Menciptakan guratan senyum yang menawan, hari ini Taeyong berencana untuk mengajak gadisnya berkencan. Menikmati hari bebas. Selagi Jieun tidak merecoki dirinya, biarkan Taeyong menikmati masa muda bersama sang kekasih—Nana, menghabiskan hari ini dengan segala aktivitas yang sudah ia rancang dua hari yang lalu. Dikala otak tengah berpikir keras untuk menghadapi sifat Jieun, tiba-tiba saja terlintas ide cemerlang yang membuat semangat dalam dirinya berkobar. Berpakaian rapi dan tampak tampan sekali, Taeyong tidak henti-hentinya tersenyum seperti orang gila saat bercermin. Berharap bahwa kencan hari ini akan berjalan dengan lancar bersama sang pujaan hati, namun tidak bertahan lama. Sepersekon kemudian terdengar ketukan sepatu heels yang menggema menyapa indera pendengarannya.
Mendadak Taeyong menelan salivanya dengan berat. Sial. Sepertinya hari indahnya bersama sang kekasih tak akan berjalan dengan sempurna dan mulus tatkala kedua obsidiannya menangkap sesosok iblis—maksudnya Jieun, berjalan angkuh kearahnya. Dewi Fortuna tidak memihak pada pemuda Lee itu hari ini. Jauh didalam sana Taeyong berdecak muak, merasakan mual menjalar secara tiba-tiba tatkala ia melihat senyuman lebar Jieun menyapa penglihatan. Hingga mampu membuat kedua matanya rusak saat itu juga. Kendati demikian, Taeyong mencoba memasang wajah bersahabat dikala Jieun telah sampai dihadapannya.
Diam-diam Taeyong menghirup oksigen yang entah kenapa mendadak terasa berkurang disekitarnya, hingga tenggorokannya tercekat. Dada seolah ditekan dengan kuat oleh batuan besar. Membasahi bibir bawahnya dengan lambat, seraya terus memusatkan perhatian kepada saudarinya.
Jieun tersenyum sumringah kepada Taeyong, tidak sampai sedetik ekspresi tersebut tergantikan dengan kedua alis yang ditekuk—berkerut, bingung mendapati adiknya berpakaian rapi. Seperti akan bepergian.
"Mau kemana?" ujarnya santai, mencoba untuk bersikap layaknya seperti seorang kakak pada umumnya.
Namun agaknya bagi Taeyong, itu hanyalah acting belaka atau topeng yang digunakan oleh Jieun untuk memancing dirinya agar mengikuti keinginan gadis itu selanjutnya. Selalu seperti itu, benar-benar memuakkan. Ada kalanya Taeyong ingin mencekik Jieun saat ini juga dengan kedua tangan besarnya hingga gadis itu tidak bisa bernafas dan melihat dunia lagi, akan tetapi dengan cepat pula pria itu menghapus ide gila yang tiba-tiba saja merangsak dalam otaknya. Sepertinya Jieun memulai pembicaraan mereka dengan basa-basi terlebih dahulu sebelum benar-benar ke pembicaraan inti. Dan ia berakhir menjadi suruhan Jieun lagi, melakukan segala hal yang diperintahkan gadis itu semaunya terhadap dirinya. Layaknya boneka.
Menghela nafas, Taeyong juga ikut berujar santai menjawab pertanyaan Jieun, "Keluar." Singkat sekali. Diakhiri senyuman tipis—dipaksakan, yang ditujukan untuk Jieun.
"Eum, baiklah. Tapi sebelum itu, ada yang ingin aku tanyakan padamu."
T-tunggu sebentar.
Ingatkan Taeyong untuk menampar pipinya sekencang mungkin nanti, berharap bahwa ini bukanlah mimpi indah yang selalu terjadi dalam tidur lelapnya.
Jieun memperbolehkannya?!
"Tunggu dulu!" Mendadak pria itu merasakan hawa aneh yang merasuki tubuh, memicingkan mata tajamnya menatap Jieun, berharap bahwa gadis itu tidak mempermainkan dirinya dan merencanakan hal gila saat ia berkencan nanti dengan Nana. "Kau tidak bergurau, bukan? Kau mengizinkan ku pergi?"
Tidak biasanya.
Jieun berdecak, melipat kedua tangannya di dada seraya berujar pongah, "Aku mengizinkanmu, dan lihatlah ekspresi bodohmu itu seolah-olah mengatakan bahwa sekarang aku tengah berbuat jahat." Mendecih sesaat, kemudian melanjutkan, "Apa-apaan itu?!"
Baiklah. Kalimat Jieun tadi telah membuktikan bahwa gadis itu membebaskannya hari ini. Tidak ingin memperpanjang masalah yang nanti berakhir buruk, menghabiskan waktu dengan situasi mencekam seperti sekarang. Lantas dengan cepat Taeyong membuat raut wajah serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession or Love ✔
Fanfiction[DIBUKUKAN; Discontinue] Penuh akan kebingungan. Obsesi. Cinta. Keduanya hampir sama memenuhi segala sudut relung pikiran Jeon Jungkook. Membuatnya dilanda kebimbangan yang mendalam. © 2019 seagulltii Started : 26 Januari, 2019 Finished : 04 Mei, 20...
