#3

9.2K 277 2
                                        

Tilulit tilulit...

Gadis itu sesekali menggeliat,merasa terganggu dengan dering ponsel nya.

Tilulit tilulit....

Akhirnya dirinya terbangun dan menerima sang pengganggu yang menelfon dipagi buta ini.

"Ya" tanya nya dengan suara khas orang bangun tidur.

"Ini kan hari libur bos?"

"Saya tidak bisa bos"

"Yayaya!!" tutupnya.dengan langkah gontai gadis itu berjalan menuju kamar mandi.

Beberapa menit berlalu,Mirellia keluar rumah dengan penampilan rapi dan modis.dia tak mengenakan pakaian formal sebab ini hari libur.lagi pula dirinya tak ditugaskan ke kantor melainkan di mansion bosnya,Haiden.

Saat keluar gerbang,ada sebuah limousine menghampirinya.

"Saya diutus tuan Haiden untuk menjemput anda,nona" ujar sang supir kepadanya.

Mirellia masuk,lalu Limousine yang  ia tumpangi melaju menuju Mansion Haiden.

Sudah sampai.

"Silahkan masuk,nona" ucapnya mempersilahkan.

"Tuan,menunggumu diruang makan,mari ikut saya" tambahnya.Mirellia mengangguk lalu mengekor dibelakang pelayan itu.

"apa ada tugas untuk ku hari ini bos?" tanya nya setelah berhadapan dengan Haiden dimeja makan.

"Banyak" jawabnya datar.

"Kira kira berapa lama bos?" tanya Mirell lagi.

"Karena saya ada urus-

" seharian penuh!" jawab Haiden memotong ucapan Mirell.

Gadis itu terdiam,berfikir agar bisa lepas dari Haiden.

"Tapi saya-

" jangan mencoba mengada ada!" potong Haiden lagi,Mirell mengerucutkan bibirnya.habislah dia,tidak akan bisa menikmati hari libur seharian saja hanya karena sudah berurusan dengan Haiden.

Haiden menepuk sekali kedua tangan nya,datanglah pelayan.

"Antarkan dia ke dapur" ucap Haiden pada pelayan.

"Untuk apa bos?" tanya Mirell tak mengerti.

"Kau belum sarapan kan?" tanya nya.Mirell menggeleng pelan.

"Yasudah,bawa kemari makanan nya" suruh Haiden tak berperikemanisiaan kepada sekretarisnya.Mirell melenggang pergi mengikuti pelayan pergi.

"Mari nona,biar saya bantu" ucap Pelayan.

"Eits,tanpa bantuan!" teriak Haiden membuat Mirell tersiksa.

"Siapa yang membantunya,kupastikan kalian tidak akan ada disini lagi" teriak Haiden dengan lantang.para pelayan yang semula berbondong bondong ingin membantuku segera menjauh.

Akhirnya selesai Mirell membawa makanan dari Dapur ke meja makan.

Tanpa meminta izin kepada Haiden,Mirell langsung saja mengambil nasi dan lauk yang sudah ia keluarkan dari dapur.

"Tidak sopan sekali kau!" cibir Haiden.berani berani nya Mirell menatap bola mata Bosnya lalu melotot,tanpa berkata apapun.

Haiden menahan tawa nya.

"Kau ini seperti belum makan berhari hari" ejek Haiden masih menahan tawa.Mirell hanya menatap tajam bosnya lalu melanjutkan makan.

"Sekarang bereskan kamarku!" suruh Haiden lagi.padahal Mirell baru saja menyelesaikan sarapan nya dan sedang duduk santai.

"Tidak bisa dong bos,itu jelas jelas bukan tugas saya" sergah Mirell.

"Apapun yang kuperintahkan kepadamu itu adalah tugas!" jelas Haiden tersenyum menang.

"Baiklah,jika kau menolak,serahkan 200M padaku!" ancam Haiden lagi.

Mirellia melengos,lalu berjalan menaiki tangga untuk ke kamar Haiden.

"Apakah ini pantas dikatakan kamar? Bahkan lebih parah dari keadaan kapal pecah!!" batin Mirell.

"Jangan coba coba mengatai kamarku!" ucap Haiden yang tiba tiba datang.

"Memang pantas dikatai!" gumam Mirellia pelan namun masih bisa didengar oleh Haiden.

"Aku mendengar nya!"

Lalu Mirell kesana kemari membereskan Kamar Bos nya.

Sudah selesai,Mirell turun kebawah berniat untuk istirahat.

"Mirell" panggil Haiden lembut,pria itu sedang tiduran di soffa tengah.

Mirell berharap semoga ia disuruh pulang,karena dirinya sudah sangat lelah.

"Buatkan aku pudding,steak,dan pancake,sekarang juga" Mirell menganga lebar,apa tidak ada waktu untuk dia istirahat sebentar?

"Pudding nya yang lembut rasa pandan,cepat" suruhnya lagi.

"Kau bisa dengan mudah menyuruh pelayan boss,kenapa harus saya?" tanya Mirell.

"Kamu hari ini jadi pelayan ku!" jawab Haiden lalu membenamkan kepala di dekapan tangan nya.

Mirell mengehentak hentak kaki nya kesal,lalu pergi ke dapur.

Setelah kepergian Mirellia,Haiden mengangkat satu sudut bibirnya.

Selang beberapa menit,akhirnya selesai,Mirell membawa masakan nya ke meja makan.

Duduk dikursi dengan nafas terngah engah.bayangkan saja,dia tidak diberikan waktu istirahat sejak pagi hingga hari menginjak siang.

"Boss! Sudah jadi" teriak Mirell.tak ada jawaban,Mirell baru ingat mungkin Bosnya ketiduran disoffa.

"Boss,itu sudah saya buatkan makanan nya, boss!" ucap Mirellia membangunkan Haiden.

Pria itu menggeliat, "tidak jadi,aku takut keracunan" ujar Haiden setelah terbangun.

"Tidak ada racun nya bos!!" kesal Mirell matanya memanas.

"Siapa tahu,aku pun masih ungat kasus kasus mengenai resto keluargamu!" ujar Haiden.Mirell menatap kecewa bossnya.

"Asal boss tau! Daddy Mommy dan aku,tidak pernah sedikitpun meracuni makanan seperti tuduhan orang orang!!" Mirell berkata,lalu meneteslah bulir air mata nya.

Haiden mengernyit,padahal dia hanya berniat menggoda sekretarisnya.

"Hey aku hanya-

" sudahlah boss,dari awal saya sudah tau,boss tidak mungkin menerima saya semudah waktu itu,tapi saya mohon untuk sama boss untuk tidak membawa bawa daddy dan mommy!!" ucap Mirell menahan isak,gadis itu mengambil Tas nya.berniat pergi.

"Mirell!!! Jika kau masih berani melangkah keluar Mansionku,aku kenai kau denda 200M!" teriak Haiden dari dalam Mansion.namun Mirell masih terus berjalan tak menghiraukan ucapan boss nya.

Dengan terpaksa Haiden berlari keluar mengejar Sekretarisnya. "Hay Hey! Begini kau bersikap sama boss mu!" ucap Haiden menangkap lengan Mirellia.

"Terserah boss mau bilang saya apa,saya tau 200M itu banyak,tetapi Harga diri saya tak sebanding dengan itu" ujar Mirell yang sudah menangis sejak tadi.

"Besok saya akan resign,saya tidak peduli,jika saya tidak bisa membayar 200M maka saya siap untuk dipenjarakan!" ujar Mirell terisak kuat.

"Asalkan Boss tidak membawa orang tua saya,itu semua hanya tuduhan!!!" teriak  Mirell murka dan tangisnya semakin menjadi.

Haiden hanya diam,tidak mengira bahwa Mirell akan serius menanggapi perkataan nya.

Mirell berbalik lalu keluar gerbang dan menghentikan taksi.

"Sial,kenapa hati ku sakit melihatnya pergi" ucap Haiden dengan gigi bergemeletuk.

____________

Jangan lupa tinggalkan jejak:v

I hate my JERK boss!! (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang