~3~

3.9K 319 3
                                        

Rose telah menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Ia sangat lelah. Ingin rasanya ia segera berbaring di ranjang untuk tidur. Namun ia mengingat bahwa Jennie tadi mengajaknya pergi ke bar. Sehingga sehabis ini, ia harus pergi ke sana.

Sesampainya ia disana, Rose segera mencari ruang VIP di dalam bar. Lalu saat melihat ruangannya, Rose segera masuk dan melihat mereka semua sudah duduk disana.

"Oh Rose-ah, kau lama sekali. Kami sudah menunggumu sedari tadi," ujar Jisoo sambil mengangkat minumannya ke arah Rose lalu meminumnya.

"Mianhae, tadi pekerjaanku sangat banyak. Dan salahkan juga sajangnim Park itu. Selalu menyuruhku ke sana kemari setelah mempermalukan aku di depan umum. Sehabis itu ia selalu meminta hasil pekerjaan yang sempurna. Memangnya dia pikir aku robot yang bisa mengerjakan semua pekerjaan dengan mudah?!" keluh Rose dengan muka kesal dan tangan yang dilipat di depan dada.

"Bukannya tadi kau memuji-muji CEO mu itu?" sindir Jennie sambil tertawa.

"Hah kurasa ekspetasiku tentang dia tidak sesuai dengan realita. Menyebalkan!"

"Sudah puas menghinaku nona Kim? Jika sudah puas menyingkir dari jalan masuk," ucap seseorang dari arah belakang Rose.

Rose berbalik dan betapa terkejutnya ia saat melihat sajangnim yang sedang ia bicarakan telah berdiri di belakangnya dan menatapnya dengan tatapan yang sering sekali Rose lihat. "Ah sajangnim, jeseonghamnida," Rose membungkuk badannya, lalu menyingkir dari depan pintu.

"Hei Rose, kau memuji Chanyeol terlalu tinggi. Kau lihat, wajahnya bahkan sampai memerah," ujar Sehun yang muncul dari belakang Chanyeol membuat semua orang di sana tertawa kecuali Chanyeol dan Rose.

"Yak Kim Sehun awas saja kau," batin Rose sambil memandang Sehun dengan tatapan tajam. Sementara Sehun yang di tatap, hanya memasang muka polosnya pada Rose.

"Rose sampai kapan kau akan berdiri di situ? Ingin membuat pertunjukkan?" tanya Kai yang sudah duduk di samping Jennie.

"Rose bernyanyilah. Disini ada mesin karaoke. Suara mu kan bagus," ujar Jennie sambil menunjuk mesin karaoke yang berada tak jauh dari mereka.

"Ah aku tau! Nyanyikanlah lagu kesukaanmu itu," tambah Lisa. Lalu Lisa segera memilihkan lagu Rose dan memutarnya.

Halsey - Eyes Closed.

Rose terpaksa memenuhi keinginan mereka. Rose berhasil menyanyikan lagu favorite-nya itu dengan baik. Penuh dengan penghayatan membuat mereka yang lain juga larut dalam suara merdu Rose. Bahkan Chanyeol juga mulai ikut menutup matanya karena suara Rose yang bisa di bilang unik. Chanyeol tidak menyangka bahwa suara Rose akan sebagus ini.

"Wahh ddaebak. Rose-ah kenapa kau tidak bergabung dengan perusahaanku. Aku akan mendebutkanmu menjadi salah satu anggota girl group jika kau mau bergabung," ucap Suho kagum.

"Aku tidak tertarik menjadi public figure," balas Rose dengan entengnya.

"Hei Suho seharusnya kau sumbang lagu," ucap Sehun sambil mengambil remot dan memilih lagunya.

"Suho-ah mainkan," ujar Sehun saat mendengar intro lagu ini. Semuanya bersorak untuk Suho. Tapi tidak dengan Chanyeol. Ia tetap stay cool di tempat duduk.

"maneking inhyeongcheoreom

hanabuteo yeolkkaji da eosaekhaji

pyeongsogati hamyeon doeneunde

tto neoman bomyeon sijakdoeneun babo gateun chum

nun ko ip pyojeongdo pal dari georeumdo

nae mareul deutji anhjyo

Dumb Dumb Dumb Dumb

Dumb Dumb Dumb Dumb

simjangui tteollimdo nalttwineun gibundo

mamdaero doejil anhjyo"

Jisoo dan Jennie yang menyanyikan lagu Red velvet. Sementara Suho, ia sibuk menarikan tarian girl group kesukaannya itu. Semua orang bersorak melihat tarian Suho.

Bahkan Chanyeol ikut tersenyum melihatnya. Rose juga melihat senyum tipis Chanyeol. Dan seketika itu juga ia terpanah dengan senyum Chanyeol.

'Ia sangat tampan saat tersenyum. Tapi mengapa ia sembunyikan?' Batin Rose.

"Hei apa yang kau pikirkan?! Mari bersenang-senang," seru Lisa lalu menarik Rose untuk ikut menari dan menyanyi.

"Nah sekarang putarkan lagu kesukaan kita Rose-ah," ucap Jennie. Lalu Rose segera mengambil remote dan memutar lagu kesukaan mereka. IONE – La Vie En Rose.

Mendengar lagu itu di putar, para wanita langsung saja menyanyikan dan menari. Tapi tidak dengan para lelaki. Mereka semua diam. Lalu Sehun, Kai, dan Suho menatap ke arah Chanyeol. Sementara Chanyeol nampak terkejut dan tanpa sadar ia menggepalkan tangannya. Karena tak tahan, Chanyeol segera berdiri dan keluar dari sana dengan membanting pintu.

Para wanita sudah sadar dengan keadaan saat ini. Tapi mereka tak tau apa sebab dari kemarahan Chanyeol. Mereka terdiam. Begitu juga dengan Rose. Saat ia melihat Chanyeol keluar, ada beberapa perasaan khawatir. Ia ingin menyusul Chanyeol keluar, berniat menanyakan apa yang membuat Chanyeol seperti ini. Tapi tangannya di tahan Suho.

"Chanyeol membutuhkan waktu sendiri," ujar Suho membuat Rose mengurungkan niat mengejar Chanyeol. Mereka pun kembali bernyanyi, tapi tidak seceria tadi.

~~~

1 gelas

2 gelas

3 gelas

4 gelas

Dan 5 gelas

Chanyeol meneguk tequila yang sudah dipesannya. Sudah 5 gelas tapi Chanyeol belum bisa melupakannya. Melupakan masa lalu yang sudah di lupakan namun terungkit kembali. Walau sudah merasa agak pusing, tapi Chanyeol masih belum puas. Sampai sebuah suara menghentikan aktivitasnya Chanyeol.

"Yeol oppa?" suara manis seseorang berhasil membuat mengalihkan perhatiannya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Chanyeol dingin. Walaupun awalnya ia juga cukup terkejut.

"Aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku. Apa yang oppa lakukan disini?" tanya orang itu.

Sadar Chanyeol tak akan menjawab pertanyaannya, ia menghela nafasnya dan mengalihkan perhatiannya pada meja bar. Disana ia melihat sebotol tequila yang sudah berisi setengah dengan sebuah gelas yang juga berisi tequila. Ia meyakini bahwa Chanyeol sudah meminum banyak tequila itu.

"Yeol oppa jangan minum terlalu banyak atau kau akan sakit."

"Apa pedulimu dengan kesehatanku Sakura?! Dan berhenti memanggilku Yeol oppa. Kita sudah tidak ada hubungan apapun," ucap Chanyeol dengan nada dingin dan menusuk.

"Aku peduli karena kau orang yang penting dalam hidupku."

"Hah peduli?! Setelah meninggalkanku tanpa alasan yang jelas, kau bilang PEDULI?! Kau tau betapa aku seperti orang gila karena dirimu?!" bentak Chanyeol yang kemudian berdiri dari tempat duduknya.

"Yeol Oppa..."

"KU BILANG BERHENTI MEMANGGILKU YEOL OPPA." bentak Chanyeol lagi. Ia memegang tangan Sakura kencang dan menatap Sakura tajam.

"Sajangnim."

~

~

~

Hi readers. Aku cuma mau bilang kalau nanti mulai masuk bulan Maret, aku mungkin akan slow update. Berhubung karena aku lagi di kelas akhir dan juga banyak yang gak mau vote ama komen. Bukannya aku maksa atau apalah pikiran kalian tapi dari vote ama komen kalian buat aku semangat buat bikin cerita. Jadi kalau kalian banyak yang vote ama komen aku bisa update disaat aku lagi dalam masa ujian. Vote aja lah gkpp aku udh senang bgt.

Maaf kalau ada typonya. Semoga kalian suka. Jangan lupa like ama komennya yha😘. Makasih udah mau baca😊

My Cold Boss || Chanrose {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang