Seperti biasa sesudah sarapan,aku berpamitan kepada mom dan Dad, "mommy Daddy aku berangkat ke kantor dulu ya" pamitku mengecup pipi kedua nya sekilas.
"Mirellia,maafkan daddy ya,jika saja Resto kita masih baik baik saja,kau tak harus bekerja seperti ini" ujar Daddy,aku menggeleng pelan dan tersenyum.
"Sudahlah Dad,ini tanda nya Mirell harus sudah menggantikan Mom dan Dad,jadi tak perlu minta maaf" ucapku memberi pengertian kepada kedua nya.
Setelah itu aku pergi ke kantor.
Saat aku masuk ke ruang pribadiku,What!!? Kertas apa saja ini? Di meja ku terdapat setumpuk kertas.
Hey ini masih pagi,dan sudah ada setumpuk kertas yang harus ku kerjakan,demi tuhan ini sangat menjengkelkan.
Aku mendaratkan bokongku diatas kursi,memutar kursi itu sehingga menghadap ke luar,menampakan pemandangan indah dari lantai ketinggian 45.ya,ruanganku memang terdapat di lantai yang sama dengan Haiden.
Saat aku memijit keningku karena sedikit terasa pening, "ah ternyata sekretarisku malas sekali" ucap suara bariton sangat dekat didepanku.
"Pak Haiden?" ucapku,sejak kapan dia masuk? Apa mungkin dia dapat masuk tanpa membuka pintu? Membuat merinding saja.
"Apa mata mu masih sehat?" tanya nya,aku mengernyitkan dahi.
"Sehat pak? Memang kenapa pak?" jawabku,aku tak mengerti sehingga aku bertanya lagi.
"Coba kau perhatikan meja kerja mu!" suruhnya dengan nada datar namun dapat membuat darah seorang Mirellia mendidih seketika.
"Maaf pak,saya baru saja datang" ujarku,memang benarkan aku baru saja datang?
"Saya tahu kau sampai disini sudah beberapa menit yang lalu,dan sebagai sekretaris yang rajin seharusnya kau cepat mengerjkan tugasmu" ocehnya,entah se merah apakah wajahku kini.amarahku seketika ingin meledak.
"Kenapa wajahmu merah?" tanya nya.oh god!!! Aku dapat menyimpulkan,bahwa pria didepanku ini bukanlah pria yang peka terhadap wanita.
"Kau pasti tak tahan dengan ketampananku" celetuk nya,huek! Memang sih dia tampan.
"Saya sedikit pusing bos" jawabku.dia hanya mengangguk.
Padahal aku berharap akan disuruh pulang untuk istirahat saja.
"Baiklah,apa saja agenda ku hari ini?" tanya nya datar.
"Eum,sebentar saya ingat ingat dulu pak"
"Oh iya anda ada meeting bersama perusahaan F.D company nanti pada jam 9" tambahku.dia mengangguk lagi.
"Cepat kau kerjakan tugasmu,kau hanya punya waktu sampai pukul 9" ucapnya lalu keluar dari ruanganku.
"Untung kau tampan!!" gerutu ku setelah bos menyebalkan itu pergi.
"Ya aku tau aku memang tampan,beruntunglah kau memiliki bos yang tampan seperti aku!!" teriaknya dari luar.aku menghentak hentakan kaki dilantai lalu segera menyelesaikan kertas kertas yang ada dimeja.
____________
Author pov.
Diruang meeting,perusahaan F.D Company.
"Jadi bagaimana pendapat anda? Apakah ada saran atau kritik mengenai konsep yang saya buat?" tanya Haiden memberi kesempatan pihak lain dengan raut wajah yang serius.menurut Mirell saat ini tak ada sama sekali raut wajah menjengkelkan di wajah bosnya.
"Tidak ada,saya setuju dengan konsep yang anda buat,sama sama menguntungkan untuk kedua belah pihak,pembagian wewenang pun sangat adil,sekali lagi saya menyetujui kerja sama ini" jelas Ceo dari perusahaan F. D Compeny.
Haiden tersenyum bangga,sebenarnya dia sudah tau jika akan mendapat persetujuan.
Seperti biasa ia pasti dapat mengambil hati perusahaan lain untuk menyetujui bekerja sama dengan nya.
Setelah menutup rapat,Haiden dan Mirell berjabat tangan dengan rekan rekan meeting lalu berjalan keluar ruangan.
"Kita berhenti untuk makan siang" ucap Haiden,membelokan mobil nya ke halaman salah satu restaurant ter mewah di Manhattan.
Saat memasuki restaurant,tiba tiba Mirellia menghentikan langkahnya,terdiam sebentar untuk melihat seisi restaurant dengan tatapan sendu.mengingat Restaurant keluarga nya baru saja terkena musibah.
Haiden menatap Mirell bingung.
"Ah pasti dia teringat restaurant nya" batin Haiden,sebenar nya Haiden memiliki kepekaan yang tajam,hanya saja tidak dia perlihatkan.
"Hey,tunggu apa lagi!" gertak Haiden menengok ke belakang.Mirellia segera mengejar langkah bos nya.
Mereka mengambil meja di ujung ruangan,setelah memesan,pesanan mereka sudah datang...
"Potongkan Steak ku,tanganku pegal,cepat aku lapar" pinta Haiden,Mirellia menganga,bos nya pikir cuma dia yang lapar? Mirell tetaplah manusia biasa yang bisa juga merasakan lapar.
"Atau kau mau membayar 200 M?" ujar Haiden,tepatnya mengancam.dengan kesal Mirell menuruti kemauan Haiden.
Selesai memotongkan Steak,Mirell kembali menyentuh makanan nya, "tugasmu belum selesai Mirell" ucap Haiden.Mirell mencoba tersenyum bersabar dengan mengingat ingat uang 8 juta perminggu.
"Apalagi bosku yang tampan?" tanya nya dengan nada lembut.Haiden merasakan gelenyir aneh dalam tubuhnya.
"Kau juga harus menyuapiku!" jawab Haiden lalu mengangkat satu sudut bibir tipis nya.
"Dan setelah itu,apa bos mau menunggu saya makan sampai selesai?" tanyaku kesal.
"Pindah saja Steak mu di piringku,dasar otak sempit!" ujarnya.Mirell merem dengan senyuman nya.
"Mirell sabar ya tuhannn.cuma Mirell mau tanya disini siapa yang bodoh? Kenapa tidak pesan double steak dari tadi" batin Mirell mencoba bersabar.
Akhirnya mereka berdua memakan Steak dalam satu piring sampai habis.
Setelah selesai makan,Haiden meninggalkan beberapa lembar uang dimeja,lalu keluar restaurant untuk kembali ke kantor.
____________
Jangan lupa tinggalin jejak:v
KAMU SEDANG MEMBACA
I hate my JERK boss!! (Completed)
RomanceBerprofesi sebagai sekretaris seorang CEO yang tampan tapi tengil dan mesum,sebuah derita bagi Mirellia. bahkan setelah tau CEO nya ternyata pria yang terlibat dalam masalah nya,benar benar membuat kehidupan nya terhenti seketika. Haiden, begitu sen...
