"Rose-ssi, bacakan jadwal ku hari ini," ucap Chanyeol saat lelaki itu keluar dari ruangannya. Ia berhenti di samping meja Rose sambil memperbaiki penampilannya.
"Hari ini sebenarnya anda mempunyai pertemuan dengan GY Company. Tapi tadi sekretarisnya menelpon meminta pembatalan kerja sama karena berita scandal tadi pagi," jelas Rose sambil memegang kertas berisi jadwal pertemuan.
"Hah, dasar tua bangka. Aku tau ia hanya akan membuat citra perusahaanku rusak. Lagipula jika ia membatalkannya tidak akan berpengaruh dengan keuangan perusahaan," ucap Chanyeol lalu segera pergi. Tapi baru beberapa langkah berjalan, Chanyeol berhenti dan berbalik ke arah Rose dengan tatapan aneh.
"Apa yang kau lakukan disitu?" tanya Chanyeol yang justru membuat Rose bingung.
"Ne?! Bukankah tempatku memang disini sajangnim?" balas Rose dengan tatapan polosnya
"Hah Roseanne Kim, kau adalah sekretarisku. Jika aku memintamu membacakan jadwalku, berarti kau seharus mengikutiku kemanapun aku pergi sambil membacakan jadwalku selama sebulan ini."
"Tapi sajangnim sendiri yang bilang hanya membacakan jadwal hari ini dan aku sudah selesai membacakannya. Jadi aku tak perlu mengikuti anda, bukan?" terang Rose masih dengan tatapan polosnya.
"Hei siapa yang sajangnim disini? Jika aku bilang ikut denganku, ya ikut. Tidak perlu membantah!" tegas Chanyeol lalu berjalan mendekati Rose dan menarik tangannya pergi dari sana. Setelah sampai di dalam lift, Chanyeol melepaskan tangannya dari Rose.
"Bacakan jadwalku untuk bulan ini!"
"Ah ne. Untuk seminggu ini, jadwal anda tidak terlalu padat. Besok anda hanya melakukan pertemuan dengan klien dari Paris dan lusa anda memiliki rapat perusahaan dengan KS Ent. Setelah itu, lanjut pertemuan dengan CN Ent. Dan 4 hari ke depannya akan selalu berada di kantor untuk rapat di perusahaan. 2 harinya anda rapat bersama para pemegang saham dan 2 harinya bersama para pegawai. Dan setelah seminggu berlalu, jika perusahaan dari Paris menyetujui pembangunan gedung di sana, maka mulai dari tanggal 12-15 anda akan berangkat ke Paris untuk melihat lokasi pembangunan dan anda juga akan di undang sebagai tamu untuk acara fashion disana," jelas Rose sangat panjang. Tanpa sadar mereka sudah keluar dari lift.
"Hem baiklah," Rose tetap mengikuti Chanyeol dari belakang. Ia tak tau kemana sebenarnya Chanyeol ingin pergi. Tanpa sadar, mereka sudah berada di basement gedung dan sudah berada di depan mobil Chanyeol.
"Kenapa kau masih mengikutiku?" tanya Chanyeol pada Rose. Sementara Rose menatap Chanyeol aneh.
"Bukankah sajangnim yang bilang bahwa aku harus selalu mengikutimu kemanapun kau pergi?"
"Tadi aku bilang kau ikut denganku dan bacakan jadwalku sebulan ini. Kau sudah membacakan jadwalku, kan? Jadi sekarang pergilah. Kembali ke ruang kerjamu dan siapkan bahan materi untuk besok."
"Tapi sajangnim, ini jam makan siang. Saya sangat lapar sekarang," ungkap Rose sambil memegang perutnya yang terus berbunyi.
"Aku tak peduli. Ini hukuman untukmu karena kau terlambat masuk kerja."
"Sajangnim bukannya ini tidak adil?! Kau sendiri tau aku terlambat kerja karena kau merepotkan semalam, lalu aku juga harus menyiapkan sarapanmu. Seharusnya anda berterima kasih pada saya" tutur Rose dengan berani. Bahkan ia sudah menaruh kedua tangannya di pinggang.
"Hei kau sudah berani dengan sajangnim-mu sendiri?! Dan juga, untuk apa aku berterima kasih padamu? Bukannya kau sendiri yang menawarkan diri untuk menjaga ku dan menyiapkan sarapan untukku? Jadi tidak ada alasan. Sekarang kembali bekerja!" tegas Chanyeol lalu segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Rose.
"Hahhh pantas saja banyak yang mengundurkan diri. Kelakuannya benar-benar tidak baik. Dasar batu berjalan. Kurasa mulai sekarang aku harus mulai berani dengannya. Jika tidak, ia akan memperlakukanku sangat tidak adil," ucap Rose lalu segera meninggalkan basement dan menuju ke ruang kerjanya.
"Oh Rose-ah," panggil seseorang yang membuat langkah Rose terhenti.
"Oh Lisa Choi. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Rose saat melihat Lisa yang sekarang berjalan mendekatinya.
"Aku baru saja ingin menjemputmu untuk ikut makan siang denganku."
"Aku ingin ikut denganmu, tapi sajangnim menyebalkan itu menyuruhku untuk kembali bekerja," ujar Rose dengan nada sedih membuat Lisa menatapnya bingung sekaligus kesal.
"Yak apa dia sudah gila menyuruh orang bekerja di jam makan siang?! Sudah tidak perlu dengarkan dia. Sekarang ikut makan siang denganku!"
"Tapi kalau di mengamuk bagaimana?"
"Nanti aku beritahu padanya. Kajja," ucap Lisa membuat Rose tersenyum dan langsung saja ia mengikuti Lisa menuju mobil milik Lisa dan mereka pergi meninggalkan kantor.
~~~
"Yak Sehun Kim apa kau masih lama?" tanya Chanyeol di telpon. Saat ini dia sudah berada di basement gedung KS Ent, dan ia sudah menunggu sekitar 10 menit disana.
"Sudah. Aku sudah di luar tepatnya di samping mobilmu," jawab Sehun membuat Chanyeol segera menoleh ke samping. Dan benar saja, Sehun sudah berada di sana. Akhirnya Chanyeol memutuskan telponnya dan Sehun langsung masuk ke dalam mobil. Setelahnya Chanyeol langsung menjalankan mobilnya meninggalkan gedung KS Ent.
"Mengapa kau lama sekali? Aku sudah menunggumu hampir 10 menit kau tau."
"Maaf aku tadi harus turun tangan menangani rumor tadi pagi. Kim Kai sedang rapat dengan para investor dan pemegang saham jadi aku yang harus mengeluarkan klarifikasi beritanya," terang Sehun yang masih sibuk dengan ponselnya. "Dan Chanyeol-ah, sepertinya wanita itu akan kembali berulah. Berhati-hatilah dengannya. Kau tak akan pernah tau dengan rencananya selanjutnya" lanjut Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnnya.
Sementara Chanyeol ia menoleh sebentar ke arah Sehun dan kembali fokus menyetir.
"Aku tau. Aku sudah mencoba. Tapi saat aku melihatnya rasa benci, rindu, senang, sedih semua bercampur aduk. Aku tak tau harus berbuat apa. Terkadang aku benci saat melihatnya. Tapi saat ia mendekatiku, rasa rinduku padanya melebihi rasa benciku. Aku tak tau bagaimana aku harus menghadapinya."
"Salah satu cara untuk menghadapinya tanpa ada rasa dan salah satu cara melupakannya adalah buka hatimu untuk orang lain."
"Aku tau susah untukmu membuka hati untuk seorang wanita. Kau selalu berpikir bahwa semua wanita itu sama. Hanya menginginkan harta setelah itu pergi. Tapi kau salah. Tidak semua wanita seperti itu. Diluar sana masih banyak yang tidak punya pikiran seperti yang kau pikirkan. Dan aku tau kau bisa membuka hatimu. Tergantung bagaimana kau mencobanya," ucap Sehun. Chanyeol terlihat berpikir dengan ucapan Sehun.
"Kau pasti berpikir siapa yang akan mencoba menggantikan Sakura di hatimu kan?" goda Sehun sambil menatap Chanyeol dengan smirk-nya.
"Sok tau," kata Chanyeol, lalu memberhentikan mobilnya di depan restoran terkenal.
"Sudahlah ayo kita makan. Aku sudah cukup lapar," Chanyeol lalu segera turun dari mobil meninggalkan Sehun di sana. Tak lama Sehun pun ikut turun dan mereka masuk kedalam restoran bersama.
"Kita harus memesan ruang VIP. Aku tak ingin wajahku kembali berada di berita terbaru lagi," ucap Chanyeol lalu menuju ke meja pemesanan. Tapi tangannya di tahan Sehun.
"Tidak perlu. Kita sudah ditunggu sedari tadi di ruang VIP 02. Kajja. Kau sudah lapar kan?" Sehun kemudian menarik tangan Chanyeol masuk ke lorong yang berada di samping kanan mereka.
Setelah mereka mendapat ruang VIP 02 Sehun segera membuka pintu dan
"Sehun oppa akhirnya kau datang. Kalian lama sekali"
"Sajangnim?!"
"Apa yang kau lakukan disini?!"
~
~
~
I back. Kira kira ada yang nunggu gk yah?
Maaf kalau ada typonya. Semoga kalian suka. Please aku butuh like ama komennya kalian🙏🙏. Makasih udah mau baca😊
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boss || Chanrose {End}
Fiksi Penggemar"Berhenti berkata kau mencintaiku. Berhenti melakukan hal romantis padaku. Berhenti membuat aku berharap. Jika kau memang masih mencintainya, jangan datang padaku" Roseanne Kim "Percayalah padaku. Apa aku orang yang sulit dipercayai? Jangan memperca...
