Part 6

4.1K 321 7
                                        


"Arrgghh appoyo, dimana obat sialan ini"
Taehyung sibuk mengacak - acak laci didekat tempat tidurnya, akhirnya ia menemukannya, membuka tutupnya dan meminumnya tanpa air. Sepertinya namja tampan itu sudah biasa meminum obat tanpa setetes air pun.
"Ugghh pahitnya.."

"Oemma, appa hiks..tolong beri taetae kekuatan hiks.. supaya tae bisa mengubah cara pandang hyungdeul dan kookie kalau tae bukan pembunuh kalian" lirih taehyung.

Rasa sakit itu perlahan mulai hilang. Taehyung heran kenapa rasa sakitnya sering muncul akhir - akhir ini. Ia melihat botol obatnya yang mulai kosong.

"Baiklah, seperti nya aku memang harus pergi menemui jhope hyung besok sepulang sekolah"

Taehyung memilih memejamkan matanya sekarang. Ia sangat lelah hari ini, apalagi tanpa asupan energi dari pagi. Ia sedikit meringis ketika ujung selimutnya tidak sengaja menyentuh luka disudut bibirnya.

********

Pagi harinya taehyung bangun seperti biasa, dan berangkat lebih pagi juga seperti biasa. Dan dia tidak lupa membuatkan sarapan seperti biasanya.

"Ajhumma taetae pergi duli ne.." izin taehyung pada ajhumma yang selalu perhatian padanya
"Neee, hati - hati ya" selalu pesan itu yang taehyung dengar, dan itu membuat nya bahagia masih ada orang yang peduli padanya.

Taehyung sampai dihalte, ia menunggu seperti orang orang lainnya, sampai akhirnya bus yang akan ia tumpangi sampai.

Seperti biasa, taehyung lebih suka duduk dibelakang, ia lebih suka memperhatikan semuanya dari belakang. Tak lama sampailah namja itu disekolahnya.

"Yakk taehyung!!!"
Ia tahu siapa itu dan memilih berhenti agar namja yang berteriak itu dapat menghampirinya.

"Yakk kim taehyung, aku sudah meneriakimu dari pintu gerbang seperti orang gila tapi kau bahkan tidak menoleh sedikitpun" jimin dengan ekspresi seperti orang yang teraniaya.

"Biarin supaya kamu nggak bantet lagi"
"Aisshh, dari pada jadi alien aneh seperti mu, tapi ngomong - ngomong kau harus menepati janjimu!"
"Apa?" tanya taehyung malas.

"Pr geografi" jawab jimin menaik turunkan alisnya.
Mengingat bahwa kemarin ia sudah ditolong jimin, maka mau tidak mau ia juga harus membantu jimin termasuk melihatkan pr kan nya, walau dibantu atau tidak terkadang jin memang begitu.

Ia bukannya bodoh untuk tidak mengerjakan pr, tapi hanya tidak punya waktu. Jimin bilang ia harus perawatan setiap hari agar ketampanan nya semakin bertambah dan dia tidak mau berfikir terlalu keras agar tidak cepat tua katanya. Bilang aja kalau malas..

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tidak sula melihat senyum dan kebahaguan taehyung, hanya tatapan kebencian yang terpancar dari matanya. Itu jungkook, ia baru saja sampai diantar mobil yoongi.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, para siswa berhamburan keluar kelas, ada yang buat rencana kerja kelompok dan nongkrong di cafe.

"Cepatlah tae." rengek jimin
"Ya ya ,sebentar lagi... Dan selesai, kau hanya perlu bersabar park jimin" jawabnya.
"Tapi kau lama sekali merapikan bukumu, seperti benda sakti yang akan rusak bila tak hati - hati" ketus jimin.

"Tentu saja, sebab gara - gara benda itu aku diterima disekolah elite ini dengan beasiswa"

Seperti biasa taehyung dan jimin berpisah di depan gerbang karena memang arah rumah mereka yang berlawanan.
Namun tujuan kali ini adalah rumah sakit, tempat hobie hyungnya bekerja.

At hospital.

"Siang hyung!!" sapa taehyung riang.

"Siang ssaeng, kau sudah makan?"

"Mm sudah" jawabnya dengan anggukan yang membuat dokter dihadapannya gemas dengan tingkah nya.

"Ada hyung, kemarin kau menyuruhku untuk datang kesini?"

"Benar ada yang igin aku bicarakan pada mu, ini mengenai kesehatan mu"

Deg
'Apakah aku akan mati?'
'Apakah umurku tinggal sedikit lagi?'

Banyak pertanyaan yang hinggap dikepala taehyung.
"Apa kau sudah siap mendengarkannya?"
"Ka..katakan saja hyung" suara tae mulai bergetar tanda ia menahan tangisnya.

"Kau harus bersabar ne.."
"Hyung jeongmal!! Katakan saja"

"Tae, waltu kau tak sadarkan diri kemarin aku sengaja mengambil sampel darah mu untyk mengetahui perkembangan penyakitmu. Dan hasilnya..."
Hoseok memutus kata - katanya membuat taehyung semakin penasaran.

"Kau kanker darah stadium 2 tae"

Brukk
Kaki taehyung menjadi lemas dan air matanya tak henti - hentinya mengalir.

Tbc

Aku balik lagi, maaf ya banyak typonya 🙏🙏. Jangan bosen baca cerita aku, juga jangan lupa vote and comentnya readersnim.
Anyeong...
See you next chapter 😘😘😘

WHY METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang