Please Vote+komen😊😊😊
♡
♡
♡
"Sajangnim semua sudah selesai dan tadi klien dari paris sudah menelpon bahwa dia sudah berada di ruang rapat," ucap Rose setelah membungkukkan badan pada Chanyeol.
"Araseo," ucap Chanyeol lalu berdiri dan berjalan meninggalkan ruangannya bersama Rose.
"Bounjur, Mr. Baldwin. (selamat pagi Mr. Baldwin)," sapa Chanyeol lalu menjabat tangan Mr. Baldwin.
"Bounjur, Mr. Park. (selamat pagi Mr. Park)," balas Mr. Baldwin lalu membalas menjabat tangan Chanyeol.
"Auparavant je me suis excusé pour ne pas être capable de parler coréen. ( Sebelumnya saya minta maaf tidak dapat berbahasa korea)," ucap Mr. Baldwin lalu melepas tangan Chanyeol.
"Ça va monsieur Baldwin. Je parle francais Beaucoup de mes clients viennent de France. (Tidak apa apa Mr.Baldwin. Saya bisa berbahasa Prancis. Klien saya banyak yang berasal dari Prancis)," ucap Chanyeol mencoba memperlihatkan senyum ramah. Rose sedikit merasa aneh. Baru kali ini ia melihat Chanyeol berusaha tersenyum.
'Tidakkah dia mencoba ramah pada semua klien?'
"Ok monsieur Baldwin, commençons la réunion. ( Baiklah Mr.Baldwin, mari kita mulai rapatnya)," ucap Chanyeol lalu menuntun Mr. Baldwin menuju kursi yang langsung menghadap ke sebuah layar.
Rose segera menuju ke kursi yang berada di pojok dekat layar. Chanyeol berdiri tepat di samping layar dan ia menatap Rose seperti memberi kode.
Tak lama layar yang awalnya gelap berubah menjadi sebuah gambar yang menampilkan sebuah gedung.
~~~
"Ce projet de construction a donc été conçu pour le développement de la mode en Corée et en France. Si vous l'approuvez, je construirai le bâtiment principal à Paris et ses succursales en Corée du Sud. (Jadi proyek pembangunan gedung ini di bangun untuk perkembangan fashion di korea dan prancis. Jika anda menyetujuinya, maka saya akan membangun gedung utamanya di paris dan cabangnya di korea selatan)," ucap Chanyeol sambil menunjuk materi presentasinya.
Saat akan melanjutkan kata-katanya, Chanyeol dan Mr. Baldwin mendengar suara aneh. Suara dari arah kiri Chanyeol. Chanyeol melihat ke arah kirinya. Terlihat Rose yang sedang tertidur dengan posisi duduk, mulut yang terbuka dan suara yang tadi di dengar Chanyeol dan Mr. Beldwin adalah suara dengkuran Rose yang sangat besar.
'Bagaimana seorang wanita bisa tidur dengan posisi seperti itu? Ia bahkan mendengkur?' batin Chanyeol. Ia menatap Rose marah dan menatap sekilas Mr. Beldwin yang sedang menatap Rose dengan tatapan aneh.
"Désolé pour le dérangement Mr.Beldwin. (Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini Mr.Beldwin)," ujar Chanyeol lalu membungkuk ke arah Mr. Beldwin dan ia segera berjalan ke arah Rose.
"Yak bangun, apa yang kau lakukan?! Kau membuat malu saja," ujar Chanyeol sambil menampar pelan pipi Rose. Rose segera terbangun. Mencoba sadar kembali. Selang beberapa detik kemudian ia tersadar dan berdiri tapi karena kehilangan keseimbangan membuatnya jatuh ke lantai.
"Hei, kau membuat ku malu," gumam Chanyeol yang kemudian menatap Rose garang. Rose menatap Chanyeol sebentar lalu menunduk.
"Maafkan saya sajangnim," ucap Rose masih menunduk. Tak lama terdengar tawa dari Mr. Beldwin. Chanyeol lalu mengarahkan pandangannya pada Mr. Beldwin.
"Votre connaissance est très semblable à ma fille. Il est une personne très négligente. Mais il était drôle du tout avec votre sécrétion Mr. Park. (Sekertarismu sangat mirip dengan putriku. Ia orang yang sangat ceroboh. Tapi dia lucu sama sekali dengan sekertarismu Mr. Park)," ujar Mr. Beldwin masih tersenyum lalu menatap Rose. Chanyeol pun menampilkan senyum paksanya dan menatap Rose dengan tatapan tajam.
Melihat Rose yang masih menunduk, Chanyeol tidak tega. Ia menghela napasnya.
"Berdirilah. Mr Beldwin bilang kau sangat mirip dengan putrinya."
"Emmm, merci Monsieur Beldwin. (terima kasih Mr. Beldwin)," kata Rose lalu membungkukkan badannya.
"Je pense que vous avez besoin d'une pause. Allez vous reposer. Laisse moi Parc continue. (Kurasa kau memerlukan istirahat. Pergilah beristirahat. Biar Mr. Park yang melanjutkannya)," ucap Mr.Beldwin dan tersenyum ramah pada Rose. Chanyeol lalu menatap Rose.
"Pergilah dan beristirahatlah di mejamu. Ini perintah dari Mr. Beldwin," ucap Chanyeol lalu pergi meninggalkan Rose dan kembali ke tempatnya semula. Rose tersenyum senang pada Chanyeol dan detik selanjutnya ia menatap Mr. Beldwin dan langsung membungkuk.
"Merci Merci encore, monsieur Beldwin. (terima kasih. Sekali lagi terima kasih Mr. Beldwin)," tutur Rose dengan senyum ceria dan segera meninggalkan ruang rapat.
Ia kembali ke meja kantornya dan segera duduk. "Ah akhirnya aku bisa pergi dari rapat membosankan itu," ucap Rose lalu mengangkat tangannya ke atas dan segera memposisikan tangannya di meja kerjanya dan menaruh kepalanya di atas tangannya. Ia kembali tertidur.
Rose merasa baru beberapa menit ia tidur, sebuah suara membangunkannya.
"Apakah ini pekerjaan seorang sekertaris? Hanya tidur di saat ia kedatangan tamu?" Ucap orang itu membuat Rose segera berdiri dan membungkuk.
"Maafkan saya," ucap Rose dan segera menatap orang itu.
"Ada perlu apa?" tanya Rose dengan sopan, namun orang itu menatap Rose dengan tatapan tajam.
"Aku ingin bertemu Yeol oppa. Ah maaf maksudku Chanyeol," balasnya lalu melipat tangannya di depan dadanya.
"Maaf, tapi sajangnim sedang ada rapat," ucap Rose menatap orang itu tak kalah tajam. Sebenarnya Rose agak benci dengannya. Sebab karena orang itu lah membuat Rose harus merepotkan diri dengan tidak tidur dan ujung ujungnya dia masih dimarahi kemarin.
"Baiklah aku akan masuk dan menunggunya di dalam," ucap orang itu lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Chanyeol.
Saat akan membuka pintu, Rose menahannya. "Maaf Sakura-ssi, tapi sajangnim sedang tidak berada di tempat. Jika anda berniat bertemu dengannya, silahkan menunggu di sana. Karena sajangnim tak suka orang lain masuk tanpa seijinnya" jelas Rose sambil menunjuk kursi sofa yang berada di depan meja kerja Rose.
"Jadi seperti ini kau memperlakukan tamu sajangnim–mu?" Sakura menatap Rose dengan tatapan marah.
"Maaf, tapi aturan kami disini memang seperti itu. Jika kau tak ingin mengikuti aturan di perusahaan ini, silahkan angkat kakimu dari sini atau perlu ku panggilkan satpam untuk membawa anda keluar dari sini?"
"Hah menyebalkan," Sakura segera duduk di sofa depan meja Rose dan Rose kembali ke mejanya.
Mereka diam. Tidak ada yang mau membuka suaranya. Sakura sibuk dengan ponselnya dan Rose sibuk dengan komputernya.
"Apa yang kau lakukan lagi di sini?!"
~
~
~
Maaf kalau ada typonya. Semoga kalian suka. Please aku butuh like ama komennya kalian🙏🙏. Makasih udah mau baca😊
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boss || Chanrose {End}
Fanfiction"Berhenti berkata kau mencintaiku. Berhenti melakukan hal romantis padaku. Berhenti membuat aku berharap. Jika kau memang masih mencintainya, jangan datang padaku" Roseanne Kim "Percayalah padaku. Apa aku orang yang sulit dipercayai? Jangan memperca...
