empat belas

448 25 4
                                    

.....

"kok dia bisa begini si dy?!" kata gilang panik

Ardy menjelaskan apa yang terjadi pada senja, gilang yang mendengar penjelasan dari ardy langsung tereranjat kaget, ia tak percaya dengan apa yang ardy katakan

"gua bingung banget pas liat dia mabok begini, jadi gua langsung nelpon lu, ga mungkin kalo kita pulangin ke rumahnya dalam keadaan begini, tadi dia bilang di rumahnya ada bokap-nyokap nya" kata ardy

"makasih ya dy, untung lu langsung ngehubungin gua" kata gilang

Ardy tersenyum, ia tau bahwa gilang suka dengan senja, oleh karena itu, orang pertama yang ia hubungi adalah gilang, bukan reyhan. Ia tau bahwa gilang sangat peduli dengan senja, "maaf ya, gara-gara gua dia jadi begini" kata ardy sambil menundukan kepalanya

"gapapa, malahan gua yang terima kasih sama lu, udah jagain dia, coba kalo dia tadi minta temenin ke bar nya sama reyhan, bisa bahaya tau ga kalo dia mabok sama reyhan?hahaha" gilang tertawa garing

"hahahhaha"

Ardy pamit pulang ke rumahnya, ia tau gilang adalah orang baik-baik, jadi senja tidak akan kenapa-napa jika ditinggal berdua dengan gilang, ia sudah mengenal gilang lama, seperti reyhan, itulah sebabnya ia sudah terlalu mengenal sifat mereka.

Gilang menatap senja yang waktu itu belum sadar sepenuhnya, senja masih mengigau, gilang mendekatkan wajahnya ke wajah senja, dan untuk sesaat bibir mereka bertemu, namun, gilang langsung menjauhkan wajahnya dari senja.

*****
Senaj terbangun dari tidurnya, saat ia membuka matanya, ia sadar bahwa ia bukan berada di dalam kamarnya, 'ini bukan kamar gua, kamar siapa ya?' tanyanya dalam hati

Tiba-tiba pintu kamar terbuka senja terkejut melihat siapa yang masuk, "ka gilang?!"

"maap ya ja, semalem lu mabok, trus ardy nelpon gua jadi gua bawa lu kesini, tapi gua ga ngapa-ngapain kok"

Perkataan gilang membuat senja menarik napas lega, "thanks ka" katanya

"lain kali jangan ke sana lagi ya?" kata gilang memperingatkan, "kalo ada apa-apa, chat gua aja gua selalu ada kok buat lu" katanya lagi

Senja hanya diam mendengar perkataan yang keluar dari mulut langit, hatinya luluh, entah mengapa ia nyaman berada di dekat gilang, apakah ia menyukai gilang?

"em, iya ka makasih"

"makasih buat apa?" tanya gilang

"makasih kaka udah peduli sama aku"jawab senja

Sedetik kemudian senja memeluk gilang, gilang salah tingkah dibuatnya, ia benar-benar kaget saat tiba-tiba tubuh mungil senja memeluknya, "makasih ka" bisik senja.

Haiiiii gaesss maap ya ypdate nya lamaaaaa bangettt soalnya author nya lumayan sibuk hehehe:))
Buat kalian yang besok mau di doubleupdate jangan lupa vote sama komen MAU yaaaaaaa....
See you next chapt beb
Miss you❤❤

KAKEL vs DEKELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang