelikan Jiyeon kucing Persia itu. Padahal, ia sudah menolaknya mati-matian.

Dasar pemaksa.

"Sehebat itukah dia?" tanya Jiyeon dengan wajah bingung dan bodoh.

Eunha hanya merotasikan bola mata dengan malas melihat tingkah Jiyeon. Sahabatnya itu benar-benar salah satu bagian dari Meganthropus. Hidup di zaman purba dan berteman dengan batu. Tidak ada kehidupan lain. Sungguh membosankan. Dan, itulah Jiyeon.

Obsession or Love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang