Enam bulan kemudian
Nana menjadi masih menekuni kerja sebagai resepsionis hotel. Seperti nya dia perlu suasana baru. Pernikahan nya dan ewin berubah menjadi pernikahan nisa dan ewin. Walaupun begitu hubungan antara mereka Baik Baik saja tanpa emosi karena di selesaikan dengan baik. Pandangan iba selalu menjadi tatapan orang kampung padanya. Tetapi dia tidak ambil pusing. Perkataan mereka bukanlah penyebab hidupnya.
Dari semua itu. Dia merindukan sosok seorang pria yang selalu ada untuknya. Pria yang juga meninggalkan nya di hari yang sama. Perkataan bapak hari itu membuka hati nya lebih dalam. Ternyata dia memang memerlukan rian dalam hidupnya. Dia menyayanginya. Tapi dia belum tau apakah dia sampai ke tahap cinta sehingga membuatnya selalu memikirkan,merindukan rian.
"Melamun terus!!" Sindiran mariam membuat nana memandang malas padanya.
"jangan nak ceramah"balas nana sarkastik.
"Masih mikirin gagal nikah?"
"gak, cuma bosan aja"
"mikirin dia? rindu?" Goda mariam. Ya dia juga mengetahui tentang rian yang sekarang mengisi hati nana.
"gak ada kepastian"
Mereka diam sejenak. Melayani tamu yang akan menginap di sana. Bulan tahun baru seperti ini memang akan ramai. Acara tahun baru masehi, berlanjut dengan tahun baru cina. Event itu akan membuat perhotelan penuh.
"Rasa nya mau undur diri aku. Mau cari kerja tempat lain" nana memandang kosong ke halaman hotel yang ramai saat ini.
"Mau kerja di mana??" Nana hanya mengedikan bahunya. Dia masih belum tau.
Sebuah kertas di dorong ke arah nana. Dia langsung memandang siapa yang memberikannya. Pria berumuran 40-an dengan kemeja rapi dan rambut klimaks nya membuat nana tersenyum.
"Melamar di sini aja neng?"logat jawa nya sedikit kental.
"Terima kasih pak"
Nana memandang daftar lowongan kerja di sana. Sebuah perusahaan yang cukup terkenal. Walaupun tidak famous pertamina. Perusahaan yang menjalani dua hotel, dua toko furniture, dan rumah sakit. Dia membaca semua penjelasan tentang perusahaan tersebut. Lowongan yang tertera di sana staf umum sampai manager. Tetapi sepertinya akan sulit menjadi manager, harus memiliki pengalaman. Gaji yang di ajukan sebagai staf membuat senyumnya mengembang. Hampir tiga kali lipat dari gajinya saat ini.
"Boleh juga tuh? Gajinya wow!! Tapi bukan bohong kan?"tanya mariam hati hati.
"Kita cek di webnya"
Nana membuka halaman webnya. Ceo utamanya adalah seorang pria paruh baya seukuran bapak. Adrian smith. Dan berbagai keterangan lainnya. Dan juga lowongan kerja yang sama dengan kertas tadi.
"Aku mau melamar di sana. Siapa tau aja kena terima" sahut mariam semangat.
"Mmm"
Jakarta
Hanya itu yang ada di benaknya saat ini. Apa dia bisa berharap bertemu kembali dengan abangnya. Dia sangat merindukannya.
"Pendaftaran online bisa nih" suara mariam membuat kesadarannya jatuh kembali.
---
"Kamu pasti akan ini sya? ini jauh. Mak gak tau gimana nanti kamu di sana"omelan emak yang masih gak setuju dengan pemikiran nana.
"Nana mau coba cari pengalaman mak. Hidup juga perlu perubahan" sahut nana tenang.
Bapak masih memandang kertas lowongan kerja di tangannya. Memandang putri semata wayang nya itu. Dia seperti melihat tujuan lain di sana.
"Apa kamu mau jumpa dengan rian?"
Pertanyaan bapak membuat kedua wanita yang berdebat terdiam.
"Nasya gak tau pak. Nasya gak mikir kesana"
"Dia gak bisa kamu hubungi sya? Kan dia di sana juga?" Tanya emak melihat putrinya. Dia juga merindukan pria itu. Pria yang selalu membantunya. Yang telah di anggap sebagai putranya walaupun hanya kebersamaan yang singkat.
"gak mak. Semua nya gak bisa nana hubungi" setelah kepergian rian hari itu semuanya hilang, no hp,akun, pin, dll gak ada yang bisa di hubungi. Nana hanya menangis dalam diam. Sebulan dia terus mencoba. Tetapi hasilnya hanya nihil.
---
Nana memeluk boneka beruang biru pemberian rian saat itu. Surat nya hanya tertulis selamat atas pernikahan mu nana. Pernikahan yang tidak pernah terjadi. Penjelasan bapak saat itu.
Dia gak sanggup melihat wanita yang di cintai menjadi milik orang lain
Dia memandang sayu foto yang tersimpan di memorinya. Foto kebersamaan dengan bang rian. Foto bersama dengannya. Bahkan saat rian berlumuran pasir. Membuatnya tersenyum. Dia sungguh merindukan pria itu.
---
Jakarta
Rian sibuk dengan berkas berkasnya. Menjalin kerja sama. Keuangan, pemasaran, dll. Membuatnya mengalihkan rasa rindunya pada wanita yang tidak lagi berhak dia simpan dalam hatinya. Menjabat sebagai COO membuatnya harus sibuk membantu papa. Papa masih menduduki jabatan tertinggi disini. Walaupun hampir semua tugas papa dan dia harus di telannya bersama.
"Istirahat dulu sayang?" Suara lembut wanita yang melahirkan nya itu membuat rian menghempaskan tubuhnya di punggung kursi.
"Mama bawain rian makan?"tanya rian berjalan menuju sofa tempat mamanya duduk.
"Rian? Mama mau bicara dulu. Penting?"pinta mama. Rian memandang mama penuh tanya.
"Silahkan?"
"Kapan kamu mau menikah? Semua calon yang mama ajukan kamu tolak mentah mentah? Mama tau kamu patah hati karna di tinggal wanita yang kamu cinta" suara mama terdengar parau. Dia memang mengetahui kisah anaknya selama di sana. Karena melihat rian yang bulan pertama pulang terlihat tidak bersemangat. Dia selalu membujuk anaknya untuk bercerita.
" Mama tau kan. Itu bukan salah nya. Aku yang mencintai tunangan orang lain" sahut rian mengusap wajahnya kasar.
"Aku masih perlu menenangkan hati ku ma. Aku belum siap membuka hati saat ini"
"Baiklah. Mama gak akan maksa. Tetapi ingat umurmu udah hampir kepala tiga" tegas mama
"Hmm"
Tok.Tok.Tok.
"Masuk!"
Seorang pria muda masuk ke dalam ruangan rian. Menyerahkan beberapa berkas di sana. Map tebal yang cukup membuat pusing kepala rian kembali.
"Daftar pekerja yang di terima pak. Bulan depan mereka akan mulai bekerja di sini" Jelas eko sekretaris rian. Rian memandang sekilas map itu.
"akh!! papa ini? Buat kepala aku pusing aja! Kasi ke bokap gue aja!! Gue banyak kerjaan?" Semua memandang tanya rian yang menggunakan bahasa campuran itu. Setelah balik dari kalimantan rian memang lebih sering menggunakan bahasa dari sana dari pada bahasa ibunya.
"Baiklah"
KAMU SEDANG MEMBACA
NANA (Complete)
RomanceAssalamualaikum! NANA gadis berusia 21 tahun menjalin cinta dengan kuli bangunan yang menyewa tempat kos san bundanya. hingga perpisahan harus terjadi. kegagalan pernikahan membawanya bertemu dengan kuli bangunan yang telah berubah nasib. apakah ini...
