Hal pertama yang aku liat pas buka mata adalah ruangan UKS yang sepi.
Enggak ada yang nemenin gituh? Suyeon emang teman macam apa dia. Cih, tahi ledig.
Kepalaku masih berasa sakit, walau gak sesakit tadi.
Huh, aku enggak suka fisikku yang kurang kuat ini. Selalu nyusahin yang punya tubuh.
Sesekali, aku pingin punya badan seatletis kak Yujin yang nghh.
Tuhan memang menciptakan makhluknya terlalu sempurna untuk aku liat. Sampai gak kuat diri ini melihat kegantengan tiada tara kak Yujin. Mataku terasa sudah melihat pangeran keluar dari negeri dongeng dan menjelma menjadi ketos yang ganteng. Wokwokwok.
"Hayo, bengongin apa?"
Sefruit suara bikin khayalanku pecah.
Eh? Dia siapa? Dia bukan kak Yujin. Padahal udah berharap dia dateng ke sini seenggaknya buat nengokin. Gini-gini aku pingsan gara-gara kegantengannya.
Ganteng yang tidak bertanggung jawab, tapi aku suka wikwikwik.
"Kakak siapa?"
Aku tahu dia kakak kelas dari bet di lengan kanannya berwarna biru. Warna biru buat tingkat kedua, apalah daya aku yang masih pakai warna kuning, heu.
"Aku Jiheon. Tadi disuruh Yujin temenin kamu," ucapnya lalu terkekeh geli. Senyumnya lumayan manis, tapi lebih manis kak Yujin tentunya. "Kamu gak tau aku? Padahal aku sekretaris osis."
Hatiku cuma tau kak Yujin. Sorry nih kak nyahahaha.
Aku cuma tertawa canggung, garuk tekuk yang gak gatal sama sekali. "Perhatian gua cuma buat kak Yujin sih. Jadi gak mau fokus sama sekitar."
"Apa??" Dia keliatan sedikit geger.
"Eh, eng-enggak papa, hehe."
Aku kembali menidurkan tubuh yang masih lemas, nutup mata berharap rasa pusing ini pergi digantiin sama muka ganteng kak Yujin.
Ganteng yang hqq.
"Masih pusing? Mau teh manis?"
Suaranya bikin aku buka mata lagi, lalu menggeleng lemah. "Enggak ah, makasih kak. Betewe, gua udah minum obat?"
"Kata Yujin sih, udah." kak Jihoen duduk di samping ranjang yang aku tidurin sekarang.
Sebentar. Kenapa kata kak Yujin? Ohhhh, apa kak Yujin yang udah bantuin aku minum obat? Pasti pakai cara yang enggak normal! Misalnya dari mulut ke mulut??? Itu bisa aja! HUAAA!
Aku buat tubuhku balik bangun. Masa bodo sama badan yang masih lemas. "Terus kak Yujin nya mana?"
"Lagi ngurus yang masih mos," jawab kak Jiheon.
"Gua harus ikut mos!" aku niat bangun dari ranjang, tapi badan masih pada nyeri. "Akh, uset dah sakit."
Kak Jiheon juga nyegah biar gak bangun. "Kamu masih sakit, mau kemana sih emang?"
Badanku balik tenang lagi di kasur.
Huhu, gak jadi deh liat muka gantengnya kak Yujin.
Ya Allah, udah bell pulang. Aku masih di kasur, bosen tapi gak bisa gerak karena emang badan masih pada sakit.
Gak ditemenin sama siapapun.
Oh, Suyeon.
Makhluk itu kemana perginya? Apa dia lupa temennya lagi sakit di sini? Memang kurang pantas dipanggil temen dia mah.
Kain bilik UKS dibuka, yang ngebuka bikin hati ini gak karuan karena mukanya.
Kegantengan paripurna dari kak Yujin.
Fix, ini aku masih sakit. Sampai bayangin ada dia di sini. Ini aku masih sakit. MASIH SAKITT!
Kegantengannya gak realistis. Masyaallah.
Bye world....
"Udah sadar?"
Ok. Suaranya berhasil bagunin aku dari khayalan tingkah miper. GGG.
"Sadar? Iya, aku sadar kalau kamu itu jodohku yang sudah lama ditakdirkan." Kebiasaanku muncul. Ah, masa bodoh. Yang penting mukanya kak Yujin ganteng.
Raut mukanya dia langsung cengo. Alisnya hampir nyatu, bibirnya dilipat. Dan ada bolongan manis di pipinya ituuUuuUuu.
UWU.
Lumer aku, kak. Lihat lesung pipitmu yang manis itu, KYAAAA.
Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Gak ada!
"Lu masih sakit ternyata," respon dia terhadap celotehanku.
Aku sakit karena kamu, kak! Siapa suruh punya muka kok ganteng amat?! Gak kuat hayati.
Cuma satu, sayang aku cewek. Gak bisa memiliki kamu yang juga sama-sama cewek. Ah, tapi peduli setan, aku tetap Cinta Yujin.
Aku penganut Cinta itu buta. Termasuk aku yang udah buta karena kak Yujin.
Helpeu miiT_T
"Kakak ngapain ke sini? Khawatir ya???" tanyaku pakai tatapan menyelidik.
"Pede. Gua osis, jadi lu itu tanggung jawab gua." Kak Yujin muter matanya keliling dunia. "Terus juga tadi lu pingsan gara-gara gua hukum, jadi termasuk itu kesalahan gua."
"Gak papa kok, kalau mau bilang khawatir. Kak Yujin nih suka malu-malu, padahal mau."
"Terserah. Padahal tadi niatnya mau minta maaf, gak jadi deh," gumamnya pelan, tapi masih bisa aku dengar. Kupingku ini sensitif kalau sama kak Yujin.
Aku langsung buka mataku yang sipit ini lebar-lebar. "Apa? apa?? Coba ngomong lagi??? Noh kan, kakak khawatir. Aduh, jimayu."
Tanpa bilang apa-apa lagi, dia pergi dari ruang UKS, ninggalin aku sendiri yang masih berbunga-bunga.
Yuhuu~~ first time ngomong berdua sama kak Yujin. Pasti abis ini dia kesemsem sama aku, terus kepikiran sampai gak bisa tidur.
Semoga aja. Wokwokwok.
Kalau kak Yujin nya makin jual mahal, malah aku makin penasaran sama dia.
Faktanya, orang ganteng itu bikin penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ganteng | Yujin
Fanfic"Eh, liat. Itu osis ganteng amat!?" "Gila! Dia cewek, bodoh!" Tentang si dia, yang gantengnya ngalahin cowok beroti sobek. menurutnya, dia lebih ganteng dari semua cowok di sekolah. ⚠gxg area⚠ ©spin off from OONIVERSE [1/5]✅
