Part 9

4K 328 24
                                        

[ maaf kalau typonya banyak ]
Pagi kembali menyambut namja bersurai cokelat itu. Mata indahnya perlahan terbuka, ia bangun lebih pagi seperti biasanya walaupun hari ini hari libur.

Ia membersihkan kamar juga dirinya, memakai kaus oblong dan celana pendek selutut yang terkesan santai menambah kharismanya lalu bersiap kedapur.

"Pagi ajhumma.."
"Pagi taetae, bagaimana tidurmu?"
"Sangat lelap"
"Apa yang kau lakukan pagi - pagi begini sudah di dapur?"
"Seperti biasa menyiapkan sarapan" jawabnya singkat, sambil mencari bahan masakan yang ia perlukan.
"Sudahlah biar ajhumma saja, lebih baik kau sarapan dulu, ajhumma akan bawakan susu nanti"
Tapi taehyung hanya tertawa mendengar ajhumma yang selalu cerewet akan dirinya seperti biasa.Tapi ia lebih memilih menurut saja.

"Baiklah jika ajhumma memaksa seperti nya aku tidak punya alasan untuk menolaknya"

Taehyung kini duduk sendirian dimeja makan, menatap kosong meja makan, ia teringat dengan foto yang dihancurkan jin hyung tepat dimatanya.

"Benarkah jin hyung akan membuang foto itu, tidakkah dia mau mengingat aku sebagai adiknya, segitukah dia membenciku??" taehyung menumpukan kepalanya diatas lipatan tangannya yang ada di atas meja, bahunya bergetar menandakan namja itu sedang menangis. Menangus dalam sunyi dan kesendiriannya.

Someone
Krrriiiingggggg

Bunyi alarm itu mengusik tidurnya.
"Waktunya olahraga, ini hari libur aku tidak mau terus berkutat dengan dokumen ini untuk beberapa jam kedepan" putusnya.

Ia adalah namja yang mandiri, karena semua keputusan dalam keluarganya ialah yang menanggungnya. Memberdihkan kamarnya yang bisa dikatakan sangat berantakan, kertas - kertas berserakan dimana mana serta kertas yang terkena tumpahan kopi yang belum sempat ia buang untung saja ia sudah membuat salinannya kemarin. Ia memungut sampah - sampah itu, hingga ada satu titik yang menarik perhatiannya  penuh dengan pecahan kaca dan selembar foto diantara pecahan tersebut.

"Tae.." lirihnya.
"Mianhe...mianhe karena aku belum bisa menjadi hyung mu yang dulu, egoku..ego-kulah membuat aku melakukan itu padamu, bersabarlah aku mohon bersabar, biarkan aku mencari kebenarannya dulu, dan jika saat itu tiba aku mohon kau mau menerima kami kembali"

Ia memungut foto tersebut dan membersihkan sisa-sisa pecahan yang ada di permukaan nya lalu menyimpannya dibawah bantalnya. Saat ia akan membersihkan kaca tersebut dengan sapu, ia terkejut ada bercak darah disana.
"Darah siapa ini? Tidak mungkin ini darah ku, tidak ada yang sakit" herannya.

-
-
Seperti kata ajhumma tadi, ia membawa segelas susu dan roti panggang diatas nampan itu.
"Nah taetae, ini sarapan mu"

Taehyung sontak menghapus air matanya dan mendongakkan kepalanya menatap ajhumma yang selalu menyayanginya ini.
Ajhumma pun meletakkan makanannya diatas meja tepat dihadapan taehyung, dan menatap tuan mudanya ini.

"Apa ini? Apa kau menangis ta" tanya ajhumma.
"Ani"
"Kau tidak bisa membohongi ku tae"
"Waaah, sepertinya susu ini enak jika di makan dengan roti panggang ini, sangat cocok saat udara dingin ajhumma memang yang terbaik" sahutnya mencoba mngalih kan pertanyaan ajhumma tadi. Sang ajhumma hanya tersenyum melihat kelakuan tuan mudanya ini yang sepertiperhatiannya, namun ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

"Apa ini tae, kenapa tangan mu terluka begini?" tanya ajhumma panik.
"Entahlah, aku tidak ingat aku terluka" jawab taehyung santai.
"Awwww ajhumma kenapa kau memukul kepalaku?!" tanya taehyung tidak terima.
"Dasar pabbo, bagaimana kau tidak tahu kalau kau terluka?! Tunggu disini aku akan mengambilkan obat"

Tak lama setelah ajhumma pergi, hanphone taehyung bergetar menampilkan nama dokter pribadinya.

"Hoseok hyung? Ada apa pagi begini ia menelefon, tumben"
Taehyung pun menggeser tombol hijau pada benda persegi tersebut dan menempelkannya ditelinganya.

"Yeobseo hyung, ada angin apa kau menelefon aku pagi - pagi begini?"

"Tae apa kau punya waktu hari ini?"

"Tentu"

"Bisakah kau datang kerumahsakit? Ada yang harus aku bicarakan padamu"
Kali ini nada bicara hoseok terdengar sangat serius.

"Ba...iklah" jawab taehyung ragi - ragu.

"Oke aku akan menunggu mu saat jam makan siang, dan jangan lupa untuk membawakan aku makanan sesuai janjimu"

"Mmm"

Setelah itu hoseok memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak.

'Ada apa hoseok hyung memanggilku kerumahsakit, aku sudah meminta obat pada nya tidak lama ini. Lalu apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang terjadi pada ku?' batin taehyung, saat ini kepalanya penuh dengan pertanyaan.

Tbc

-
-

Hufftt akhirnya up juga akunya 😌😌
Maaf ya buat readers aku yang nunggu, maap agak kelamaan dapat idenya 🙏🙏
Karena nggak mungkin kan kalau aku harus mandi kembang tujuh rupa selama tujuh hari tujuh malam cuman buat dapetin satu kata.

Makasih buanyakk banget buat kalian yang udah setia nungguin ff aku ya 😘😘
Vote dan comentnya ditunggu... ^^

*aneh - aneh aja ya kelakuan trio ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*aneh - aneh aja ya kelakuan trio ini.. Ampun deh, untung suka
# 😁🔫

WHY METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang