22

4.7K 426 3
                                        


Jendral Li Xing baru saja memasuki tenda kaisar Yuan setelah ia mendapat izin. Kedatangan jendral Li Xing tentu saja ingin melaporkan eksekusi hukuman mati mantan gubernur Mu Peng kepada kaisar Yuan.

Namun saat ia masuk, suasana di dalam tenda besar milik kaisar Yuan nampak tegang. Jendral Li Xing merasakan atmosfir didalam tenda berubah dingin, mungkinkah kaisar Yuan dan pangeran Xu tengah bersitegang dan bertengkar. Jendral Li Xing yang merasa suasana sedang buruk hendak mengundurkan diri, namun secepat mungkin kaisar Yuan menahannya.

"Kau mau kemana, jendral besar Li Xing. Bukan kah kau datang ingin melapor?" tanya kaisar Yuan ketus

Jendral Li Xing mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, entah mengapa tiba-tiba saja tengerokannya terasa sakit.

"Bagaimana dengan eksekusinya?" Tanya pangeran Xu yang mulai berinisiatif lebih dulu bertanya sebab jendral Li Xing masih saja terdiam dan nampak termenung.

"A-ah, eksekusinya berjalan lancar tanpa ada kendala yang mulia dan sesuai perintah anda jasadnya sudah kami kebumikan" jelas jendral Li Xing

Setelah menjawab pertanyaan pangeran Xu, suasana di dalam tenda kembali hening dan atmosfirnya kembali berubah dingin. Jendral Li Xing jelas bingung dan ingin bertanya namun ia masih mengingat batasan walaupun dulu ia sangat dekat dengan kaisar Yuan bahkan sudah menganggap kaisar Yuan dan pangeran Xu sebagai adiknya.

"Mengapa kau masih berdiri di sana jendral Li Xing?" Tanya kaisar Yuan yang menyentak jendral Li Xing dari lamunan. Ada rasa sakit saat mendengar pertanyaan kaisar Yuan yang seakan ingin mengusirnya terlebih nada dingin yang keluar dari pertanyaannya.

Pangeran Xu juga nampak terkejut dengan pertanyaan kaisar Yuan. Seburuk-buruknya suasana hati kaisar Yuan, ia tak pernah bersikap seperti ini.

"Gege!"

Kaisar Yuan mengabaikan panggilan pangeran Xu yang penuh nada penekanan. Dari sorot mata pangeran Xu seakan mengatakan sikapnya melukai hati jendral Li Xing.

"Maksud dari pertanyaanku, mengapa kau tidak duduk dan bergabung dengan kami?" Jelas kaisar Yuan menghela nafas lelah dan menurunkan nada suaranya serendah mungkin.

Pangeran Xu menghela nafas lega, sedangkan jendral Li Xing menyalahkan dirinya karena lebih duluh salah paham akan pertanyaan kaisar Yuan.

Jendral Li Xing pun mengangguk dan mulai menarik kursi yang berada di samping pangeran Xu dan langsung berhadapan dengan kaisar Yuan.

"Apa yang kalian berdua harapkan dariku? Bukankah kalian sudah tahu, Zhen sudah seperti ini dari dulu. Dingin dan datar. Jadi maafkan Zhen jendral Li Xing, ku kira kau tidak akan salah paham dengan pertanyaanku dan kuharap kedepannya kalian kembali terbiasa denganku" jelas kaisar Yuan

"Saat ini Zhen berusaha membuka diri dan berubah perlahan-lahan seperti janjiku pada permaisuri" lanjutnya.

Pangeran Xu mengembangkan senyumnya, ia begitu senang dengan niat kaisar Yuan. Ling Ling sungguh memberi dampak besar untuk kaisar Yuan dan pangeran Xu berharap dengan adanya Ling Ling, kaisar Yuan bisa berubah menjadi kaisar yang lebih baik lagi.

* * * * *

"Jendral Li Xing. Ben Wang sangat penasaran dengan gadis cantik desa Xiaoyu yang kau ceritakan, apakah ia lebih cantik dari istrimu?" Tanya pangeran Xu saat ketiganya tengah menikmati makan malam di tenda kaisar Yuan.

Uhuk!

Jendral Li Xing tersedak nasi yang baru di sendoknya, ia dengan tergesa segera meraih cangkir yang berisi air untuk meredakan batuknya.

"Apa yang anda katakan? Tentu saja Furen-ku lebih cantik dari Mei Yui" jawab jendral Li Xing setelah batuknya reda.

"Benarkah?" kata pangeran Xu memincingkan matanya curiga.

"Tentu saja. Secantik apapun Mei Yui, aku hanya sekedar mengaguminya dan tidak lebih dari itu. Perlu anda tahu yang mulia, secantik apapun wanita di luar sana ketika anda telah menikah dan mencintai istri anda. Dimata anda, yang tercantik tentu saja istri anda" balas jendral Li Xing.

Pangeran Xu mengangguk mengerti. Dari pancaran mata jendral Li Xing tersirat kesungguhan di dalamnya. Tapi tetap saja pangeran Xu penasaran dengan bunga desa Xiaoyu, yang tidak salah jendral Li Xing memanggil namanya Mei Yui. Pangeran Xu hanya ingin melihat seberapa cantik dan menariknya sosok Mei Yui, apakah ia lebih cantik dari kakak iparnya Ling Ling?

Pangeran Xu hanya penasaran, bukan berarti ia memiliki perasaan lebih. Ia hanya ingin melihat gadis mana yang berani menaruh obat perangsang pada minuman mereka sore tadi.

.
.
.
.
.
.

TBC

Written on Mar 9th, 2019

Bride of the Emperor Yuan (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang