전 정국
Jiyeon, sepertinya aku tidak bisa menemanimu untuk menemui pria itu. Ada masalah sedikit di kantor yang harus diselesaikan secepat mungkin. Butuh waktu yang lama. Tidak apa kan kau pergi sendiri?
Mata cerah Jiyeon membaca keseluruhan pesan yang baru saja ia terima dari Jungkook sambil berbaring diatas ranjang empuknya. Sepertinya pria itu ada urusan mendadak, karena tidak biasa jika ia membiarkan Jiyeon keluar tanpa pengawasan ketat. Namun jauh didalam sana, gadis itu bersorak senang karena tidak akan terjadi perang dingin nantinya. Dimana salah satu pihak akan berakhir tragis dan memunculkan masalah baru lagi dalam kehidupan selanjutnya. Tidak. Itu suatu malapetaka. Ah, tiba-tiba ia jadi rindu kehidupan tenang sebelumnya yang ia alami. Entahlah, Jiyeon merasa semenjak ia dekat bersama Jungkook kehidupannya seratus persen berubah drastis. Bahkan untuk berkumpul bersama sang sahabat—Eunha—merupakan rutinitasnya terdahulu, perlahan memudar.
Jemarinya yang lincah itu lantas membalas pesan Jungkook sambil bergumam pelan.
박지연
Tidak apa, Jungkook. Aku mengerti.
Setelah pesan tersebut terkirim yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja, Jiyeon segera memejamkan mata karena tiba-tiba pening datang menyerang. Sebelah tangannya menutup kedua mata sambil sesekali mulutnya mengeluarkan ringisan. Namun baru beberapa detik, dering ponselnya memaksa untuk membuka mata.
전 정국
Baiklah. Berikan ponselnya dan jangan pernah berurusan lagi dengan pria itu, Sayang. Selesaikan dengan cepat. Mengerti?
Kedua alisnya bertaut bingung. Kenapa Jungkook tidak ingin dia berhubungan dengan Lee Taeyong itu? Tidak mungkin ia cemburu bukan? Karena bagaimanapun, jelas saja bahwa Jungkook tidak pernah mengatakan 'cinta' kepadanya. Hubungan mereka sekarang hanyalah sebatas sepasang kekasih saja. Tidak lebih. Tidak ada cinta dikeduanya—maksudnya hanya pada Jungkook, jika Jiyeon mulai merasakan gelenyar aneh yang muncul dalam dirinya ketika bersama pria itu. Entah itu perasaan suka, atau apa ia tidak tahu. Yang jelas, ini pertama kalinya gadis itu merasakan perasaan menggelitik didalam dirinya.
Karena rasa penasaran yang melambung tinggi diatas permukaan, ia tidak langsung mengiyakan permintaan Jungkook.
박지연
Kenapa begitu?
Kau cari masalah, Ji.
Ponselnya kembali berbunyi. Dengan cepat Jiyeon membuka pesan yang ia terima.
전 정국
Intinya tidak boleh, Baby.
Tapi kenapa?
Jiyeon menggigit bibir bawahnya sambil memikirkan 'kenapa Jungkook bersikap seperti itu padanya?' Ini jelas membingungkan kendati mereka berdua sudah lumayan dekat. Namun perasaan keduanya masih berada dalam titik kerumitan yang tidak jelas. Hubungan yang berstatus sebagai sepasang kekasih, belum tentu saling mencintai bukan? Bisa jadi hubungan mereka hanyalah formalitas belaka, atau selama ini hanya Jiyeon saja yang mulai menaruh perasaan kepada Jungkook.
Lantas, pria itu?
Jari-jarinya kembali bergerak lincah untuk membalas pesan pria tersebut.
박지연
Tapi kenapa, Jung? Maksudku bisa saja dia ingin berteman. Itu tidak boleh kah? Bukankah itu terdengar bagus.
Jelas kau mencari masalah, Park Jiyeon.
Selang beberapa menit, tidak ada tanda-tanda jika pria itu membalas pesannya. "Apa dia marah?" gumam Jiyeon pelan. Di detik berikutnya gadis itu tersentak saat hal yang ditunggu-tunggu datang juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession or Love ✔
Fanfiction[DIBUKUKAN; Discontinue] Penuh akan kebingungan. Obsesi. Cinta. Keduanya hampir sama memenuhi segala sudut relung pikiran Jeon Jungkook. Membuatnya dilanda kebimbangan yang mendalam. © 2019 seagulltii Started : 26 Januari, 2019 Finished : 04 Mei, 20...
