tujuh belas

423 23 0
                                    

Holaa klean..
Nanti pas udah slesai baca jangan lupa vote yaa
Selamat membaca

.....
Senja mencoba mencerna perkataan sera barusan, ‘kalo dia kaka hits, masa gua ga kenal sih?’ tanya senja dalam hati, ‘atau mungkin gua yang ketinggalan update ya?’ tanya-nya lagi

“KENAPA DIEM AJA? KAGET YA KALO YANG DIHADAPAN LU INI KAKA HITS? ATAU LU KAGET KARENA LAGI DILABRAK KAKA HITS?” sera tersenyum puas

“ga kok ka” sanggah senja dengan wajah menunduk

“HE! KALO LAGI NGOMONG SAMA KAKA KELAS TUH TATAP MUKANYA! MALAH NUNDUK LAGI!” tegur sherly-teman segeng sera-

“eh iya ka, maap” senja sedikit mengangkat kepalanya

“DAN GUA MAU LU JANGAN NGEDEKETIN GILANG! NGERTI GA LU!” bentak sera

senja mengangkat kepalanya lagi, “tapi ka , aku ga ngedeketin ka gilang” protesnya

sera kesal mendengar senja protes, lalu ia menjambak rambut senja, membuat senja kesakitan, langit yang baru saja kembali dengan membawa 2 mangkuk baso langsung menegur sera.

“SERA! LEPASIN SENJA! CEPETAN!” perintah langit kepada sera-tanpa embel embel ‘ka’-

“PAAN SI LU! DATENG-DATENG MALAH BERISIK, PAKE ACARA NGEBELAIN NIH ANAK LAGI” della-teman sera- menegur langit

“SERA! CEPETAN LEPASIN! ATAU GUA BAKAL LAPORIN HAL INI KE GILANG!”

Sera mendengus kesal, ia tak suka dengan ancaman langit, tapi ia juga takut jika gilang mengetahui hal ini, lalu sera memberi isyarat pada teman-temannya untuk pergi keluar kantin.

Senja mengucapkan terima kasih kepada langit, langit langsung menyuruh senja untuk makan, saat makan senja bertanya kepada langit, “ngit, kok lu kenal sama ka sera?”

“ka sera anak volly kayak gua, jadi gua kenal” kata langit

Mendengar jawaban langit, senja langsung ber-ohh ria. Lalu mereka langsung sibuk menghabiskan makanan masing-masing.

Langit dan senja berjalan ke kelas mereka, bel masuk sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, jam pelajaran mereka saat itu adalah biologi, guru yang mengajar adalah bu susi, seharusnya mereka cepat-cepat masuk kelas karena bu susi adalah guru yang paling ontime, ia tak pernah lupa atau terlambat untuk mengajar. Tetapi, mereka mendapat kabar burung bahwa bu susi tidak masuk, jelas hal itu membuat senja dan langit tidak takut terkena hukuman.

Tetapi saat langit dan senja membuka pintu kelas, langkah mereka berdua terhenti, mereka terdiam seperti patung, dihadapan mereka berdua tepat berdiri bu susi yang sedang menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.

KAKEL vs DEKELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang