9

5.9K 528 4
                                        


Ling Ling tak mampu lagi berkata apa-apa, ia terlalu terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia dengar. Awalnya Ling Ling berpikir penglihatannya bermasalah, pikirannya mungkin terlalu di penuhi halusinasi, mungkin juga ia sedang bermimpi, atau tengah menjadi pemeran utama dalam sebuah film atau drama kolosal namun nyatannya saat ini semua pemikirannya salah besar.

Ingin rasanya Ling Ling marah, ia ingin marah terhadap takdirnya, ia ingin marah terhadap jendral Li Xing yang membohonginya dan ia ingin marah pada dirinya sendiri yang saat ini nampak putus asa.

Sejak awal ia menerima tawaran tersebut, Ling Ling berpikir hidupnya akan selesai ketika dikubur dengan suaminya. Nyatanya ritual Minghun itu halnyalah sebuah kebohongan karna pada kenyataannya mempelai penganti pria yang akan menjadi suami Ling Ling masih hidup.

Sebelumnya Ling Ling berpikir tidak akan seperti ini, sebab ia pasti akan mati di dalam satu peti dengan suami hantunya. Tapi sekarang ia masih hidup dan memikirkan berjauhan dari ibu dan adiknya jelas membuat Ling Ling merasa sangat menderita.

Ling Ling menghela nafas berat, selama ia hidup ia belum pernah berjauhan dari ibu dan adiknya. Tapi kini ia harus berjauhan, berpisah jarak dan rentan waktu yang terlampau jauh. Hal yang Ling Ling khawatirkan adalah mampukah ia beradaptasi di tempatnya kini? Dan mampukah ia hidup bersama pria yang menyebalkan sejak pertama kali Ling Ling bertemu?

* * * * *

Di sisi lain, kaisar Yuan menatap pangeran Xu. Ia meminta singkat cerita apa-apa saja yang terjadi saat ia tertidur, ia juga tak lupa menanyakan wanita yang membuatnya jengkel serta kesal.

"Jadi perempuan itu adalah calon istriku?" Tanya kaisar Yuan memastikan apa yang adiknya jelaskan panjang lebar tidaklah benar.

Pangeran Xu mengangguk sebagai jawaban.

Kaisar Yuan yang melihat hal itu mengusap wajahnya kasar "bagaimana bisa Beng gong hidup dengan wanita berisik sepertinya?" Tanya kaisar Yuan dengan nada frustasi.

"Aku juga mana mau hidup dengan pria dingin dan angkuh sepertimu!" Balas Ling Ling yang baru saja masuk kembali keruangan bersama dengan jendral Li Xing.

Ling Ling yang baru saja masuk dan mendengar perkataan kaisar Yuan jelas menyulut emosinya, suasana hatinya sedang buruk mengingat apa yang baru saja menimpanya.

"Lancang sekali kau wanita!" Geram kaisar Yuan yang menatap Ling Ling dengan tatapan nyalang.

Bukannya takut akan aura mengintimidasi kaisar Yuan, Ling Ling malah membalas perkataan kaisar Yuan dengan nada yang tidak beda jauh dengan kaisar Yuan.

"APA? KAU MENGATAIKU LANCANG?" Tanya Ling Ling dengan mata melotot sempurna "HEI, PRIA MENYEBALKAN! LUPAKAH KAU BERCERMI? KELAKUAN DAN KATA-KATAMU SAMA TIDAK SOPANNYA DENGAN DIRIKU! BUKANKAH KAU JUGA LANCANG?" kata Ling Ling dengan nada yang naik beroktaf-oktaf dan membuat kaisar Yuan tersulut akan amarah.

"BRENGSEK! BERANINYA KAU--" geram kaisar Yuan tertahan.

Kaisar Yuan bangun dari peraduan, ia melangkah tergesa menghampiri Ling Ling. Wajahnya sudah merah padam dan dada yang naik turun menahan gejolak amarah yang siap meledak, kedua tangannya ia kepal erat hingga kuku-kukunya memutih.

"APA? KAU MAU MEMARAHIKU? MEMAKIKU? MENGHUJATKU? ATAU MEMUKULKU?" Tanya Ling Ling dengan nada menantang.

"KAU--" Kata kaisar Yuan mengertak giginya.

"APA?" Balas Ling Ling menantang.

Jendral Li Xing dan pangeran Xu buru-buru memisahkan keduanya saat suasana semakin memanas, jendral Li Xing menahan kaisar Yuan di bantu oleh beberapa prajurit kerajaan Xiaolu. Sedangkan pangeran Xu menahan Ling Ling dan menyeretnya keluar dari ruangan seraya mendinginkan kepalanya.

"Dasar pria menyebalkan dan tidak tau terimakasih!" Gerutu Ling Ling.

"Percuma tampan kalau kelakuan buruk! Beraninya sama wanita, dasar pecundang, brengsek, sialan, setan"

Ling Ling terus saja mengerutu, menghujat, dan memaki. Segala sumpah serapah ia keluarkan dan hal itu membuat pangeran Xu mengeleng melihat kelakuan Ling Ling yang sama sekali tidak ada anggun-anggunnya.

"Aku mau pulang Sao Xu!" Rengek Ling Ling.

"Aku benci disini, terutama aku benci pria kurang ajar itu!"

.
.
.
.
.
.
.

TBC

Written on Feb 19th, 2019

Bride of the Emperor Yuan (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang