31

5.3K 446 30
                                        


Part ini sempat hilang 😢😢 aku tuh pengen ngamuk dan banting leptop 😑 bagaimana tidak kesal coba? Capek-capek ngetik eh hilang dua part padahal belum aku publish 😤😤😡 . Terpaksa tadi cuma up part 30 padahal sebelumnya rencana up 5 part sekaligus 😴 apalah daya part yang belum ku publish pada hilang dan aku harus kembali ngetik ulang 😭.

Untung masih ingat, walaupun tidak sama persis dengan part yang hilang 😴. Terpaksa yah kali ini cuman up 3 part, padahal pengennya hari ini ceritanya udah tamat 😪😪😪.

Jangan protes! Biarkan aku sedikit curhat 😂

.
.
.

Jamuan makan siang sebagai hadiah dari kaisar Yuan atas kerja keras para prajurit sedang berlangsung. Sayangnya para prajurit kerajaan Xiaolu tidak begitu menikmati makanan mewah yang di hidangkan disetiap meja di hadapan mereka, sebab ada yang lebih menarik dan lebih nikmat dipandang dari pada makanan yang ada di meja.

Mata mereka saat ini menatap permaisuri Ling Ling tanpa kedip, bahkan ada beberapa di antara mereka yang menganga lebar karena pesona yang di pancarkan oleh permaisuri Ling Ling saat tengah makan dengan anggun dan tenang.

Kaisar Yuan sama sekali tidak menyentuh makanannya. Ia sedari tadi memincinkan matanya dengan tatapan tajam membunuh kepada para prajuritnya yang mulai berani menatap permaisurinya terang-terangan.

Dari tempatnya kini, jendral Li Xing terkekeh geli melihat tingkah kaisar Yuan yang begitu nampak cemburu. Jendral Li Xing tau bagaimana rasanya berada di posisi kaisar Yuan, sebab ia juga pernah mengalami hal yang sama ketika para anak buahnya mengagumi istrinya. Namun bagi jendral Li Xing tingkah kaisar Yuan sangat mengejutkan serta lucu di waktu yang bersamaan, bagaimana jendral besar itu tidak berpikir demikian jika selama dua bulan terakhir biasanya kaisar Yuan hanya akan menampakan ekspresi dingin dan datar namun kali ini kaisar Yuan bahkan tidak menyadari bahwa ia tengah mengeluarkan ekspresi lain. Apa lagi kalau bukan ekspresi cemburu.

"Wanita betul-betul berbahaya" gumam jendral Li Xing tersenyum geli.

* * * * *

Ling Ling menghentikan kegiatan makannya saat sadar jika kaisar Yuan sama sekali belum menyentuh makanannya. Ling Ling mengubah posisi duduknya sedikit menyamping walaupun saat ia mengubah posisinya ia meringis menahas sakit dan perih di area kewanitaannya.

Ling Ling mengusap lengan kekar kaisar Yuan agar kaisar Yuan menoleh padanya. Perlakuan Ling Ling jelas berhasil membuat kaisar Yuan kini menoleh padanya, tapi tatapan kaisar Yuan berikan membuat Ling Ling mengernyit bingung.

"Ada apa yang mulia?" Tanya Ling Ling menepis kebingungannya

Kaisar Yuan merasa marah pada prajurit-prajuritnya, ia merasa ingin mencongkel mata-mata mereka yang menatap permaisuri penuh rasa kagum dan puja yang membuatnya tidak suka. Kaisar Yuan menghela nafas berat. Ia tidak ingin menceritakan ketidak sukaannya pada Ling Ling, namun ia sudah berjanji untuk berubah dan saling terbuka.

Pada akhirnya kaisar Yuan menceritakan semuanya dan membuat Ling Ling tertawa kencang dan mengundang perhatian para prajurit yang menatap keduanya penasaran

"Apakah anda cemburu yang mulia?" Tanya Ling Ling dengan nada geli.

"Zhen tidak cemburu, tapi Zhen hanya tidak suka dengan tatapan mereka padamu permaisuri!" Elak kaisar Yuan.

"Tidak peduli anda terus menyangkal dan mengelak, karna bagiku saat ini anda tengah cemburu" tukas Ling Ling yang membuat kaisar Yuan nampak kesal.

Ling Ling tersenyum melihat tingkah kaisar Yuan yang menurutnya mengemaskan. Ling Ling mengusap kembali lengan kaisar Yuan lembut di luar jubah kebesarannya untuk kembali menarik perhatian kaisar Yuan yang sempat melempar tatapanya kearah lain karna tidak suka dengan perkataan Ling Ling.

Karna tidak berhasil, akhirnya Ling Ling mengalah dan memanggil kaisar Yuan agar menoleh menatapnya.

"Yang mulia" panggil Ling Ling lembut dengan jari lentiknya yang tidak henti mengusap lengan kokoh kaisar Yuan.

Kaisar Yuan menoleh dan menatap Ling Ling dengan tatapan tidak suka. Ling Ling membalasnya dengan tersenyum lebar yang amat manis sehingga kedua lesung pipi yang di miliki Ling Ling muncul di kedua pipinya dan menambah pesona kecantikan yang di milikinya.

Kaisar Yuan awalnya tertengun karena terpesona akan kecantikan Ling Ling yang baru ia sadari, sebelum kaisar Yuan kembali menetralkan raut wajahnya kembali normal dan memasang kembali benteng pertahanan yang hampir saja luluh akan pesona permaisurinya.

"Tak peduli mereka menatap hamba penuh kagum dan puja, tak peduli mereka terus berusaha mencari perhatian hamba dan mengeluarkan berbagaimacam godaan dan rayuan. Bagi hamba mereka tidak akan pernah bisa mengalihkan perhatian hamba yang saat ini dan seterusnya yang akan selalu tertuju pada anda yang mulia" ucap Ling Ling yang membuat kaisar Yuan terkejut.

"Anda tidak usah khawatir, sebab hamba tidak akan berpaling. Sekarang makanlah! Hamba sudah sangat gerah dan sesak berada disini terlalu lama" perintah Ling Ling

* * * * *

Ke esokan harinya, rumor mengenai sosok permaisuri Ling Ling kembali muncul kepermukaan setelah beberapa waktu lalu telah tertelan dan hilang seiring waktu berputar.

Rumor itu kembali mecuak. Menyebar seperti penyakit yang menular kemana-mana. Setelah jamuan makan yang di hadiahi para prajurit kerajaan oleh kaisar Yuan, rumor itu mulai beredar dari beberapa orang yang ikut datang di perjamuan makan siang yang berlangsung kemarin di istana.

Awalnya rumor itu hanya beredar dari mulut kemulut namun seiring banyaknya yang mengetahui rumor tersebut, kini rumor tersebut mulai beredar bahkan sampai pada kerajaan-kerajaan tetangga mengenai kabar burung tersebut.

Tak hayal banyak yang tidak percaya akan rumor mengenai sosok permaisuri Ling Ling yang dikabarkan sangat cantik, sebab selama dua bulan setelah pengangkatannya sebagai permaisuri mereka sama sekali belum milihat secara langsung.

Rasa penasaran akan para penduduk kerajaan mulai membuncah, beberapa penduduk bahkan mengirim petisi kepada kaisar Yuan agar memperlihatkan sosok permaisuri Ling Ling.

Di sisi lain, kaisar Yuan memijit pangkal hidung mancungnya yang berdenyut hebat. Saat ini ia tengah membaca gulungan petisi yang di kirim beberapa penduduk dari beberapa daerah yang isinya sama. Mereka meminta kaisar Yuan untuk menunjukan sosok permaisurinya dimuka umum.

Kaisar Yuan mengeram, ia melempar petisi itu kelantai cukup keras sehingga terdengar suara bantingan yang cukup keras dan terdengar nyaring.

"Apa-apaan mereka? Apakah ini sebuah candaan. Seharusnya mereka mengirim petisi untuk tujuan yang lebih bermanfaat seperti mengeluarkan kekeluhan atas masalah yang mereka alami di tempat tinggal mereka, bukan malah mengeluhkan rasa penasaran mereka atas sosok permaisuri Ling Ling!" Gerutu kaisar Yuan.

"Memangnya apa yang salah? Ini sudah dua bulan sejak gege menikah dengan kakak ipar. Bukankah sekarang waktu yang tepat untuk menunjukan kakak ipar kepada para penduduk kerajaan akan sosok permaisuri mereka? Lantas apa yang gege takutkan?" Tanya pangeran Sao Xu yang juga ada di ruang kerjanya sambil membaca buku strategi perang tanpa mengalihkan tatapannya yang masih fokus pada setiap tulisan di lembaran yang ia baca.

"Zhen takut mereka mengajukan pertanyaan mengenai latar belakang permaisuri!"

.
.
.
.
.
.

TBC

Written on Mar 23th, 2019

Abaikan typonya all 😅 aku dalam mode malas ngedit :v
Vote dan komen bila suka ceritanya 😉
Jangan sungkan memberi kritik atau pun saran 😄 aku pasti dengerin dan berusaha perbaiki kedepannya.

Share ceritanya pada teman-teman kalian jika cerita ini layak baca dan pastinya menarik 😉

Terimakasih 😘💕 dan see you on next chapter 👋

Bride of the Emperor Yuan (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang