Part 5

32.1K 1.5K 51
                                        

Flashback saat kelas 10

"Amara lo mau ke kantin? Mau bareng sama gue gak?" tanya Devan saat melihat Amara berdiri dari bangkunya.

"Nggak," jawab Amara singkat.

"Nggak apaan nih? Gk nolak kan ya," kata Devan dengan senyum manisnya.

Setelah berhari hari diganggu cowok itu, kini Amara merasa terganggu. Amara menatap Devan, ia seperti menilai cowok itu. "Lo siapa sih."

Devan yang mendapat pertanyaan seperti itu terkejut. "Lo gak tau nama gue Ra?" Amara hanya memandang datar. "Beneran gk tau?"

"Hm"

"Astaga Ra, kita udah sekelas berapa minggu sih?" Amara hanya mengangkat bahu cuek. "Udah tiga minggu Ra. Lo beneran gk tau nama gue?"

"Iya."

Devan menarik nafasnya panjang. Dari belakang Devan terdengar cekikikan temannya yang menertawakan momen lucu itu.

"Tahan emosi lo Dev. Tahan. Tahan bentar atau lo bakalan kehilangan cewek ini," batin Devan yang sedang mengatur emosinya.

"Ok deh kalo gitu kenalin, gue Devan, Devan Rafandra Darka." Devan mengulurkan tangannya mengajak salaman.

Beberapa saat setelah menatap uluran tanan itu, Amara akhirnya menyambutnya. "Gue Amara."

"Oke sekarang lo udah tau nama gue kan?" Amara mengangguk. "Kalo gitu lo mau kan gue ajak ke kantin bareng?"

"Nggak," jawab Amara yang masih konsisten dengan jawabannya tadi. "Gue mau ke perpustakaan."

"Mau gue temenin?" tawar Devan dengan senyum ramah.

"Gausah." Setelah berkata seperti itu Amara langsung pergi meninggalkan Devan yang amarahnya seperti sudah di ubun-ubun.

"Serius bro lo bisa naklukin cewek kayak gitu." Tepukan ringan mendarat di bahunya.

"Harus lah," jawab Devan mantap.

"Ati-ati loh, nanti lo sendiri yang bakalan malu kalo ditolak," kata Mario dengan tawa kecilnya.

"Gue bakal bikin dia gk bisa nolak gue."

"Awas nyesel Dev." peringat Reyhan yang di abaikan oleh Devan.

★★★★

"Hey, sendirian aja, gak kumpul sama yang lain?" Devan menghampiri Amara yang duduk sendiri di bangkunya. Saat ini sedang jamkos, dan seperti biasanya jika kelas jamkos mereka akan membuat kerumunan kerumunan sendiri dan membahas berbagai topik. Tapi tidak dengan Amara, ia malah duduk manis di bangkunya sambil memakai handset.

Merasa tak ada balasan dari Amara, Devan melepas handset yang berada di telinga kiri Amara. Hasilnya, Amara memandangnya sengan kesal.

"Sendirian aja, kenapa gak kumpul sama yang lain?" tanya Devan lagi

Amara memandang kerumunan cewek yang sedang bergosip ria, kemudian langsung mengalihkan pandangan. "Nggak."

"Kenapa?"

"Gak kenal," jawab Amara dengan polosnya. Devan sampai terkekeh pelan mendengar jawaban Amara.

"Ya kenalan dong Ra kalo gak kenal," kata Devan yang tidak ditanggapi oleh Amara. "Tapi lo kenal sama temen sebangku lo kan? Jangan bilang lo gak kenal."

"Kenal kok."

"Siapa namanya?"

"Salsabilla."

"Bagus deh kalo lo kenal," kata Devan. "Btw lo harusnya lebih berbaur sama yang lain supaya lo banyak temen, kalo lo menyendiri dan cuek gini gimana bisa ada yang kenal."

Secret Agent Fall In Love (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang