Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

08 : Date and Meet

6.7K 688 27
                                        

Deru nafas menggebu memenuhi seluruh penjuru ruangan apartemen milik Jiyeon. Decapan demi decapan terdengar tatkala nafsu keduanya semakin mendominasi diri. Jungkook meraup habis bibir manis gadis favoritnya seakan-akan tidak ada hari lain lagi untuk mencicipi benda nikmat tersebut. Membuat Jiyeon kewalahan karenanya, dada gadis itu terasa sesak dan tercekik. Ia meremas kerah kemeja Jungkook yang sedang menindih sambil memejamkan mata menikmati persatuan bibir keduanya.

Lebih kurang sudah setengah jam mereka melakukan kegiatan laknat tersebut, tidak ada yang berniat mengakhiri. Sesekali Jungkook melepaskan bibirnya dan membiarkan Jiyeon mengatur pernapasannya selagi ia menghirup udara rakus untuk melanjutkan.

Rungu Jiyeon mendengar Jungkook menggeram disela cumbuannya, kemudian pria itu melesakkan lidahnya masuk memenuhi mulut Jiyeon. Liur gadis itu menetes membasahi dagu yang membuatnya terlihat licin, jemari besar pria itu mengusap lembut pipi Jiyeon. Lumatan-lumatan penuh kelembutan ia berikan agar Jiyeon dapat menikmati ciuman tersebut. Namun beberapa detik kemudian, Jiyeon terbatuk di sela ciuman mereka sehingga Jungkook melepaskan persatuan benda kenyal itu. Membiarkan Jiyeon menyelesaikan batuknya dan menghirup oksigen yang mencekik dada.

Tangan kekarnya mengusap lembut dagu basah Jiyeon, dada gadis itu naik turun dengan mata terpejam. Wajahnya memerah dan keringat membasahi dahi mulus gadis itu. Jungkook terkekeh geli karena melihat Jiyeon yang kewalahan karena dirinya. Sudah cukup. Ia tidak ingin membuat Jiyeon mati mendadak nanti, dan dengan berat hati ia mengakhiri kegiatan tersebut seraya memberikan kecupan manis sebagai penutupan.

"Kau masih amatir, Ji. Kau masih belum memberikan.. ciuman terbaikmu untukku," ujar Jungkook dengan nafas tersengal-sengal.

Jiyeon belum bisa mencerna ucapan Jungkook dengan baik karena ia belum mendapatkan oksigen yang cukup. Maka gadis itu hanya bisa menganggukkan kepala saja tanpa mengetahui apa yang diucapkan pria itu entah baik atau tidak.

Detik berikutnya Jungkook segera bangkit dari tubuh Jiyeon, membuat gadis itu menghela nafas lega karena beban tubuhnya telah hilang. Tungkai besar pria itu melangkah kesebuah ruangan yang awal bertamu disini membuat penasarannya melambung tinggi. Tanpa persetujuan Jiyeon, pria itu membuka pintu bercat coklat mengkilat itu. Matanya membulat melihat isi dalam ruangan tersebut kemudian dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi datar.

"Jiyeon?"

Mendengar panggilan Jungkook, Jiyeon segera bangkit saat kesadarannya mulai kembali dan pergi menuju ke sumber suara. Netranya melihat Jungkook yang mematung didepan pintu sebuah ruangan apartemennya. Jiyeon semakin mendekat kearah pria itu dan berdiri tidak jauh dibelakang tubuh besarnya.

"Ada apa, Jungkook?"

Pria itu membalikkan badan dengan kedua tangan yang dilipat didepan dada dan mata memicing menatap Jiyeon tajam. Jungkook memiringkan kepalanya ke kiri, "Apa maksud semua ini?" Suara berat nan dalam itu mengalun dengan nada terkesan mengintimidasi Jiyeon.

Jiyeon mengerjapkan matanya beberapa kali dengan dahi berkerut bingung karena tidak mengerti dengan perkataan Jungkook. "Maksud apa, Jungkook? tanyanya bingung.

Bukannya menjawab, Jungkook masuk kedalam ruangan itu diikuti oleh Jiyeon dibelakangnya. Kemudian tangan besarnya mengobrak-abrik salah satu dari puluhan bingkisan disana, yang isinya adalah jaket bermerk Burberry seharga US$3,4 juta atau setara dengan Rp48 miliar. Dan otaknya jelas ingat bahwa ini merupakan hadiah yang ia berikan kepada Jiyeon sewaktu itu.

Apa maksud semua ini?

"Ji? Kenapa kau meletakkan semua barang ini disini?" katanya dengan tajam. "Kenapa tidak dipakai, hm?"

Sialan! Ia ingat sekarang!

Jiyeon menelan air ludahnya yang terasa pahit. Ia jelas mengerti perubahan raut wajah nan tegas pria itu. Mungkin karena marah karena Jiyeon tak kunjung memakai hadiah tersebut. Gadis itu berdehem pelan guna menghilangkan perasaan aneh yang tiba-tiba menyapa dirinya.

Obsession or Love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang