Bento = 25

918 78 1
                                        

Sunjing baru bangun setelah capek semalem ribut masang tenda. Gak boong, ternyata masang tenda kudu penuh perjuangan dan pengorbanan.

Keadaan cibubur pagi hari ini, ya kayak biasanya orang kemah aja gimana sih.

Ada yang baru bangun, ada yang lagi masak, ada yang lagi becanda, bahkan ada yang lagi pacaran.

Yang terakhir bikin sakit mata sih ngeliatnya. Ditambah emang dia lagi sakit luat dalem.

"Sunjing baru bangun? Udah enakan belom?" sapa Changmin ramah sampe ada lesung pipit kanan-kiri.

Jadi inget si ganteng.

Ikutan duduk di sampingnya, Sunjing mengangguk. "Semalem gua ribut dulu sama Suyeon, kita gak ada yang bisa masang tenda soalnya."

"Ribut yah," monolog Changmin, kayaknya sama dirinya sendiri. "Kalo ngomongin ribut, kayaknya kak Yujin setiap ngeliat gue kayak pengen ngajak ribut gitu."

Bener. Buktinya aja tadi pagi-pagi buta Changmin padahal cuma pengen ngambil whudu, pas-pasan sama Yujin malah disinisin.

Salah dia apa coba.

"Duh, Min. Mendingan jangan ambil ke hati deh. Itu orang emang kenapa tau, gaje banget."

Changmin malah ketawa samar. "Dia cemburu yah." Denger itu, mata Sunjing hampir aja mau keluar, cowok itu makin ketawa. "Gue open minded kok, tenang aja. Setiap orang punya haknya sendiri."

"Min, gua terhura lho."

"Halah, sa ae lo, buaji." pop mie udah dirasa mulai bisa dimakan, Changmin nyodorin. "Dimakan, entar kak Yujin khawatir lho."

"Apa sih, anjir, garing banget lu!" bahu Changmin digeplak.

Mungkin kalau Changmin ngomong itu sebelum Sunjing sebel sama si ganteng, dia bakal melayang kali yak. Sayang seribu sayang, respect-nya udah ilang sama itu orang.

Tapi gak boong juga, ada sesuatu di bagian paling kecil di hatinya yang masih berharap. Cuman dikubur aja sama yang punya.

"Suyeon masih tidur yah?" tanya Changmin, tiba-tiba. Sunjing hampir nyembur pop mie di mulutnya.

"Changmin...? Diem-diem nih yak."

"Eng-enggak, apan sih!" langsung menggeleng, gelagapan. "Gue nanya, soalnya dia suka banget pop mie, siapa tau dia mau."

Sunjing makin meledek. "Tau dari mana dia suka pop mie...? Halah ngaku aja lu."

"Apan sih, anjir, garing banget lu!" sekarang bahu Sunjing yang digeplak.

Dari kejauhan, Yujin ngeliatin dua orang di depan tenda itu dengan tatapan menerawang.

AkhhㅡHatinya tertohok lagi.

Sumpah, gak enak banget rasanya gak ada ocehan Sunjing. Kayak ada kurang manis-manisnya gitu. Bagai sayur tanpa garam.

Halah, lebay. Mendingan naek pohon aja sana.

"Hai, lesbi." tiba-tiba orang ini nimbrung sama mereka.

Dengan panggilan itu otomatis Sunjing dan Changmin nengok ke sumber suara.

"Dih! Kok songong sih lu! Ngapain lu!" sewot Sunjing gak terima.

"Hehe, peace, kita kan udah damai."

"Damai pala lu!"

Iya, si mantan musuh. Emnet.

"Gue cuma mau duduk di sini, gak boleh?"

"Kan masih ada banyak tempat."

"Tapi gue maunya di sini. Lagian ini tempat umum."

Dan mereka berdua semakin adu bacot. Changmin yang lagi-lagi ada di tengah pun bingung.

Ganteng | YujinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang