"Apa yang kau lakukan disini?" pertanyaan dari seseorang berhasil membuat Sakura dan Rose berdiri dari duduknya.
"Chaeyeon?!" Sakura nampak sangat terkejut, sementara Rose mulai mengingat wajah orang ini.
'Dia adik sajangnim bukan? Wajahnya persis seperti yang di tunjukkan Jennie dan Jisoo,' batin Rose lalu melihat Chaeyeon dari atas ke bawah.
"Ku tanya apa yang kau lakukan disini?" Chaeyeon menatap Sakura dengan tatapan tajam. Mirip sekali dengan tatapan tajam milik Chanyeol.
"Hah, bukannya jika seseorang berada disini berarti ia ingin bertemu CEO perusahaan ini? Seharusnya kalian memperlakukanku dengan baik, karena aku ini datang sebagai tamu bukan teman," sindir Sakura sambil melirik Rose sekilas dengan tatapan menyindir lalu kembali menatap Chaeyeon dengan senyum sinis.
"Ah jadi kau ingin disambut? Baiklah. Rose-ssi bisakah kau mengambilkan minuman untuk tamu gila hormat ini? Kurasa dia sangat kehausan," ucap Chaeyeon menatap Rose lembut lalu kembali menatap Sakura dengan tatapan sinisnya juga.
"Terima kasih atas pelayananmu, nona Park."
Rose segera pergi dari sana. Mengambilkan minuman untuk Sakura dan Chaeyeon. Awalnya Rose sangat benci dengan kedatangan Sakura. Ia merasa kedatangan Sakura dapat membuat mood sajangnim berubah. Tapi ternyata bukan hanya kedatangan Sakura yang membuatnya benci dan kesal, namun kedatangan Chaeyeon juga membuat ia sedikit kesal. Apalagi dengan sifat Chaeyeon. Menurutnya sifat Chaeyeon mirip dengan sajangnim. Suka memerintah orang. Rose jengkel karena dia bekerja disini sebagai sekertaris bukan sebagai pelayan.
Sementara itu, Sakura duduk di sofa panjang yang berada tepat di depan meja Rose. Sedangkan Chaeyeon ia duduk di sofa single yang jika di lihat dari meja Rose, sofa itu berada di sebelah kanan.
"Kenapa kau kembali? Apa yang membuatmu datang lagi kemari? Ingin membuat oppa menderita kembali?" tanya Chaeyeon membuka pembicaraan di antara keduanya.
"Maaf sebelumnya, mrs. Park. Tapi aku datang kesini bukan untuk wawancara pegawai baru. Aku datang kesini untuk bertemu sajangnim dan sebelumnya kuharap jangan mencampuri urusan pribadiku," jawab Sakura sambil tersenyum sinis.
"Ah maafkan aku kalau aku mencampuri urusan pribadimu. Tapi urusan pribadimu kali ini menyangkut kakakku. Jadi wajar jika aku mengurus masalahnya saat dia tidak berada disini."
"Permisi maaf mengganggu kalian. Saya hanya ingin mengantar minuman," ujar Rose lalu memindahkan 2 minuman dari nampan ke atas meja.
"Gomawo Rose-ssi. Kau boleh kembali bekerja. Maaf sebelumnya aku mengganggumu," ucap Chaeyeon menatap Rose dengan senyum ramah. Rose membalasnya juga dengan senyum ramah khas miliknya. Sekarang Rose tau. Perbedaan sifat Chanyeol dan Chaeyeon. Chaeyeon akan mengucapkan terima kasih setelah menyuruhnya sementara Chanyeol tidak. Jadi Rose punya nilai plus untuk Chaeyeon.
"Aniyo Mrs. Park. Anda tidak mengganggu pekerjaan saya. Permisi," Rose segera kembali ke meja tempatnya bekerja. Ia masih bisa mendengar adu mulut keduanya. Berhubung meja sekertaris ini dibuat tinggi jadi saat duduk, tidak dapat melihat apapun di depan. Karena tertutup dengan meja.
"Mengapa kau masih saja mengganggu kakakku? Kenapa? Apa lelaki di luar sana tidak ada yang tampan dan mapan seperti kakakku? Atau karena pesonamu yang semakin lama semakin menurun? Aku heran kenapa di luar sana banyak sekali yang mempercayai wajah busukmu itu," tutur Chaeyeon kali ini dengan tatapan kebencian.
"Owh nona Park. Tolong jaga tata bahasamu. Apakah kau tak di ajar orang tuamu untuk berlaku sopan?" ucapan Sakura berhasil membuat Chaeyeon geram.
"Dan apa kau juga di ajar orang tuamu untuk tidak membawa bawa orang tua dalam urusan pribadimu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Boss || Chanrose {End}
Fanfiction"Berhenti berkata kau mencintaiku. Berhenti melakukan hal romantis padaku. Berhenti membuat aku berharap. Jika kau memang masih mencintainya, jangan datang padaku" Roseanne Kim "Percayalah padaku. Apa aku orang yang sulit dipercayai? Jangan memperca...
