"Kau bergerak terlalu lamban, Taeyong-a. Bisa kau percepat saja rencana bodohmu itu, agar semuanya selesai dan.. Boom! Aku bahagia." Suara gadis itu terdengar menggelegar mengisi rungu subjek lainnya yang berada disana sehingga telinganya terasa panas.
Gadis itu sekarang berada dalam satu ruangan bersama Taeyong—adiknya. Saat ia sudah mendengar keseluruh pertemuan Taeyong dan Jiyeon, menurutnya pergerakan pria itu sangat lamban. Langsung ke intinya saja apa susahnya, pikirnya kesal.
Taeyong hanya mendengus sinis saat melihat sang kakak yang lagi-lagi mengomel tak menentu begitu. Sungguh ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Jieun yang memaksanya agar menghancurkan hubungan Jungkook dan Jiyeon. Taeyong bersumpah tidak ingin melakukan hal ini, namun saat mendengar ancaman Jieun—ketika ia berusaha menolak keinginan gadis itu setelah memikirkannya sematang-matang mungkin—mengurungkan niatnya dan bersungguh-sungguh untuk membantu sang kakak. Ia jelas tahu jika kakaknya tidak akan main-main mengenai ancaman tersebut. Tidak bisa dibiarkan. Tidak. Sungguh, posisinya saat ini tidaklah aman.
Dan lagi ia tahu siapa itu Jeon Jung Kook. Menurut rumor yang beredar dari kalangan teman seusianya, pria bernama Jeon Jung Kook itu sangat kejam, dan tidak punya belas kasihan sedikitpun. Awalnya Taeyong menganggap bahwa omongan tersebut hanyalah bualan semata dan gosip para ibu-ibu kekinian. Namun, semuanya ia tampik hanya dalam sekejap mata ketika beberapa hari yang lalu mereka tidak sengaja bertemu. Sumpah demi apapun, itu merupakan ketidaksengajaan. Saat matanya tidak sengaja menangkap siluet keberadaan Jiyeon waktu itu, tanpa pikir panjang ia melangkahkan tungkainya mendekat. Namun, sosok yang berada disamping gadis itu membuatnya terkejut. Tetapi dengan cepat ia mengubah ekspresi sesantai mungkin agar tidak terlihat lemah di mata mereka. Sejujurnya, mata tajam Taeyong dapat melihat sorot kebencian yang ditorehkan Jungkook kepadanya waktu itu. Sebagai sesama pria, ia jelas paham pandangan Jungkook kepadanya seolah-olah mengatakan 'jangan ganggu milikku'. Tentu. Tentu saja. Siapa yang ingin gadis kesayangannya diganggu oleh pria lain atau wanita sekalipun. Tidak. Tidak sama sekali. Tidak ada yang menginginkan hal bodoh seperti itu.
Termasuk dirinya sendiri.
Jauh didalam sana, Taeyong menganggap kakaknya salah satu dari ribuan orang-orang sinting yang ada diseluruh penjuru dunia ini. Ia tidak mengerti jalan pikiran Jieun yang rela melakukan apapun dan menghalalkan segala cara demi tercapainya sebuah keinginannya.
Walaupun itu membuat diri sang kakak terlihat buruk sekalipun.
Pria itu menghirup rakus oksigen yang tiba-tiba saja mulai berkurang disekitarnya, kemudian berujar santai, "Noona, semua butuh proses jika kau ingin rencananya berjalan dengan lancar. Kita tidak bisa bertindak gegabah seperti yang kau inginkan." Sial! Ia mengutuk dirinya berbicara seperti itu seolah-olah merancang rencana untuk perang esok hari dalam misi menyelamatkan dunia. Padahal rencana ini sangatlah mudah dilakukan, namun ini hanya akal-akalannya saja agar Jieun dapat berubah pikiran sebelum semuanya berakhir buruk. Dan sang kakak bisa melupakan ancaman yang diberikan kepadanya.
Sejak tadi gadis itu hanya berjalan mondar-mandir di apartemennya karena merasa muak dengan segala hal yang ia alami. Baik itu berupa cacian dan makian dari beberapa orang dikantor tempatnya bekerja—perusahaan Jungkook—membuat telinganya berdengung nyeri. Akan tetapi ia jelas sudah terbiasa dengan hal itu. Kebal. Ya, itu tidak berguna. Apapun perkataan orang-orang yang menilai buruk tentangnya memang menyakitkan, namun dengan cepat ia abaikan hal tersebut agar tidak larut dalam kesedihan. Ia bukanlah gadis lemah. Tentu saja. Bahkan seluruh kaum pria didunia ini bisa ia taklukkan hanya dalam sekejap mata saja. Namun, pesona Jeon Jung Kook tetap belum terkalahkan dalam hatinya yang terdalam.
Jieun mendudukkan pantatnya disamping Taeyong dan tertawa lirih, "Katakan saja kalau kau enggan membantuku, Lee Taeyong."
Bagus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession or Love ✔
Fanfiction[DIBUKUKAN; Discontinue] Penuh akan kebingungan. Obsesi. Cinta. Keduanya hampir sama memenuhi segala sudut relung pikiran Jeon Jungkook. Membuatnya dilanda kebimbangan yang mendalam. © 2019 seagulltii Started : 26 Januari, 2019 Finished : 04 Mei, 20...
