25: Kenyataan

689 37 0
                                        

Felix mengantar Keyra pulang ke rumahnya setelah kemo pertamanya. Keyra terlihat sangat pucat karna ia memaksa untuk pulang, padahal Dara sudah memperingatinya untuk di rawat dahulu di rumah sakit.

"Key, lo nggak papa?" Tanya Felix yang melihat Keyra tampak menahan sakitnya

"Key nggak papa kog, Key kan baru Kemo pertama kali jadi mungkin badan Key jadi lemas" Ucapnya dengan tersenyum

"Kenapa bandel banget sih? Nggak mau di rawat aja di rumah sakit?"

"Besok Key harus tanding basket Felix, Key ada janji one on one kan?"

"Terserah lo aja lah, yang penting ingat ya, jangan maksain buat main kalau tubuh lo nggak kuat"

"Iya Felix, makasih udah mau nemenin Keyra hari ini" Keyra tersenyum mengucapkannya

"Sama sama, yaudah gue anter lo sampai depan rumah ya"

"Iya, maaf ngrepotin ya"

"Enggak ngrepotin kog, santai aja"

Kemudian Felix turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Keyra dan membantunya berjalan menuju rumahnya.

"Inget ya Key, kalau ada apa apa langsung kabari gue,jangan ada yang lo sembunyiin dari gue"

"Iya Felix"

"Lo bisa jalan sendiri ke kamar?"

"Bisa kog,sampai sini aja." Ucapnya kemudian melepas genggaman tangannya dari Felix. "Makasih udah nganterin Keyra" Ucapnya lagi kemudian tersenyum

"Sama sama. Cepetan masuk, istirahat. Besok gue jemput"

"Besok Felix mau jemput Key? Apa nggak ngrepotin?" Felix terkekeh mendengarnya

"Lo nggak ngrepotin gue sama sekali Key"

"Yaudah deh, makasih ya"

"Iya sama sama. Gue balik dulu ya"

"Iya Felix,hati hati di jalan"

Felix berjalan menuju mobilnya yang berada di depan pagar rumah Keyra, ia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.

Keyra segera masuk ke dalam rumahnya, tubuhnya terasa lemas karna kemo tadi.

"Rasanya sakit semua badan Key" Ucapnya setelah berada di kamarnya.

"Kak Bryan gimana kabarnya ya? Udah 3 hari nggak ada kabar."

"Key coba telfon aja kali ya" Ucapnya kemudian membuka ponselnya dan mencoba menghubungi kakaknya.

"Angkat dong kak, Key kangen sama kakak" Ucapnya

"Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan anda. Silahkan coba sesaat lagi" Itulah yang Keyra dengar dari ponselnya. Bukan suara kakaknya tetapi suara operator yang tak di harapkan Keyra.

"Kak Bryan kenapa nggak angkat telfon Key? Key kangen sama kakak" Ucapnya kemudian meneteskan air matanya

"Key nggak boleh cengeng. Key harus mandiri sekarang" Ucapnya kemudian menghapus air matanya. Ia mencuci muka kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuknya untuk tidur.

..One Day With You..

Fanya melihat ponsel Bryan bergetar , ia melihat sebuah panggilan masuk dari Keyra.

"Siapa ?" Tanya Rio,papa Bryan

"Anak pembawa sial itu Pa" Jawabnya

"Nggak usah di angkat , anggap aja dia bukan siapa siapa kita" Ucap Rio

One Day With You (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang