Disinilah Keisya sekarang, berdiri di depan tiang bendera di tengah terik matahari dengan keringat bercucuran. Sebenarnya hukuman ini tidak terlalu berat baginya, namun ada sesuatu hal yang membuat hukuman ini sangat berat dan sangat menjengkelkan yaitu dimana dia harus bersebelahan dengan Kenzo. Ya Kenzo, setelah berhasil melewati dinding dan masuk ke sekolah. Di tengah jalan sialnya dia bertemu Bu Ros yang tak lain dan tak bukan adalah guru BK.
Flashback on
"Hei, mau kemana kamu?" Tanya Bu Ros dari belakang Keisya, padahal dia sudah berjalan sangat hati-hati dan sedikit membungkuk agar tak ketahuan.
Keisya berbalik. "eh, ibu." Jawab Keisya sambil menyengir dan mengacungkan dua jarinya membentuk seperti huruf V.
"Kamu telat ya, hormat bendera sampai jam istirahat."
"Yah, Bu diskon lah saya cuma baru telat sekali doang Bu."
"Gak ada diskon-diskon, cepetan sana atau mau saya tambahin bersihin toilet?"
"Eh jangan dong Bu, iya-iya Bu saya hormat bendera." Dengan berat hati Keisya berjalan menuju lapangan untuk memenuhi hukumannya hari ini.
"Eh, kamu ngapain?" Merasa ada yang aneh karena Bu Ros menanyakan hal yang dia suruh sendiri, Keisya pun berbalik dan sedikit lagi dia akan menjawab namun seketika bungkam melihat siapa yang berjalan ke arahnya.
"Hormat bendera Bu, saya telat." Jawab orang itu yang tak lain adalah Kenzo. Ya, Kenzo juga melakukan hukuman yang sama dengan Keisya.
Falshback off
Begitulah kejadian yang terjadi sehingga Keisya harus rela berada di situasi yang jika dia bisa memilih dia lebih baik hormat bendera sendiri atau membersihkan toilet daripada harus berdampingan dengan Kenzo.
Ttett ttett!
Terdengarlah suara yang telah membebaskannya dari hukuman neraka. Tanpa basa-basi Keisya pergi menuju kelasnya. Setelah sampai dia melihat Fani sedang meminum es yang membuat Keisya menelan salivanya.
"Eh Lo apa-apaan sih, es gue abis tuh." Ya, dengan cepat Keisya merebut es yang sebentar lagi akan diminum Fani dan dengan cepat es itu telah berhasil membasahi tenggorokannya yang sedari tadi meraung meminta dialiri air.
"Ah elah pelit amat Lo Ama sahabat sendiri juga."
"Sahabat sih sahabat tapi gak nyampe bersih juga kali." Fani menatap es nya yang telah bersih tak tersisa dan sebalnya dia belum meminumnya sedikit pun.
"Kemana aja Lo baru datang jam segini?"
"Gue telat dan gue dihukum hormat bendera nyampe jam istirahat, puas Lo." Setelah mendengar jawaban Keisya, Fani tertawa cukup kencang sampai perutnya sakit dan meneteskan air mata.
"Aduh, aduh, perut gue sakit, ha ha ha."
"Fan Lo nyebelin bikin gue tambah badmood aja." Memang sahabatnya ini bukannya kasihan atau prihatin gitu ini malah menertawakannya.
"Eh, iya sorry-sorry. Cuma hormat bendera doang ngapa Ampe kesel gitu keliatannya."
"Gue dihukumnya bareng kak Kenzo."
"WHAT!" Teriak Fani tepat dihadapan Keisya dengan lumayan cukup keras.
"Biasa aja kali gak usah tereak-tereak, gue gak budeg." Jawab Keisya sambil memundurkan wajah Fani yang tadi mendekat dan mengusap wajahnya karena ada sedikit hujan rintik-rintik tadi.
"Gimana Lo bisa dihukum barengan Ama kak Kenzo gitu? Ceritain ke gue sedetail-detailnya."
"Jadi gini," Fani mulai memajukan tempat duduknya untuk lebih dekat dengan Keisya. "Pas pagi kan gue telat terus ada kak Kenzo dia nunjukin jalan masuk sekolah gitu, di belakang sekolah yang dindingnya gak terlalu tinggi itu, Lo tau nggk?" Fani mengingat-ngingat sebentar dan mengangguk walaupun sebenarnya dia tidak tahu. "Nah kan gue manjat tuh, ya udah gue berhasil masuk deh. Gue kan langsung jalan ke kelas tuh padahal gue udah pelan-pelan plus nunduk biar gak ketahuan, eh taunya gue di jegat Ama Bu Ros dan gue dihukum."
"Terus gimana caranya Lo bisa dihukum bareng?" Tanya Fani.
"Gue juga gak tahu, pas gue lagi jalan ke lapangan tiba-tiba aja kak Kenzo nyamperin gue dan ikutan hormat juga."
"Wah daebak daebak. Harusnya lo itu bersyukur Kei banyak yang mau berdiri disampingnya kak Kenzo kayak Lo." Fani bertepuk tangan karna menurutnya ini suatu yang luar biasa.
"Bersyukur apaan, banyakin istighfar iya."
"Hmmm, iya dah terserah Lo."
Percakapan mereka terpaksa berhenti karena Keisya menarik tangan Fani untuk pergi ke kantin karena cacing-cacing di perutnya mulai berdemo meminta jatah.
*
*
*
Gimana? Harusnya bersyukur atau beristighfar nih? :V
Don't forget to voment:)
Enjoy💕
KAMU SEDANG MEMBACA
KEKE [On Going]
Dla nastolatkówSeseorang yang terjebak dalam dua cinta Cinta lama atau Cinta terbiasa Manakah yang akan dia pilih? Yang penasaran boleh langsung baca :* Enjoy💕 ~~~Baca sampai part 10 biar seru~~~
![KEKE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/161310794-64-k179055.jpg)