14 - Ingatan (tidak) berharga

31 6 35
                                    

"I'm sorry. I'm sorry because I'm me. I'm sorry because I can't loving you back." -

...
..
.

.
.
.
.
.
.
.

"Kangen banget aku sama kamu Put." Ujar Dina.

"Iya.." Jawab Putra sambil tertawa kecil.

"Eh- Ada Oka rupanya disini."

"I-iya."

"Aku Dina. Senang bertemu denganmu." Sambil mengulurkan tangannya.

Oka menyambut tangan Dina, kemudian mereka bersalaman.
"Iya. Kau sudah tahu namaku. Senang bertemu dengan dirimu juga." Jawab Oka.

"Oh iya Putra!" Panggil Dina.

"Iya kenapa?"

"Aku kemari hanya ingin meminta maaf atas kejadian yang kamu alami saat pesta kemarin. Sebenarnya itu suruhan si Ayu. Hanya saja permintaan kedua itu aku inisiatif sendiri."

"Iya tidak apa, beruntung ada Oka yang membantuku kemarin." Ujar Putra.

"Iya beruntung. Terimakasih Oka sudah menyelamatkan harga diri temanku. Sudah itu saja, aku tidak ingin berlama-lama disini. Good bye guys." Kemudian Dina langsung pergi keluar tanpa sepatah katapun.

"Ada untungnya dia cepat-cepat pergi dari sini." Gumam Putra dalam hati.

Ardi dan Cahya yang sedari tadi hanya melamun melihat dan mendengar percakapan yang tidak mereka mengerti kemudian mengambil inisiatif untuk bertanya.

"Eh-" Ucap Ardi dan Cahya bersamaan.

"Cih, dasar follower" Ucap Ardi.

"Elu yang ngikutin gua."

"Bahasanya dijaga tolong Mbak, ga sopan banget jadi perempuan." Cibir Ardi.

"Engga sudi gua bicara sama elu pakai aku-kamu." Jawab Cahya.

"Hadeh, perang dunia ini." Gumam Putra dalam hati.

"Kenapa? Kalian ingin bertanya apa tadi?" Kali ini Oka berusaha melerai dengan mengajukan pertanyaan.

"Ini, itu, eh, apasih. Jadi lupa kan gara-gara elu sih." Ujar Cahya.

"Loh ko. Lah ko. Ko jadi nyalahin aku? Ga jelas banget ini cewe." Sahut Ardi.

"Intinya kalian mau tanya apa?" Kini Putra yang mengambil alih pertanyaan tersebut.

"Sebenarnya kemarin itu kalian sedang mengalami hal seperti apa?" Tanya Ardi.

"Ceritanya panjang."

"Ceritakan saja, akan kudengar dengan baik." Jawab Ardi.

"Iya ceritakan saja Put, aku akan jadi pendengar yang baik." Jawab Cahya.

"Dasar follower" Gumam Ardi dalam hati.

"Jadi begini...."

Glad.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang