*mulmed : Oka
Disclaimer: Foto bukan milik saya, foto saya dapatkan di Pinterest.*
.
.
..
.
.
"Celanaku basah.""Lalu?"
"Maka dari itu aku telanjang sekarang." Jelas Oka sangat-sangat jelas.
"Pakaianmu belum kering, masih aku cuci dibawah. Sudah aku atur waktu yang tepat untuk mengambil cuciannya."
"Kau tak seharusnya merepotkan dirimu seperti itu, cukup keringkan dengan kipas angin atau semacamnya." Ujar Oka
"Tapi aku tak enak sudah mengotorinya, jadi aku merasa bertanggung jawab." Kata Putra dengan tulus.
"Yasudah, aku akan seperti ini hingga pakaianku kering."
"Tu-tu-tunggu sebentar. Jangan kemana-mana!" Perintah Putra.
Oka tertawa kecil dan menganggap jika tingkah laku Putra yang seperti ini sangat jarang terjadi, dan sangat lucu.
Kemudian, Putra kembali dengan sebuah handuk ditangannya.
"Ini, pakai, keringkan dulu badanmu."
"Baik."
"Celana dalam mu dimana? Biar kucuci sekalian."
"Ada, didalam kamar mandimu, kutaruh di keranjang cucian." Jawab Oka dengan polos.
"Hadeh, kau ini."
.
.
.
.
"Sekarang O-K4 sedang berada di sebuah rumah yang beralamat di jalan Batu Utara.""Florz, tetap awasi target."
"Baik tuan. Aku tidak akan mengecewakanmu." "Demi Tuan yang aku cintai." Imbuhnya dalam hati.
.
.
.
.
Keesokan harinya..."Hei, kau Oka bukan?" Tanya Mama Putra.
"I-iya tante."
"Kamu menginap?" Tanya Mama Putra lagi.
"Iya tante."
"Kebetulan, tante lupa kalau Papanya Putra lagi dinas diluar kota, tadi tante masak sarapan seperti biasanya. Untung ada kamu, jadi engga sia-sia tante masak."
"Iya tante. Terimakasih."
.
"KYAAAAAAAA! ADA PANGERAN DATANG KERUMAH KITAAA. MIMPI APA AKU SEMALAM ADA PANGERAN SEPAGI INI.""Terimakasih." Bukan, ini bukan Oka. Tentu saja Putra yang menjawabnya.
"IDIH BUKAN KAKAK!"
"Diem, banyak omong kamu pagi-pagi."
"Weeek" Andini menjulurkan lidahnya.
"Maaf ya Oka, mereka memang seperti itu."
"Hehe, engga apa tante."
"Ohya, kamu punya saudara kandung?"
"Kebetulan saya anak tunggal tante."
"Pastinya kamu merasa kesepian bukan?"
"Iya tan."
"Kalau mau, kamu bisa sering-sering menginap disini."
"APA?!" Jawab Putra dan Andini secara bersamaan. Yang satu merasa kesal, yang satunya merasa senang. Atau mungkin senang yang disembunyikan seolah-olah kesal dengan keberadaan Oka? Entahlah, hanya Putra yang tahu.
.
"Semalam lantai 2 seperti terguncang, kalian sedang apa?" Tanya Mama Putra."Sepertinya tante ini sungguh kepo, dari tadi dia bertanya mulu." Gumam Oka dalam hati.

KAMU SEDANG MEMBACA
Glad.
Romance[Ongoing] Tidak ada yang tidak mengenal laki-laki berwajah sempurna itu. Laki-laki itu langsung menjadi primadona setiap kali saat pertama kali menginjakkan kaki di suatu tempat. . "Kita putus..." Masih terngiang jelas perkataan yang dilontarkan per...