Jam istirahat adalah jam dimana terjadi lautan manusia di kantin. Keisya dan Fani juga menjadi salah satu dari lautan manusia tersebut. Setelah masuk kantin Keisya sibuk melirik kanan kiri untuk mencari apakah ada bangku kosong yang tersisa. Dan dia melihat ada dua bangku di pojok sebelah kiri yang masih kosong.
"Fan, gue udah nemuin bangku yang kosong, gue kesana ya biar nggk ada yang nempatin. Lo pesenin gue bakso Ama teh manis dingin aja."
"Ok sip."
Keisya pun berjalan menuju bangku itu dengan butuh perjuangan dan akhirnya sampai. Dimana ada saja kejadian seperti dia terhimpit atau sepatunya terinjak. Dan tak lama Fani datang dengan membawa nampan yang berisikan dua mangkok bakso dan dua gelas teh manis dingin. Keisya menerimanya dengan senyum yang mengembang karna dia hanya memakan sepotong roti saja tadi pagi dan ini sudah hampir jam 10 yang menandakan kalau cacing - cacing di perutnya berteriak meminta jatah. Di tengah makan dia teringat akan cowok yang sudah dia tabrak yang dia ketahui bernama Kenzo.
"Eh Fan, gue mau tanya. Bad boy nya kak Kenzo itu gimana sih?"
Fani tersedak kuah bakso yang cukup pedas setelah mendengar pertanyaan Keisya yang menurutnya mendadak. Keisya nyengir merasa tak bersalah dan menyodorkan minum pada Fani.
"Lo ngagetin gue bege." Jawab Fani setelah meminum minumannya hampir setengah gelas. Dan Keisya hanya menyengir merasa tak bersalah dengan mengacungkan dua jarinya membentuk seperti huruf V.
"Lo serius mau tau?" Keisya mengangguk mantap untuk menjawab pertanyaan Fani.
"Ok gue jelasin...." Keisya memperhatikan dengan saksama karna tak mau kehilangan satu informasi pun "kak Kenzo itu kalau kata temen gue yang seangkatan Ama dia, dia tuh bad boy banget banget banget. Dia tuh suka bolos, suka berantem, suka tawuran, suka ngerokok, dan masih banyak lagi deh. Sebenarnya dia tuh ganteng pasti setiap cewek yang liat dia berpikiran kek gitu, termasuk gue."
"Yeh, Lo mah malah bahas kek gitu." Keisya menjitak pelan kepala Fani karena merasa topik yang Fani bahas itu melenceng dari topik sebenarnya.
Fani memegang kepalanya yang tadi di jitak Keisya. "Aish, Lo mah diem dulu kek kalo orang lagi jelasin tuh, ini malah jitak." Fani memberengut kesal atas perlakuan Keisya.
"Abis Lo malah bahas mukanya kan gue nanya kelakuannya. Ya maaf maaf ye." Keisya mengelus kepala Fani yang tadi ia jitak dan menyengir tak bersalah.
"Makanya orang cerita tuh dengerin dulu. Ok gue lanjut. Jadi, dia gunain kegantengannya buat deketin cewek-cewek. Katanya dia bisa 10 kali ganti pacar dalam seminggu."
"Wah gila tuh cowok. Terus kan kata Lo dia suka tawuran, ngerokok, berantem, dll tuh. Kenapa dia nggk dikeluarin aja dari sekolah?"
"Dia tuh cucunya yang punya sekolah ini. Guru BK bahkan kepala sekolah aja nggak berani ngeluarin dia. Karna dia anak tunggal jadi secara nggk langsung dia juga berhak atas sekolah ini."
Ttett ttett !
"Eh udah bel tuh, balik yuk!" Ajak Fani dan hanya mendapat anggukan dari Keisya. Mereka pun pergi meninggalkan kantin untuk menuju kelas mereka.
Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang telinga yang mendengar semua pembicaraan dari awal sampai akhir sambil tersenyum meremehkan.
*
*
*Siapa ya yang denger percakapan mereka? Kenzo kah atau hantu :V
Don't forget for voment :)
I love you :*
Enjoy💕

KAMU SEDANG MEMBACA
KEKE [On Going]
Teen FictionSeseorang yang terjebak dalam dua cinta Cinta lama atau Cinta terbiasa Manakah yang akan dia pilih? Yang penasaran boleh langsung baca :* Enjoy💕 ~~~Baca sampai part 10 biar seru~~~