47: Khawatir

826 30 0
                                        

Hari ini hati Keyra sangat senang, karena kakaknya akan menikah dengan orang yang Key sayang.

"Kamu kenapa Key?" Tanya Siska yang duduk di samping Keyra.

"Key seneng aja,liat Kak Bryan dan Kak Dara nikah" Ucapnya sambil tersenyum melihat kakaknya yang terlihat bahagia.

"Gue juga seneng liatnya" Ucap Siska

"Lo masih suka sama Rafa kan?" Tanya Keyra yang membuat Siska langsung menatap kearahnya.

"Lo ngomong apa sih?" Ucap Siska dengan gugup

"Siska gugup, tanda kalau Siska bohong" Jawabnya.

"Kalaupun gue masih suka, nggak mungkin Rafa masih suka sama gue karna gue udah terlalu nyakitin dia" Ucapnya sambil mengingat ketika ia menyakiti Rafa dengan berpacaran dengan Farel.

"Siska terpaksa kan melakukan itu?" Tanya Keyra dengan senyumnya. "Key udah tau semuanya Siska, Siska cuma egois nggak mau ngakuin perasaan Siska karna kak Nata minta Siska nyakitin Rafa" Ucapnya lagi.

"Lo tau darimana?" Tanya Siska tak percaya.

Siska memang benar mencintai Rafa,tapi karna dendamnya membuat ia egois tak mau mengakuinya.

Keyra tersenyum menanggapinya. "Key minta tolong jaga Rafa buat Key" Ucap Keyra.

Siska menghembuskan nafas panjang, "Gue nggak tau" Ucapnya.

Keyra menatap Rafa yang sedang berbincang dengan Andra, "Karna Key nggak tau kapan Key bisa bertahan" Ucapnya dengan lirih.

Siska mendengarnya, "Maksud lo apa?" Tanyanya

Keyra sedikit gugup," Eh,enggak kog." Keyra tersenyum.

"Eh Key,lo mimisan?" Tanya Siska ketika melihat Keyra mimisan.

Keyra memegang kepalanya yang berdenyut. "Ini nggak papa kog" Ucapnya bohong.

"Gue panggilin Rafa ya" Tanya Siska.

"Nggak usah, Key ke kamar mandi dulu ya" Ucap Keyra dan segera ia bergegas ke kamar mandi.

Siska melihat punggung Key yang perlahan meninggalkan Siska. Ia merasa Sahabatnya itu menyembunyikam sesuatu darinya.

"Lo kenapa sih Key?" Tanya Siska dalam hati.

Siska pun segera bergabung dengan sahabatnya yang lain.

"Key mana?" Tanya Rafa yang melihat Key tak bersamanya.

"Ke kamar mandi,tadi dia mimisan Fa, coba lo cek dia deh." Jawabnya.

"Mimisan? Kog bisa?" Tanya Rafa panik.

"Gue nggak tau Fa" Ucap Siska.

Kemudian Rafa segera menuju toilet,ia benar benar takut akan keadaan Keyra.

-

Keyra segera membersihkan darah di hidungnya. Ia merasakan sakit di kepalanya, dan wajahnya pun pucat.

"Udah satu bulan Key hidup normal tanpa perawatan di rumah sakit" Ucapnya sambil mengambil lipstik di tas kecilnya.

Memang sudah satu bulan Keyra tak pernah pergi ke rumah sakit, ia hanya meminum obat yang diberikan dokter John padanya.

"Beres" Ucap Keyra ketika ia sudah merapikan tampilannya agar tak kelihatan pucat.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
One Day With You (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang