Vote+Komen dulu dongg
☆
☆
☆
-------------------------~~~-----------------------
Hening. Kedua manusia di dalam mobil ini tidak ada yang mau membuka suara. Suasana kali ini sangat canggung. Sampai dering telpon wanita itu memecah keheningan.
Drettt
Ildeohagi ileun gwiyomi
Eeldeohagi eeneun gwiyomi
Samdeohagi sameun gwiyomi
"Halo Rose-ah?"
"Halo Mama? Ada apa?" ucap Rose sambil merilik sekilas ke arah Chanyeol. Chanyeol juga sempat melirik Rose sekalian dan kembali memfokuskan pandangannya ke jalan.
"Dimana kamu sekarang?"
"Aku dalam perjalanan pulang ma. Ada ma? Tidak biasanya mama menelponku"
"Ah mama hanya mau bilang bahwa bulan depan mama papa Alice dan Alan akan ke Korea. Rencananya kami semua akan menginap di apartemenmu. Bisakan?"
"Menginap? Tapi dalam rangka apa kalian semua mau ke Korea?" tanya Rose. Kali ini Chanyeol langsung menatap Rose.
"Papa dan Alan punya pekerjaan di Korea. Awalnya sih hanya mereka berdua yang berangkat. Tapi Alice ngidam ingin pulang ke Korea. Karena kehamilannya yang sudah 5 bulan jadi mama terpaksa harus menemaninya juga."
"Tapi ma, apartemen di kamarku hanya 2. Lalu papa dan Alan akan tidur dimana?" tanya Rose dengan wajah memelas. Chanyeol melihat sekilas wajah memelas Rose. Chanyeol menilai wajahnya sangat imut jika seperti itu.
"Soal itu ya kau pikirkan sendiri. Sudah ya mama mau membantu Alice dulu. Sampai jumpa sayangku," ucap mama Rose lalu segera mematikan telponnya.
"Ma. Mama. Aish mama kebiasaan. Hah, untung sayang kalau tidak eughh," gumam Rose dengan wajah marahnya. Ia lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil dan kembali memfokuskan pandangannya ke depan.
"Ibumu?" tanya Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
"Hem," balas Rose singkat dengan wajah yang masih marah.
"Hah sepertinya ibumu sama dengan ibuku. Suka memaksa dan memerintah," ucap Chanyeol melirik Rose sebentar.
"Benarkah? Jadi ibumu juga begitu?" tanya Rose lalu menatap Chanyeol.
"Iya. Dia orang yang suka memerintah."
"Sepertinya sekarang aku tau sifat memerintahmu," ejek Rose dengan suara keras.
"Yak. Jadi kau meledekku?" ucap Chanyeol lalu menatap Rose.
"T–tidak. Kau salah paham aku tidak berbicara tentangmu," ucap Rose gugup.
"Hah alasan. Bilang saja kalau yang kau maksud memang diriku ia kan. Sudahlah turun, sekarang kita sudah sampai," ucap Chanyeol lalu turun dari mobil.
Rose juga turun dari mobil dan mengikuti Chanyeol. Ia berjalan di samping Chanyeol.
"Baiklah. Memang yang aku maksud itu dirimu. Orang yang suka memerintah. Aku tidak bisa bayangkan saat nanti kau punya istri. Mungkin kau akan menjadikannya pembantumu," ucap Rose sambil membayangkan. Chanyeol langsung menjitak kepalanya membuat Rose meringis kesakitan.
"Yak memang sudah tugas seorang istri melakukan perintah suami. Lagipula kenapa kau membayangkan hal seperti itu?" tanya Chanyeol sementara Rose masih memegang kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boss || Chanrose {End}
Fanfiction"Berhenti berkata kau mencintaiku. Berhenti melakukan hal romantis padaku. Berhenti membuat aku berharap. Jika kau memang masih mencintainya, jangan datang padaku" Roseanne Kim "Percayalah padaku. Apa aku orang yang sulit dipercayai? Jangan memperca...
