"saya tahu ini akan terjadi dan bodohnya saya masih berharap ini tidak akan terjadi," minkyu berucap sebelum menghela napas panjang.
woojin dan chan melihat ke arah pria itu dengan pandangan bertanya, "meskipun aku tidak lagi muda aku tidak sebodoh itu untuk tidak melihat afeksi kalian berdua."
"maksud hyung?"
minkyu melihat kedua pemuda itu, "saya sudah tahu ini akan terjadi, tapi saya tidak melakukan apapun. jadi, apapun masalah yang akan terjadi nanti, itu juga termasuk salah saya karena tidak melakukan apapun," pria itu menghela napas lagi.
"mohon maaf apabila saya menyela, tapi apakah ini berarti?" chan memberanikan diri bertanya setelah menafsirkan kata-kata pria di depannya.
"lakukan semau kalian, tapi ingat hubungan ini hanya di antara saya, woojin, dan kau."
woojin tersenyum lebar, hampir memeluk chan jika saja ia tidak mengingat kondisi dan situasi mereka saat ini. ia tiba-tiba terdiam, mengingat sesuatu, "hyung, sebenarnya ada orang lain yang sudah tau."
minkyu hampir melempar artis asuhannya itu dengan mug berlogo JYP jika saja woojin tidak melanjutkan ucapannya, "keluargaku dan keluarga chan sudah tau," seketika pria itu menurunkan kembali gelas yang sudah diangkatnya.
chan tidak tahu harus tertawa atau khawatir melihat apa yang dilakukan manajer woojin, tapi tawa woojin di sisinya membuatnya ikut tertawa. minkyu hanya menggelengkan kepala, menggumamkan gerutuan yang terdengar seperti 'pasangan bodoh ini hampir membuatku mati karena sakit jantung'. chan bangkit dari duduknya, membungkuk cukup dalam ke arah pria di depannya, membuat pria itu memandangnya bingung.
"terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan untuk membuktikan diri saya, saya akan berusaha untuk menghindari masalah dan menghancurkan karir woojin," woojin ikut berdiri dan membungkuk, "terima kasih, hyung, aku minta maaf karena akan merepotkan hyung dengan semua ini. terima kasih banyak karena sudah menyetujui hubunganku dan chan, aku akan berusaha untuk menghindari masalah sebisa mungkin."
minkyu mengulum senyum dan menggelengkan kepalanya, meminta woojin dan chan untuk kembali duduk, "ini sudah resiko pekerjaan, saya pasti akan mengalami masalah dengan skandal apapun itu tapi saya tidak mengira akan secepat ini. saya percaya pada kalian, jadi tolong jaga kepercayaan saya. karena kalian bilang tidak akan membiarkan wartawan mana pun tahu, saya hanya akan memberikan beberapa ultimatum," ia tersenyum cukup pahit, "tidak ada kencan di luar, tidak ada PDA di luar, tidak ada satu pun mention tentang chan dari woojin atau sebaliknya. kalian hanya boleh menyebut nama satu sama lain ketika ada kolaborasi, saya tahu kamu produser. tidak ada bagian apapun dari hubungan kalian di dunia maya, meskipun akun itu di-private. mengerti? apa kalian bisa melakukan semua itu?"
chan dan woojin menegak ludah mereka, ultimatum yang diberikan cukup banyak dan sangat sulit untuk dilakukan. terutama saat yang mereka inginkan adalah menjadi milik satu sama lain dan menunjukkannya kepada dunia, sayangnya dunia belum siap untuk menerima mereka. woojin melihat ke arah chan, menggenggam tangan chan lebih erat. chan membalas pandangan woojin, mengeratkan genggamannya dan mengangguk.
"kami mengerti, kami akan melakukan semua itu."
untuk saat ini, bersembunyi adalah satu-satunya pilihan dan mereka rela mengambil pilihan itu selama masih ada masa depan untuk mereka.
ʕ'•ᴥ•'ʔ
chan terkekeh saat pesan woojin masuk ke ponselnya, ia bisa mengerti saat woojin meminta maaf karena melewatkan malam tahun baru karena schedule yang dimilikinya. minkyu hyung, setidaknya begitu pria itu meminta chan untuk memanggilnya, sudah mengabari jadwal woojin di akhir tahun itu. seingat chan woojin harus menghadiri pesta akhir tahun perusahaan sebelum ia harus tampil di acara Gayo Daejun. chan sudah menyetel mesin perekam untuk merekam penampilan pemuda kesayangannya itu agar mereka bisa menontonnya bersama siang nanti. ia berharap woojin sempat makan dan menjaga dirinya agar tidak terlalu lelah, ia tidak mau kesayangannya sakit.
chan menyenderkan badannya di pagar balkon apartemennya, ia sendirian hari itu. ayahnya memutuskan untuk kembali ke australia selama libur akhir tahun, beliau sudah merencanakan mutasinya kembali ke sana sejak akhir tahun, namun entah kapan manajemen perusahaan ayahnya akan mengabulkannya. seingat chan, ayahnya pernah memberitahunya jika ia melamar menjadi manajer cabang perusahaan mereka di australia hanya untuk kembali bersama keluarganya. pada awalnya ayahnya sempat ragu karena ia harus meninggalkan chan sendiri, namun chan bersikeras bahwa ia baik-baik saja.
"mungkin dad menurunkan cinta berlebih padaku," gumam chan asal saat mengingat bagaimana sayang ayahnya kepada ibunya.
orang tuanya selalu menceritakan kisah cinta mereka, mungkin itu lah yang membuatnya menjadi seorang hopeless romantic. ia berharap bisa memiliki kisah cinta yang mirip seperti kedua orang tuanya setiap kali melihat bagaimana suportifnya mereka akan satu sama lain. hingga kini ia memiliki seseorang yang bisa ia sebut sebagai miliknya, ia berharap woojin adalah orang yang ditakdirkan untuknya, seperti bagaimana ibunya melengkapi ayahnya.
tunggu, chan menggelengkan kepalanya. woojin masih belum menjadi miliknya, setidaknya ia masih harus membagi pemuda itu dengan orang lain. tapi setidaknya, di dalam ruangan ini, ia bisa bersikap seolah-olah woojin adalah miliknya satu-satunya. hanya ia dan woojin, di ruangan ini.
___
my bear♡01.04 jangan berdiam di balkon
01.04 di luar dingin
01.04 nanti kamu sakitkok tau?? 01.06
01.08 i know you very well
01.08 even your small habits
01.08 masuk ke dalam dan pakai baju tebaliya, sayangku 01.09
aku akan menunggumu pulang 01.10___
chan tersenyum, hanya sekedar pesan sederhana saja bisa membuat perasaan membuncah di dalam dadanya. memang kekuatan seorang kim woojin. ia memutuskan untuk masuk ke dalam, mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu sambil menonton film akhir tahun yang ditayangkan di televisi malam itu, tidak lupa ia mengambil selimut tebal karena ia tidak mau woojin memarahinya jika pemuda itu tahu chan tidak menjaga dirinya sendiri.
"i love you, woojin," bisik chan pelan tanpa seorang pun mendengarnya.
setidaknya hanya di dalam ruangan ini, ia bisa dengan bebas mengatakan afeksi dan cintanya kepada pemuda itu. tidak ada yang bisa melarangnya, tidak ada yang bisa menghentikannya untuk mengatakannya.
hanya di dalam ruangan itu ia bisa mencintai woojin secara terbuka dan chan sudah cukup puas dengan semua itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
This Love [ B. Chan x K. Woojin ]
Fanfictioninspired by mikitoP's Sarishinohara, Yonjuunana, and Akaito; Little Mix's Secret Love Song [ "they say the more tears you shed, the stronger you become. but that's wrong, you only break apart."] --- ["I am right here for you"] Stray Kids AU bxb lowe...