Hari ini adalah hari Minggu, hari beristirahat Marvin dan tidak untuk Marva, ia harus beres-beres rumah dan mengerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk dimejanya.
Ting
Tong
Ting
Tong
Suara bel berbunyi begitu nyaring, Marva yang sedang memakai celemek pun berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"Selamat pagi, aku teman Marvin apakah ia ada dirumah?". Amar menyapa sembari bertanya pada Marva.
"Maaf ada kepentingan apa kau menanyakan Marvin?". Balik bertanya dengan ketus.
" Begini Om, bla bla bla....saya mau minta maaf sekaligus. Bla bla bla ingin belajar bersama Marvin!". Jelas Amar dengan mendetail.
"Silahkan masuk, maaf bila tadi sikap ku terlalu kasar, dan ya jangan panggil aku Om, aku masih muda panggil aku Mr. Marva.". Marva pun mempersilakan nya tuk masuk.
Amar pun duduk diruang tamu ia menunggu marvin.
Marvin baru saja keramas ia sedang mengeringkan rambutnya dengan Hairdryer. Marva pun datang dan memberitahu nya ada Amar di ruang tamu yang sedang menunggu, Marvin pun langsung kebawah menuju kesana.
"Ada apa kau datang padaku?". Matanya menyipit dan menatapnya.
Amar sebenarnya malu datang kerumah marvin, ia menunduk pada Marvin.
"Maaf bila aku mengganggu waktu mu, aku datang kesini hanya untuk meminta maaf soal kejadian waktu itu, dan aku ingin berteman dengan mu.". Sambil bertekuk lutut dibawah lantai dengan wajah merah seperti kepiting rebus.
"Berdirilah berlutut pun tak ada gunanya, aku sudah melupakan tentang itu. Ingat jangan ganggu Jhoe dan yang lainnya, buanglah perlakuan buruk mu itu!". Ucap Marvin
"Kau datang kesini pasti ada tujuankan!". Tanyanya kembali.
"Ya aku ingin menawarkan sesuatu juga untuk mu, apakah kau berminat ikut club basket bersama ku? kami membutuhkan capten seperti mu". Sambil tertawa cengengesan.
"Aku tak tertarik, tapi boleh juga akan ku pikirkan lagi nanti!".
Jawaban yang sangat singkat.
