_____________________________
Nyatanya. Seberapa jauh aku melangkah, seberapa luas bentangan samudera yang telah aku arungi, seberapa lelah kaki ku tertatih. Jika memang tuhan sudah menetapkan takdir.
Kau milikku dan akan selamanya seperti itu.
______________________________
☜☆☞
Langkahnya memburu. Emosi berkabut di kepalanya, yang dia tau hanya satu. Bunuh? Atau penjara seumur hidup.
Sekarang ini arga sedang menyusuri lorong apartemen menuju markas tim alpha. Anak buah terkuat miliknya.
Sampai di tempat arga langsung menendang pintu ruangan sampai membuat orang yang ada di dalamnya terkejut
Vale udah ada di sana dengan keadaan yang gajauh berbeda dengan apa yang dia lakukan ke dera tempo lalu. Di ikat di kursi dan mulutnya di tutup dengan kain
Arga duduk di sofa yang tersedia tepat di depan vale. Menatap gadis itu penuh emosi dan rasa kecewa bersamaan. Sedang yang di tatap hanya mengalihkan pandangannya
"gua ga pernah nyangka ujungnya bakalan gini" kalimat pertama yang terlontar dari mulut arga.
Vale mendengus, selain karena muak dengan omongan arga dia juga ga bisa menjawab karena mulutnya yang masih di tutup
Arga berdiri dan berjalan ke belakang vale, memegang kedua bahu gadis itu kemudian membuka pengikat mulutnya. Perlahan arga membungkuk dan mensejajarkan kepalanya di telinga vale
"selain egois. Lo juga pembunuh ya?" ucap arga sarkas. Vale menggeram
"setelah ketemu sama lo gua jadi gini, so? Siapa yang seharusnya di salahkan?" tantang vale balik
"kalo lo tau gua bawa hal buruk ke dalam hidup lo seharusnya lo sadar untuk ga deket2 lagi sama gua"-arga kembali duduk di sofa itu dan meminum kopi nya yang baru di antar carlos ke dalam
"lo sadar ga sih setiap gua mau pergi selalu ada alasan untuk kita ketemu lagi?"
"nggak" jawab arga cepat. Dia tau ujung pembicaraan ini jadi lebih mending ga usah di tanggapi.
Vale terdiam. Entah kenapa fikirannya malah berlayar pada beberapa tahun lalu. Saat pertama kalinya dia tau kalo ternyata di hati arga udah ada perempuan lain
Flashback 3 years ago
Sore itu vale berniat mengantarkan bekal makan malam nya ke apartemen arga. Udah jadi rutinitas kalo setiap sore vale bakalan dateng nganterin masakan dia untuk arga makan
Semenjak mereka dekat vale ga mau lagi ngebiarin arga makan makanan sembarangan yang cuma dibeli di supermarket.
Toh, arga juga suka dan selalu menghabiskan bekal pemberian dia. Sampai di apartemen arga vale membuka pass code yang udah dia tau.
Di dalam ga ada arga. Jadi vale berinisiatif untuk masuk dan nyari arga.
"arga" panggil nya. Yang di panggil ga ada jawaban. Vale memilih untuk masuk ke dalam ruangan kerja arga
Jadi di dalam apartemen arga itu luas banget. Ada kamar tidur ruang kerja tersendiri dan perpustakaan pribadi nya. Dan ruangan yang belum vale masuki adalah perpustakaan dan kamar tidur arga
Vale cuma berani masuk ke ruangan kerjanya itu karena arga udah kasih izin sebelumnya.
Tapi di dalam ruangan itu juga ga ada arga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold Me Tight-II [end]
RandomMasih dengan orang yang sama namun kisah yang berbeda. Derandika aurelia yang kembali melanjutkan masa depan di salah satu universitas ternama di jakarta. Berusaha melupakan masa lalu yang bahkan enggan hilang dari hatinya. Sekeras apapun dia berus...
![Hold Me Tight-II [end]](https://img.wattpad.com/cover/172263164-64-k855882.jpg)