Nada Surf - Inside Of Love
_______---_______
Kantor Parlemen, Jakarta
Satu lembar surat tengah dibacanya perlahan untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan penulisan. Sesekali mencoret dan mengoreksi saat menemukan tulisan dengan ejaan yang salah seperti penulisan pada kata "Courtessy Call" yang seharusnya huruf "s"-nya satu saja. Terkadang salah tik sesepele itu harus menjadi perhatian besar. Surat-surat seperti ini, yang menjadi jembatan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara lain, tidak seharusnya ada cacat sedikit pun di dalamnya. Moto di tempatnya bekerja saja "Zero Mistake". Malu, lah, kalau mistake-nya itu meskipun hanya berupa salah tik.
"Itu yang saya coret-coret dibenerin ya. Terus kalau sudah ditanda tangan si Bos, kamu scan lalu e-mail ke KBRI di Georgia," perintahnya sambil menyerahkan selembar surat pada salah satu anak magang.
Si cewek anak magang di depannya malah terkesiap saat Nando menyodorkannya surat itu. Kemudian wajahnya tersipu malu dan sedikit merona.
"Hello?" Nando mengibaskan tangan di depan muka si anak magang. "Ngerti nggak?"
"Eh? I... iya, Kak! Ngerti!" jawab si anak magang terbata. Lalu mengambil surat yang disodorkan Nando tadi dan menghilang dari hadapan Nando.
Jarum jam menunjukkan tepat pukul empat sore. Ia mulai mengemasi barang-barangnya. Baru saja dirinya akan meraih tas Nike besar berisi perlengkapan olahraganya, Selbi, teman perempuannya di Bagian yang sama, duduk di sampingnya sambil menyerahkan selembar kertas.
"Nih, rekap presensi lo bulan lalu," ucap Selbi.
Nando meraih kertas itu cuek, lalu menyimpannya begitu saja di atas meja.
"Heh! Nggak dicek dulu?" tanya Selbi.
"Nggak usah, lah," balas Nando tambah cuek.
Selbi lalu merebut kembali kertas rekap tersebut kemudian memperlihatkannya tepat ke depan muka Nando.
"'Tanpa Keterangan' lo banyak banget! Dan gue tahu banget ini tuh lo tugas luar semua. Lo nggak nyerahin Surat Tugas ke bagian rekap presensi, ya?"
Nando hanya nyengir menanggapinya.
"Ah elah, elu mah!"
"Sudah biarin sajalah. Paling tunjangan gue dipotong," ucap Nando santai. Pasrah dan santai beda-beda tipis, lah.
Selbi mendecak tak percaya. "Nggak gitu juga, kali. Lo tuh tugas, bukan bolos. Masa ujug-ujug tunjangan lo dipotong. Gue bikinin saja, lah, ya surat tugasnya."
"Wah, nggak usah," tolaknya tak enak.
"Sudah, gue bikinin aja. Kasihan gue sama lo. Kesalahan satu huruf di surat saja lo concern banget, tapi giliran hal yang menyangkut hak-hak lo, sama sekali nggak lo perjuangkan."
Nando tertawa kecil. "Thanks ya, Sel," ucap Nando tulus.
Selbi hanya mengibaskan tangannya.
"Omong-omong, lo mau ke mana, sudah bawa tas gede gitu?" tunjuk Selbi pada tas Nike besar di kolong meja Nando.
"Mau fitness sama Priyo di gedung belakang."
"Masih rajin fitness aja lo? Padahal badan lo udah lebih kurus."
"Lemak-lemak gue yang dulu itu berubah jadi otot," bela Nando.
"Entar makin kekar, tuh anak-anak magang tambah nganga dan jerit-jerit, lagi, lihatin lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
After Broken
RomanceKegagalan pernikahan membuat KIA rapuh dan selalu tidak siap untuk menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. Bukan karena trauma akan kegagalannya, tetapi bayang-bayang masa lalu masih saja terus menghantuinya. Ia adalah perempuan yang penuh luka ka...
