"Jadi sebenarnya apa yang terjadi disini?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang saat ini tengah berdiri di depan meja Chanyeol.
"Ja-jadi begini sajangnim, Rose tadi pagi mengantar surat padaku katanya tolong berikan pada sajangnim. Ini suratnya, sajangnim baca saja. Saya permisi," jelas Baekhyun lalu segera keluar dengan cepat dari ruangan Chanyeol. Chanyeol hanya mendengus kesal dan pada akhirnya ia memilih untuk membaca surat dari Rose.
Dear Park Sajangnim.
Maafkan aku karena mendadak seperti ini sajangnim. Jadi, aku ingin mundur dari perusahaan. Aku tak bisa memberitahumu alasannya, tapi kuharap sajangnim bisa mengerti. Aku telah memberitahu Baekhyun oppa dan ia berniat akan menggantikan posisiku sebagai sekertaris. Itupun jika sajangnim setuju. Terima kasih telah membiarkan aku mencintaimu sajangnim. Sekarang kau bebas berpacaran dengan 'dia'. Bahagia-kan 'dia' dan berhentilah menjadi sesosok manusia yang dingin lagi. Cobalah tersenyum sajangnim^^
Dari mantan sekertarismu, Rose~
Chanyeol menggepalkan kedua tangannya dan memukul kuat meja kerjanya. Ia sangat marah. Bagaimana bisa Rose mengundurkan dirinya tanpa berbicara langsung padanya? Ia tak suka Rose memberitahunya lewat surat. Karena ia juga butuh banyak penjelasan dari Rose. Tak lama, Chanyeol mengambil ponselnya yang berada di samping meja dan menghubungi seseorang.
"Byun Baekhyun segera ke ruanganku," perintah Chanyeol saat telpon itu tersambung. Setelah mendengar jawaban dari penerima telpon, Chanyeol menutup ponselnya dan meletakkannya di atas meja lalu menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya.
~~~
"Eonni sehabis ini kita tidak ada jadwal kan?" tanya seorang yeoja yang baru saja turun dari tangga.
"Tidak. Memangnya kau mau pergi kemana?" balas yeoja yang sedang duduk di depan tv.
"Aku akan mengunjungi temanku yang sedang sakit Eunbi eonni."
"Ya pergilah. Jam berapa kau akan pulang?"
"Entahlah, karena sehabis menjenguk temanku, aku akan pergi ke kantor Chanyeol oppa," ucap Sakura dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.
"Masih mengunjunginya lagi? Apa kau tidak punya harga diri? Kau sudah di campakkan olehnya, sudah di caci-maki oleh Chanyeol oppa, tapi kau masih saja punya niat untuk bertemu dengannya?" marah Eunbi lalu mengalihkan pandangannya dari tv dan memandang Sakura lekat.
"Eonni, aku bukan orang yang pantang menyerah. Aku harus bisa mendapatkan apa yang aku mau."
"Kau itu bodoh atau apa? Biarkanlah Chanyeol oppa memilih yang ia mau. Aku tau ia punya hubungan spesial dengan sekertaris-nya. Biarkanlah mereka berdua bahagia. Kau harus bisa melepaskan Chanyeol. Ia sudah cukup tersiksa dengan dirimu. Ia sudah sering membantumu, namun kau balas dengan apa? Kebohongan? "
"Eonni, kenapa dari antara semua member kau yang paling tidak mendukung-ku dengan Chanyeol oppa? Memangnya kenapa kalau aku mau memperjuangkannya? Aku sangat mencintai-nya dan cinta itu perlu diperjuangkan."
"Aku tidak mendukung-mu dengan Chanyeol oppa karena aku tak ingin sahabatku yang sudah ku anggap adik sendiri punya sisi jahat. Aku ingin kau hentikan semua ini. Dia orang yang baik. Ia membantumu bangkit, membawamu menjadi orang yang sangat terkenal, membiayai-mu, menjaga-mu, dan kau membuatnya berubah hanya karena Yuto. Aku akan sangat senang jika niat-mu mengunjungi Chanyeol oppa adalah memberitahunya tentang semua yang sebenarnya terjadi. Ingat jika kau mencintainya, biarkan dia bahagia. Tapi yang kurasakan sekarang, cintamu itu bukan cinta yang tulus, namun hanya sekedar obsesi," tegur Eunbi lalu mematikan tv dan berjalan naik menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti saat Sakura berhenti berjalan didepannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boss || Chanrose {End}
Fanfiction"Berhenti berkata kau mencintaiku. Berhenti melakukan hal romantis padaku. Berhenti membuat aku berharap. Jika kau memang masih mencintainya, jangan datang padaku" Roseanne Kim "Percayalah padaku. Apa aku orang yang sulit dipercayai? Jangan memperca...
