Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

14 : Someone is Coming

6.2K 624 53
                                        

Langkah kaki nan tegas itu berjalan mendekati ranjang menghampiri gadisnya sambil membawa peralatan obat P3K ditangan kekarnya. Sorot mata Jungkook yang ditujukan kepada Jiyeon sangat tajam dan mematikan. Mata bulat itu terlihat berkilat-kilat. Jiyeon membeku. Seluruh sistem gerak tubuhnya tidak bisa bekerja. Jantungnya berpacu lebih cepat dari manusia normal pada umumnya. Keringat dingin menetes dari kening Jiyeon. Kedua telapak tangannya mendingin dan basah.

This looks extreme.

Sesampainya Jungkook dihadapan gadisnya, ia mendudukkan diri dibibir ranjang. Jungkook menatap lekat Jiyeon yang tengah menundukkan kepala takut—entah kenapa. Pria itu menghela, bukan saatnya mencari perdebatan dengan sang kekasih. Ia tahu bahwa Jiyeon tengah menyembunyikan sesuatu darinya. Namun karena tidak ingin memperpanjang masalah dan kembali membuat Jiyeon ketakutan setengah mati karenanya, lantas Jungkook segera membuat lengkungan indah dibibir sexy pria itu. Seraya berujar lembut dan menatap hangat, " Berbaringlah, aku akan mengobati punggungmu."

Suara berat nan kelewat dalam itu membuat jantung Jiyeon bekerja lima kali lebih cepat—menurutnya. Ini seperti berada dalam ambang kematian. Jauh lebih mematikan dari pada menghadapi ujian bersama guru pengawas yang killer dan kejam. Mendadak Jiyeon menahan nafas dan tanpa berpikir panjang atau membantah, ia segera membaringkan tubuh tengkurap. Membuka selimut yang membaluti tubuh setengah telanjangnya. Memperlihatkan punggung memarnya kehadapan Jungkook—sebagaimana pria itulah yang membuat punggungnya seperti itu.

Cukup banyak.

Pria itu dapat melihat cukup banyak luka yang menghiasi punggung putih gadisnya. Jungkook tercekat. Sial. Ia tidak berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan berakhir membuat gadisnya terluka serta ketakutan setengah mati. Jungkook tidak tahu apakah Jiyeon sudah mulai menaruh sedikit rasa benci atau tidak suka padanya. Ia tidak tahu. Jika itu terjadi, maka tidak lain penyebabnya adalah ia sendiri.

Rasa bersalah mulai menyelimuti hati Jungkook lantaran melihat punggung gadisnya dipenuhi bekas kemerahan. Dengan perlahan tangan kekarnya mulai mengolesi salep ke punggung putih Jiyeon. Pelan-pelan dan berusaha selembut mungkin karena tidak ingin membuat Jiyeon merasakan perih. Karena bagaimanapun, luka itu terlihat masih baru. Dan kenyataannya memang benar masih baru.

Bagus.

Gadis itu tersentak kaget disertai ringisan kecil yang keluar dari bibirnya tatkala merasakan perih luar biasa, "Akh!" Jiyeon menginggit bibir bawahnya kuat, tubuhnya bergetar menahan sakit dan perih bersamaan, dan perlahan liquid bening itu mengalir di kedua matanya.

Perih sekali.

Tangan putih gadis itu meremas bantal dengan kuat hingga berkerut dan kusut. Jiyeon tidak peduli. Ia ingin melampiaskan rasa sakitnya melalui bantal yang diremas kuat. Jiyeon terengah-engah. Perih bercampur rasa dingin sangat kontras terasa di punggungnya membuat Jiyeon menegang.

Mendengar isakan kecil yang keluar dari bibir gadisnya membuat luka dalam hati Jungkook membesar. Pria itu membubuhkan beberapa kecupan sayang dipunggung putih Jiyeon setelah selesai mengobati. Membawa tubuh mungil itu bangkit dan terduduk. Merengkuhnya lembut seraya berucap lambat dan penuh penyesalan, "Maafkan aku, Ji. Maafkan aku." Tangan besar Jungkook mengusap rambut Jiyeon penuh sayang.

Sialan. Seharusnya ia tidak menghukum Jiyeon berlebihan seperti tadi.

Memang benar. Penyesalan selalu datang diakhir.

Entahlah, Jungkook terbakar api cemburu ketika matanya menatap Jiyeon bersama lelaki lain baik siapapun itu—ia tidak tahu—sehingga membuatnya kehilangan akal sehat dan tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Jiyeon. Membabi buta dan brutal menghajar Soobin dihadapan Jiyeon. Jungkook hanya tidak ingin gadisnya disentuh oleh pria lain. Tidak. Bukan hanya itu. Ia tidak rela jika Jiyeon dekat dengan siapapun.

Obsession or Love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang