12 : The Other Side

5.4K 602 82
                                        

Pukulan bertubi-tubi tidak hentinya Jungkook layangkan kepada Soobin tanpa memedulikan teriakan Jiyeon yang meminta untuk menghentikannya. Tidak hanya mereka bertiga yang berada disana, namun perlakuan Jungkook sukses mengundang beberapa orang yang tidak sengaja lewat untuk mengurumuni dan melihat hal tersebut.

Tanpa ada niatan melerai.

Soobin hanya bisa menerima pasrah pukulan tangan Jungkook yang menghantam wajahnya. Ia tidak tahu jika akan berakhir seperti ini. Mendadak Jungkook menerjang dan langsung menghabisinya.

Bahkan penjelasan Jiyeon sekalipun tidak ingin ia dengar.

Amarah Jungkook membabi buta dan tetap memfokuskan pikirannya untuk terus melanjutkan menghajar pria yang baru saja ia lihat bersama gadisnya. Tampak sekali Soobin tak ada niatan melawan barang sedikit saja. Pria itu sudah babak belur dan wajahnya penuh lebam tak karuan. Beberapa orang yang melihat itu merasa iba kendati ingin menolong namun tak berani ikut campur. Rungunya samar-samar mendengar teriakan Jiyeon pilu yang mencoba untuk menghentikan tindak tanduknya. Namun, Jungkook tidak peduli. Hatinya diliputi rasa cemburu saat matanya menangkap Jiyeon bersama dengan pria lain.

Hancur sudah kejutan yang ingin ia buat untuk gadisnya. Semua langsung buyar hanya dalam sekejap mata. Jungkook pikir emosinya akan kembali normal setelah mengunjungi Jiyeon kendati keadaan dikantor tadi sungguh mencekam, namun sepertinya pertemuan mereka jelas menambah emosi Jungkook menjadi membludak dan tak terkendali. Benar-benar gila.

"Jungkook, sudah cukup. Hentikan! Dengarkan penjelasanku dulu," teriak Jiyeon histeris.

Netranya memanas saat melihat keadaan Soobin yang jauh dari kata baik sekarang. Mengenaskan. Pria itu tampaknya nyaris kehilangan kesadaran. Iris cerah Jiyeon menangkap kepalan tangan Jungkook yang sudah dipenuhi dengan bercak darah Soobin. Matanya bergetar menatap tidak percaya Jungkook, pria yang telah mengisi hari-hari cerahnya belakangan ini.

Seketika otaknya memutar perkataan Taeyong beberapa hari yang lalu mengenai Jungkook.

'Jauhi Jeon Jung Kook, Park Jiyeon. Dia bukanlah orang baik seperti yang ada dalam pikiranmu itu. Ini bukanlah peringatan atau apapun, namun kau akan melihat nanti dengan sendirinya bahwa yang kuucapkan merupakan suatu kebenaran.'

Inikah sifat asli Jungkook?!

"Itu akibatnya jika kau berani mendekati Jiyeon-ku," ucap Jungkook tiba-tiba dengan nafas terengah-engah. Ia meludah didekat tubuh Soobin yang sudah terkapar tak berdaya.

Nafas Jungkook menggebu-gebu dengan jelas, dadanya naik turun. Pria itu mengakhiri pukulannya tepat pada rahang Soobin yang sudah tak sadarkan diri. Lalu mengalihkan pandangan kebelakang dimana ia melihat Jiyeon yang menangis sambil menutup mulut dengan kedua tangannya. Dengan cepat tubuhnya bangkit dan berjalan tergesa-gesa kearah Jiyeon. Giginya bergemeletuk kesal, rahangnya mengeras dan menegang. Jungkook tidak memedulikan tatapan orang-orang yang tengah melihatnya, ia tetap berjalan mendekati Jiyeon.

Sesampainya dihadapan sang gadis tangan besar Jungkook menggenggam kasar pergelangan tangan rapuh Jiyeon. Gadis itu menolehkan kepalanya melihat Soobin yang sudah ditolong beberapa orang disana. Ia terisak, nafasnya tersengal-sengal dan nyeri dikepalanya malahan semakin menjadi-jadi. Jungkook menyeretnya dengan kasar bahkan Jiyeon beberapa kali hampir terjungkal karena tidak bisa menyamai langkah besarnya. Pria itu membawa tubuh kecilnya masuk kedalam apartemen Jiyeon.

Jungkook menghempaskan dengan kasar tautan tangannya dengan Jiyeon saat sudah masuk didalam apartemen. Ia membanting pintu apartemen tersebut dengan kasar dan menimbulkan bunyi yang sangat keras. Seketika gadis itu terlonjak dan meringis kecil karena menyadari pergelangan tangannya yang terasa perih. Genggaman Jungkook terlalu kuat sehingga menyebabkan pergelangan tangannya meninggalkan bekas memar yang tampak samar.

Obsession or Love ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang