7

6K 551 34
                                        


  Pangeran Xu menunggu dan menunggu hingga kaisar Yuan terbangun dari tidur panjangnya selama 10 tahun terakhir, ia masih setia menanti tanpa peduli dengan dirinya sendiri yang jelas sangat lelah.

Diruangan tersebut ia telah menunggu hampir satu jam lamanya namun kaisar Yuan tak kunjung jua bangun dari tidurnya, pangeran Xu berpikir saat portal pelindung hancur maka kutukan itupun akan hilang dan kaisar Yuan yang 4 tahun lebih tua darinya akan segera bangun. Tapi nyatanya, ia sudah menunggu cukup lama dan tidak ada tanda-tanda pria tampan yang sedikit mirip dengannya itu bangun.

"Mengapa yang mulia tak kunjung bangun? Kita sudah disini sedari tadi, tapi tak ada tanda ia akan terbangun" kata pangeran Sao Xu yang menyadarkan orang-orang yang ada diruangan tersebut.

Jendral Li Xing juga berpikiran hal yang sama dengan pangeran Xu, ia juga sempat berpikir kutukannya mungkin telah hilang saat portal pelindung yang menyembunyikan kaisar Yuan selama 10 tahun itu hancur. Namun semakin waktu berjalan, jendral Li Xing mulai sadar bahwa kutukannya belum sepenuhnya hilang.

Jendral Li Xing kini menatap Ling Ling yang wajahnya sempat merona merah karna malu, Ling Ling yang mendapat tatapan bertanya dari jendral Li Xing kini mengerutkan keningnya bingung.

"Apa?" Tanya Ling Ling

"Mengapa yang mulia kaisar belum juga bangun?" Tanya jendral Li Xing pada Ling Ling.

"Mana aku tahu!" Balas Ling Ling sedikit ketus.

Jendral Li Xing menepuk jidatnya, bagaimana bisa ia dengan bodohnya bertanya pada Ling Ling yang jelas tidak tahu apa-apa? Tentu saja ia mendapat jawaban dengan nada ketus dari gadis itu karna pertanyaan bodohnya.

Ling Ling kini berusaha menenangkan dirinya, ia pun kini ikut berpikir keras mengapa pria tampan yang ada di atas peraduan tak kunjung bangun.

'Apakah ini seperti akhir cerita animasi Snow white? Bedanya jika di cerita snow white berkisah tentang putri tidur, maka yang Ling Ling saat ini hadapi adalah pangeran tidur atau lebih tepatnya kaisar tidur' batin Ling Ling

'Haruskah aku menciumnya? Seperti yang dilakukan pangeran dalam cerita Snow White agar putri salju terbangun dari sihir kutukan ibu tirinya?' Batin Ling Ling mulai bertanya-tanya dengan pemikirannya.

'Tapi bagaimana bisa aku melakukannya? Hal itu sangat memalukan!' Batin Ling Ling kembali bermonolog.

'Ah masa bodo dengan rasa malu, hatiku mengatakan aku harus melakukan hal memalukan tersebut terlebih aku sudah terlanjur malu. Kenapa tidak sekalian menyelam semakin dalam? Toh ia hanya melakukannya mengikuti kata hatinya, kalaupun memang ciumannya manjur dan menghapus kutukan bukan kah itu malah baik? Lantas buat apa ia malu?'

Dengan nekad, Ling Ling meminta pangeran Xu untuk minggir sebab ia ingin melakukan aksi memalukannya. Pangeran Xu pun menurut dan membiarkan Ling Ling mengambil tempatnya yang duduk disisi peraduan.

Pangeran Xu awalnya tidak mengerti apa yang akan Ling Ling lakukan, namun tak berselang berapa lama ia kembali terkejut dan nyaris berteriak dengan aksi Ling Ling yang mencium kaisar Yuan tanpa malu-malu padahal diruangan ini ada beberapa pasang mata yang mengamatinya.

Ling Ling menempelkan bibirnya pada bibir kaisar Yuan yang terasa dingin, Ling Ling menempelkan bibirnya cukup lama dengan mata terpejam.

Dalam hati Ling Ling berucap 'Sudah saatnya anda bangun!'. Setelah mengatakan kalimat itu, Ling Ling membuka matanya dan menjauhkan wajahnya dari wajah tampan kaisar Yuan.

Ling Ling lantas bangun terburu-buru dari sisi peraduan, ia lantas menjongkokan dirinya dan membenamkan wajahnya di sela-sela lutut yang ia tekuk. Wajah Ling Ling merah padam karna aksinya, entah mengapa Ling Ling merasakan aliran darahnya berdesir hebat dan jantungnya berpompa cepat dengan ritme jantung yang tidak beraturan. Hanya dengan mencium pria itu, tapi efeknya sangat luar biasa bagi jantung Ling Ling yang tidak berhenti berdebar kencang.

"Huawwa ini sangat memalukan!" Teriak Ling Ling histeris disusul oleh tangisan segugukan.

Semua orang yang ada diruangan tersentak dari keterkejutan mereka akibat tangis Ling Ling, kini mereka menatap Ling Ling dengan raut wajah aneh serta tatapan bingung.

Tadi mereka melihat Ling Ling yang seperti kerasukan, lalu mereka melihat Ling Ling yang tiba-tiba mencium kaisar Yuan tanpa malu-malu dan sekarang ia malah histeris karna aksi memalukannya.

"Apa yang baru saja kulakukan? Mengapa aku melakukannya, hiks.. hiks. Sekarang bibirku tidak perawan lagi, huwwaa!" Tangis Ling Ling semakin kencang.

Semua orang yang berada diruangan merasa bingung untuk menenangkan Ling Ling yang semakin histeris dan meracau tidak jelas. Tanpa mereka sadari, orang yang mereka tunggu kini telah terbangun saat mendengar sebuah bisikan yang memintanya untuk bangun.

Saat kesadaranya telah kembali dengan sempurna, perlahan matanya pun terbuka. Bukan sebuah sambutan hangat yang Kaisar Yuan dapatkan saat ia terbangun, ia malah disuguhkan suara tangis yang menyakiti telinganya. Ia lantas dengan kesal mendudukan dirinya di atas peraduan dan menatap kesal kerumunan orang yang sama sekali tak berbuat apa-apa untuk menghentikan tangis seorang wanita yang jongkok tidak jauh dari peraduan.

"BISAHKAH KAU DIAM? SUARA TANGISMU BERISIK SEKALI!" geramnya

.
.
.
.
.
.

TBC

Written on Feb 16th, 2019

Bride of the Emperor Yuan (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang